Untitled Image

Polling: Weekend Getaway di Melbourne, Menurutmu Enaknya ke Mana?

2 Agustus 2023 16:13 WIB
·
waktu baca 9 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
AC/DC lane with street art: Mike Makatron. Foto: Visit Victoria
zoom-in-whitePerbesar
AC/DC lane with street art: Mike Makatron. Foto: Visit Victoria
Platform penyewaan penginapan dan properti jangka pendek asal Amerika, Airbnb, menobatkan Melbourne sebagai salah satu destinasi wisata paling tren di 2023. Tak hanya karena angka pemesanan ke ibu kota negara bagian Victoria tersebut, ibu kota Negara Bagian Victoria ini bertahun-tahun dinobatkan sebagai kota paling layak huni di dunia.
Sarana transportasi memadai, fasilitas penunjang yang lengkap, lingkungan aman, dan tentunya destinasi populer memesona jadi beberapa kelebihan Melbourne. Ditambah jarak yang strategis dengan Indonesia, Melbourne cocok untuk weekend getaway demi menyegarkan pikiran sejenak dari rutinitas.
Tertarik liburan ke Melbourne tapi bingung mau ke mana? Sebelum berangkat, yuk intip beberapa aktivitas yang bisa kamu lakukan selama liburan akhir pekan di sana!

Jalan-jalan di pusat kota yang aesthetic

Di pusat hingga sudut kota, mudah sekali menemukan spot-spot aesthetic yang dapat menghiasi feed media sosialmu. Bahkan saat jalan-jalan santai menyusuri gang-gang, kamu akan dimanjakan dengan pemandangan mural yang unik.
Penasaran? Arahkan kaki ke jalur utama Flinders Lane yang instagenik. Sepanjang jalan ini terdapat gedung-gedung berkonsep industrial, deretan butik kafe, hingga toko fashion item mungil dari desainer lokal.
Flinders Lane. Foto: Visit Victoria
Flinders Lane juga dikenal sebagai salah satu jalanan pusat hi nya makanan terbaik di Melbourne. Ya, di sini terdapat beberapa restoran fine dining langganan pemenang penghargaan kuliner yang populer di kalangan foodies, di antaranya Cumulus Inc., Supernormal, Coda, Chin Chin, Cecconi's, dan Kenzan.
Tak jauh dari jalur utama Flinder Lane, jangan lupa sambangi Centre Place yang kerap dijuluki Diagon Alley-nya Melbourne. Ya, sepanjang jalan kecil ini, berderet toko-toko vintage mungil hingga coffee shop dengan tembok penuh grafiti serta lantai batu berwarna kebiru-biruan.
Centre Place. Foto: Visit Victoria
Bila lelah berjalan-jalan, kamu bisa melipir di salah satu kafe untuk menyesap kopi sambil menikmati hiruk-pikuk jalanan yang sangat “hidup”. Dari puluhan toko yang berderet, ada beberapa yang jadi favorit pelancong.
Ada Jungle Juice yang tidak hanya menyajikan jus segar, namun juga aneka sajian kopi hingga bagel ala New York; ShanDong MaMa Mini surganya aneka sajian dimsum; butik berkonsep vintage, Kinki Gerlinki; hingga toko perhiasan batu yang antik Gazelle Jewellery.
Guildford Lane. Foto: Visit Victoria
Bila ingin menikmati Melbourne yang lebih tenang dan hijau, kamu bisa jalan santai menyusuri Guildford Lane. Ya, gang ini dipenuhi oleh pot-pot bunga dan tanaman yang merambat di bangunan bata merah di kiri-kanannya.
Gang yang berada di antara Queen Street dan Sutherland Street ini juga punya beberapa kafe dan galeri seni yang bisa kamu kunjungi. Kamu bisa mampir ke Cat Café Melbourne, rumah bagi kucing terlantar yang dibiarkan berkeliaran bebas di dalam kafe. Atau ke Scoopy untuk menyegarkan tenggorokan dengan berbagai pilih rasa bingsu--es serut khas Korea.

