Pikir Ulang! Ini Alasan Traveler Sebaiknya Tak Cuci Tangan di Pesawat
ยทwaktu baca 3 menit

Mencuci tangan setelah dari kamar mandi memang menjadi kebiasaan penting, tapi bagaimana kalau air yang kamu gunakan justru bisa membawa bakteri berbahaya? Ya, ternyata mencuci tangan di toilet pesawat bisa jadi bukan pilihan paling higienis. Ini alasannya!
Dilansir Reader Digest, menurut ahli mikrobiologi dan awak kabin, air dari wastafel di dalam pesawat ternyata bisa membawa risiko kesehatan yang lebih besar dari yang kamu bayangkan.
Air di kamar mandi pesawat berasal dari tangki air di badan pesawat, bukan dari botol air bersih. Tangki tersebut diisi melalui truk air di bandara, yang kemudian disalurkan ke dalam pesawat melalui selang dan port atau sambungan di bagian bawah. Proses ini yang diduga menyimpan banyak potensi kontaminasi.
Jason Tetro, mikrobiologis dan penulis buku "The Germ Code", menyebut bahwa sudah lebih dari dua dekade diketahui bahwa air di pesawat dapat mengandung bakteri berbahaya, termasuk bakteri E. coli.
"Tangki air di pesawat bisa menjadi tempat pertumbuhan mikroba, seperti koliform tinja," ujarnya.
Sebuah studi pada tahun 2019 dari Hunter College NYC Food Policy Center menemukan hanya 4 dari 23 maskapai yang airnya lolos uji kualitas. Bahkan, EPA (Badan Perlindungan Lingkungan AS) telah beberapa kali menegur maskapai, karena melanggar aturan tentang kualitas air di pesawat.
Sistem Distribusi Air di Pesawat Juga Diragukan
Cecily Anderson, mantan pramugari di empat maskapai besar AS, menambahkan bahwa masalahnya bukan hanya pada air di wastafel, tetapi pada seluruh sistem distribusi air, mulai dari truk pengisi, selang, hingga tangki di pesawat.
"Truk air diisi air di bandara, lalu dialirkan ke pesawat. Mereka menghubungkan selang ke lubang di lambung pesawat dan mengisi tangki-tangkinya, yang biasanya terletak di bagian bawah badan pesawat. Jadi, intinya, air dari wastafel akan melalui perjalanan darat sebelum mencapai keran," kata Anderson.
Walaupun aturan mewajibkan tangki dibersihkan empat kali setahun, banyak yang menilai itu masih terlalu jarang. Bayangkan kalau kamu hanya membersihkan dispenser air di rumah tiga bulan sekali, apakah kamu masih mau meminumnya? Jawabannya tentu tidak.
Jadi, Haruskah Kita Berhenti Mencuci Tangan?
Mencuci tangan tetap penting, terutama untuk mencegah penyebaran penyakit seperti norovirus dan C. difficile, yang tidak bisa dibasmi hanya dengan hand sanitizer. Namun, penting untuk mencuci tangan dengan teknik yang benar.
Gunakan sabun, air hangat (jika tersedia), gosok setidaknya 30 detik, dan pastikan tangan kering sepenuhnya. Tangan lembap justru bisa menjadi surga bagi bakteri.
Kalau kamu ingin perlindungan tambahan, gunakan hand sanitizer setelah mencuci tangan.
"Saya pribadi selalu membawa hand sanitizer ke mana pun," kata Tetro.
Risiko Lain di Kamar Mandi Pesawat
Air bukan satu-satunya sumber kuman. Toilet pesawat dikenal menghasilkan aerosol feses saat disiram, yang bisa menyebar partikel ke permukaan di sekitarnya. Selain itu, gagang pintu, keran, tombol flush, dan meja kecil di dalam kamar mandi termasuk area "high-touch" yang sangat mungkin terkontaminasi.
Ada beberapa tips aman di kamar mandi pesawat. Pertama kamu bisa menggunakan tisu untuk membuka pintu saat keluar.
Jangan gunakan lengan baju atau sweater untuk menyentuh gagang pintu. Hindari menyentuh wajah sebelum membersihkan tangan.
Gunakan tisu basah disinfektan untuk membersihkan area duduk atau baki makanan.
Sementara itu, berikut tips lain buat kamu agar terhindar dari kuman saat berada di pesawat:
Bawa hand sanitizer berukuran travel (maks 100 ml).
Gunakan tisu saat menyentuh permukaan umum.
Cuci tangan dengan sabun dan keringkan sempurna.
Hindari menyentuh wajah sebelum bersih.
Gunakan toilet bandara sebelum boarding.
Biasanya lebih bersih dan airnya lebih aman.
