Kumparan Logo

Pesona Tari Jaran Goyang Banyuwangi

kumparanTRAVELverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
video youtube embed

Nama tari Jaran Goyang sesuai dengan ajian yang diceritakan dalam tari tersebut, Jaran Goyang. Ajian dari Banyuwangi ini biasanya digunakan agar orang tertarik pada kita. Secara garis besar, tarian ini pun mengisahkan penggunaan mantra berbau mistis itu.

Tari Jaran Goyang diciptakan pertama kali pada 1965 oleh S. Parman, seniman asal Sumbersari, Srono. Tarian ini kemudian direvitalisasi pada 1969 oleh Sumitro Hadi sebelum tari Jaran Goyang dipentaskan di PON VII di Surabaya di tahun tesebut.

Tarian dibagi menjadi tiga babak. Pertama, kemunculan penari wanita lalu disusul dengan datangnya penari laki-laki. Si laki-laki yang jatuh cinta itu ditolak oleh si perempuan meski telah berulang kali mencoba mendekatinya.

Tari Jaran Goyang di Kemiren, Banyuwangi (Foto: Rina Nurjanah/kumparan)

Memasuki babak terakhir, tarian menunjukkan adegan si laki-laki menggunakan ajian Jaran Goyang dengan menabur bunga pada tubuh perempuan. Akhir cerita, si perempuan berbalik tergila-gila pada laki-laki. Mereka pun menari bersama.

Menurut cerita, tarian ini merefleksikan masyarakat Banyuwangi yang sempat dikenal luas terkait dengan berbagai ajian. Ajian Jaran Goyang sendiri dipercaya sebagai pelet yang ampuh dan hanya bisa disembuhkan oleh si pelaku.

Di luar kenyataan yang terjadi, tarian Jaran Goyang sangat menarik hati dengan adegan-adegan romantis yang dibawakannya.

Tari Jaran Goyang Banyuwangi (Foto: Nur Syarifah Sa'diyah/kumparan)