Pengamat: Road Trip Tourism Diprediksi Jadi Tren Libur Lebaran 2024

26 Maret 2024 12:59 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi foto keluarga momen lebaran. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi foto keluarga momen lebaran. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Tak lama lagi, traveler akan segera memasuki libur Lebaran 2024. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi jumlah pemudik di tahun ini akan tembus hingga 193,6 juta orang. Angka ini meningkat 26 persen dari mudik Lebaran 2023.
ADVERTISEMENT
Selain adanya peningkatan jumlah pemudik, pengamat pariwisata Sri Lenggogeni, memprediksi bahwa perjalanan wisata jarak jauh melalui jalur darat atau road trip tourism masih menjadi tren yang paling banyak dilakukan pada periode libur Lebaran 2024 mendatang.
"Nah, ini masih sama ya trennya, paling sedikit berubah saja, dari tahun pasca-COVID-19. Pertama road trip tourism atau perjalanan darat, ya. Hanya saja kita di Indonesia ini masih berbeda karakternya dengan negara lain, seperti di Australia yang punya caravan dan segala macam," kata Sari, seperti dilansir Antara.
Ilustrasi keluarga mudik. Foto: Humba Frame/Shutterstock
Sari melanjutkan, perjalanan wisata jalur darat tetap diminati, karena saat ini aksesnya semakin dipermudah dengan dibukanya sejumlah ruas jalan tol baru yang menghubungkan wilayah-wilayah di Indonesia.
Selain itu, tren kegiatan wisata yang ramai dilakukan pada libur Lebaran 2024 adalah wisata kuliner yang didorong oleh keragaman kuliner di Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Kuliner itu selalu jadi preferensi nomor dua terbesar, apalagi Indonesia sangat kaya akan makanan khasnya ya, itu pasti dicari. Makanya nanti biasanya akan berkembang itu supply chain dari restoran, kafe, segala macam," imbuh perempuan yang juga menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Pariwisata Universitas Andalas itu.
Ilustrasi keluarga mudik. Foto: Odua Images/Shutterstock
Sari juga menyebut kegiatan rekreasi yang menyatu dengan alam juga menjadi salah satu preferensi perjalanan wisata, yang dilakukan turis pada periode libur Lebaran 2024.
Menurutnya, libur Lebaran selalu menjadi momen yang dimanfaatkan masyarakat untuk bertemu kembali dengan keluarga dan kerabat di kampung halaman.

Okupansi Hotel Saat Libur Lebaran Meningkat

Ia juga memproyeksikan tingkat okupansi hotel pada libur Lebaran tahun ini dapat mencapai lebih dari 70 persen, terutama di daerah-daerah yang menjadi tempat asal masyarakat perantau.
ADVERTISEMENT
"Jawa Timur itu misalnya, jadi kota tujuan cukup tinggi ya. Kemudian juga kota yang ada di Jawa Tengah itu akan menjadi bagian yang mendapatkan dampak dari okupansi hotel yang cukup tinggi. Sumatera Barat di atas 70 persen, 80 persen itu bisa saja terjadi kenaikan," ujar Sari.
Ilustrasi keluarga yang menginap di hotel. Foto: Rawpixel.com/Shutterstock
Menurutnya, pertumbuhan jumlah hotel dapat menjadi indikator dari tingkat kunjungan wisatawan atau pemudik ke suatu daerah.
"Kalau (hotel) sudah berkembang banyak itu pasti menandakan bahwa mereka menjadi tempat banyaknya perantau yang pulang," tambahnya.
Sementara itu, musim puncak liburan dengan kunjungan wisata tertinggi di Indonesia umumnya terjadi pada pertengahan tahun, berbeda dengan negara-negara barat yang terjadi di akhir tahun.
"Puncak (musim libur) kita berbeda dengan negara barat yang pada umumnya lebih di akhir tahun. Kalau kita lebih banyak di pertengahan tahun yang mostly (okupansi hotel) 70 persen, 80 persen itu bisa terjadi," pungkas Sari.
ADVERTISEMENT