Kumparan Logo

Piramida China, Reruntuhan Makam Dinasti Xia Barat yang Berusia 8.000 Tahun

kumparanTRAVELverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Piramida Xia, China  Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Piramida Xia, China Foto: Shutter stock

Setiap mendengar kata piramida, yang pertama terbesit adalah makam raksasa yang berada di Mesir. Namun, Mesir bukan satu-satunya negara di mana bangunan piramida dapat dijumpai.

Di China, sekitar 30 kilometer sebelah barat Yinchuan, terdapat kompleks pemakaman yang sangat besar, warisan dinasti Xia Barat. Tepatnya, di lereng timur pegunungan Helan. Di kawasan ini, tersebar sekitar 40 kilometer persegi pemakaman yang biasa disebut penduduk setempat sebagai "Piramida China".

Dilansir Amusing Planet, sejumlah ahli menilai, bangunan yang ditaksir berusia 8.000 tahun ini mungkin menjadi jalan masuk menuju sejarah kuno China. Sama seperti di Afrika, Piramida China juga dipakai untuk memakamkan raja-raja. Bedanya, bentuk bangunan ini bukan berasal dari batu yang disusun, melainkan dibuat dengan menyusun batu-bata dengan perekat lumpur.

Piramida Xia, China Foto: Shutter stock

Sehingga dari kejauhan, bangunan itu lebih mirip lumpur dan tanah yang ditumpuk. Dinasti Xia Barat memerintah sekitar abad ke-11 dan ke-13. Sebelumnya, bangunan itu dimusnahkan oleh pemimpin bangsa Mongol, Genghis Khan.

Pada tahun 1219, Genghis Khan meminta bantuan militer kepada kaisar Xia Barat, Asha, untuk melawan invasi Khwarezmia dan Iran Timur. Namun, Asha menolak dan menyatakan bahwa Genghis membutuhkan bantuan dari orang lain, sehingga tidak memiliki klaim atas kekuasaan tertinggi.

Genghis Khan pun merasa terhina dengan kesombongan Asha sehingga ia bersumpah untuk mengempaskan Xia Barat dari muka bumi. Untuk pertama kalinya, Genghis Khan menjadi seseorang yang berhasil mengalahkan Xia dan sukses menginvasi Khwarezmia.

Piramida Xia, China Foto: Shutter stock

Kemudian Genghis melanjutkan ekspansi ke Western Xia. Tentara Mongol menghancurkan Xia Barat dengan membantai seluruh populasi mereka. Pada saat ibu kota kerajaan Yinchuan jatuh, semua hal dihancurkan, termasuk dokumen tertulis.

Banyak karya arsitektur kekaisaran dan artefak budaya yang dihancurkan. Sehingga sampai abad ke-20, tidak ada yang tahu siapa yang mendirikan Western Xia. Sayangnya, masih sedikit yang mengetahui kelompok etnis Tangut yang diduga mendirikan kekaisaran.

Makam ini sampai sekarang masih berdiri tegak, dan dianggap sebagai sebuah keajaiban. Ruangan makam di sini menempati area lebih dari 100.000 meter persegi, dikelilingi oleh dinding tebal. Di bangunan ini, terdapat menara pengawas, paviliun batu, aula pengorbanan dan peti mati. Namun banyak juga bagian bangunan yang sulit diketahui fungsinya.

Piramida Xia, China Foto: Shutter stock

Kuburan ini juga menyimpan lima atau tujuh cerita misterius. Cerita itu dinarasikan melalui langit-langit tiap ruangan yang dulunya dilapisi dengan deretan ubin warna hijau mengkilap yang dihias dengan mewah.

Arkeolog percaya bahwa sisi teras spiritual awalnya berwarna merah tua, sengaja untuk membuat kontras dengan ubin hijau. Kita hanya bisa membayangkan betapa megahnya makam itu.

Namun ubin mengkilap itu sudah musnah. Yang tersisa sekarang adalah gundukan tanah cokelat yang telah runtuh. Untungnya, bahan bangunan, pecahan batu, menara, ubin mengkilap, dinding prasasti masih tetap ada, sehingga pengunjung masih bisa memperoleh informasi menarik tentang Western Xia.

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).