Kumparan Logo

Pesawat Tercepat di Dunia: Anti Jetlag dan Penerbangan SF ke Tokyo hanya 6 Jam

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Desain Overture, pesawat supesonik yang bisa bawa penumpang Jakarta - Tokyo cuma 3,5 jam.   Foto: Dok. Boom
zoom-in-whitePerbesar
Desain Overture, pesawat supesonik yang bisa bawa penumpang Jakarta - Tokyo cuma 3,5 jam. Foto: Dok. Boom

Pesawat penumpang tercepat di dunia akan segera hadir. Pesawat yang memiliki kecepatan 1.300 mph atau dua kali lebih cepat dari pesawat komersial saat ini.

Saking cepatnya, para penumpang mungkin bisa mengalahkan perbedaan waktu dan membuat mereka tidak merasakan jetlag yang begitu ekstrem.

Pesawat tersebut bernama The Overture yang dijuluki Son Of Concorde. Bahkan, maskapai penerbangan asal Inggris, Virgin Atlantic, sudah memesan hingga 10 pesawat.

"Jika penerbangan dari San Francisco (SF) ke Tokyo dipotong dari 12 jam menjadi enam jam, Anda dapat berangkat satu hari kemudian," kata Chief Executive Officer pabrikan Boom Supersonic, Blake Scholl, seperti yang dikutip dari Daily star.

Wujud pesawat supersonik komersial berkecepatan 2.100 kilometer per jam. Foto: Dok. Boom

"Jika Anda berangkat Minggu pagi, Anda akan sampai di sana Minggu sore yaitu Senin pagi waktu Jepang, melakukan rapat sehari dan tiba kembali ke rumah 24 jam setelah Anda pergi tanpa jet-lag," tambahnya.

Perlu diketahui, Concorde adalah pesawat supersonik terakhir yang diluncurkan pada tahun 1976 dan mengakhiri layanan pada akhir tahun 2003.

Overture diharapkan dapat membawa 65 hingga 80 penumpang, dengan tempat duduk yang diatur dengan gaya kelas bisnis yang berarti tidak ada bangku barisan tengah di sana.

Untuk penumpang yang akan melakukan penerbangan ke New York, mereka harus membayar sekitar 1.750 poundsterling atau setara dengan Rp 30 juta.

Ilustrasi Jet Pribadi. Foto: SFIO CRACHO/shutterstock

Overture akan bergerak lebih cepat dari kecepatan suara dengan ledakan supersonik yang terjadi di atas laut dan akan melambat saat melewati daerah berpenduduk.

Sedangkan Concorde aluminium Overture akan menggunakan komposit karbon yang lebih ringan dan lebih mudah dibentuk menjadi bentuk yang aerodinamis.

Concorde juga akan menjadi pesawat pertama yang menggunakan bahan bakar alternatif 100 persen berkelanjutan, akan melakukan uji terbang pertamanya pada tahun 2025 dan memulai perjalanan komersial empat tahun kemudian.