Menjelajah destinasi alam yang menakjubkan

Melbourne punya banyak destinasi wisata alam yang tak kalah menakjubkan, salah satunya 12 Apostles yang menjulang tinggi di Samudra Selatan, tepatnya di sepanjang Great Ocean Road yang terkenal.
12 Apostles. Foto: Visit Victoria
12 Apostles merupakan pilar-pilar batu kapur setinggi 45 meter. Dulunya, pilar ini sebenarnya menyatu dengan tebing daratan. Namun terpaan ombak dan hembusan angin selama ratusan tahun mengikisnya hingga terbentuk pilar yang terpisah.
Ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mengamati pilar batu raksasa ini. Kamu bisa menyusuri pantai dan naik ke pos pengamatan yang tersedia dengan menaiki 86 anak tangga setinggi 70 meter. Waktu terbaik untuk datang ke sini adalah saat fajar atau senja, karena kamu dapat melihat kontrasnya langit yang berwarna oranye dan keunguan dengan birunya laut.
Selain perjalanan darat, kamu bisa menikmati panorama cantik pantai paling spektakuler di Australia dengan penerbangan helikopter di atas 12 Apostles. Berangkat dari heliport di belakang 12 Apostles Visitor Centre, kamu tidak hanya dapat melihat pilar batu kapur yang tersohor di dunia ini dari ketinggian, namun juga pemandangan pantai yang diapit tebing tinggi Loch Ard Gorge, London Bridge, Grotto, Bay of Islands, Shipwreck Coast, hingga ke tempat mercusuar tertua di Australia, Cape Otway, dari ketinggian.
Banyak pengalaman yang bisa kamu rasakan saat menyambangi Grampians. Berada di barat Victoria, kawasan ini sangat sempurna untuk kamu yang suka berpetualang menjelajah alam, tertarik dengan budaya dan kisah Aborigin, hingga pecinta kuliner dan anggur. Kawasan yang juga menjadi margasatwa ini cocok untuk kamu yang ingin liburan tenang bersama keluarga dan anak-anak.
Mount Williams, Grampians National Park. Foto: Matt Donovan/Visit Victoria
Grampians terkenal di kalangan pendaki karena memiliki banyak perbukitan dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda, dari jalur yang bisa ditempuh dalam hitungan jam hingga berhari-hari. Salah satunya The Pinnacle Lookout, titik pandang paling populer di Grampians National Park.
Jalur termudah ke The Pinnacle Lookout bisa ditempuh selama 1-2 jam sepanjang 4,2 km dari Sundial Carpark di Halls Gap. Kenakan sepatu yang kokoh dan pakaian nyaman, karena selama perjalanan kamu akan melewati bebatuan dan aliran air kecil yang agak licin. Bila beruntung, kamu juga bisa bertemu satwa liar endemik Australia seperti koala, kanguru, ular, kadal, hingga echidna atau sejenis landak.
Jangan lupa luangkan waktu untuk menjelajahi pedesaan yang asri di Grampians. Kamu bisa berjalan-jalan di kebun anggur yang luas sambil menyelami sejarah pembuatan wine yang sudah aja sejak 150 tahun lalu; mampir ke restoran terdekat untuk mencicipi makanan berbahan lokal yang menggiurkan; dan datang Brambuk, Pusat Budaya Aborigin yang memungkinkan kamu mempelajari sejarah, mengecat boomerang, hingga menyaksikan pertunjukan di Gariwerd Dreaming Theater.
Belum puas menjelajah alam Melbourne? Yuk, lanjutkan perjalanan ke Wilsons Promontory, kawasan margasatwa yang membentang seluas 505 kilometer persegi di ujung paling selatan daratan Australia.
Di cagar alam ini, kamu bisa trekking menjelajahi hutan hujan yang sejuk, puncak-puncak berbatu, hingga menyusuri pantai yang masih sepi. Kamu dan keluarga juga bisa berkemah atau menginap di kabin yang ada di Tidal River.
Wilsons Promontory Cruises. Foto: Visit Victoria
Dari pusat informasi Tidal River, kamu bisa berjalan mendaki bukit pasir menuju Norman Beach, sebuah tempat yang menarik untuk berenang, berselancar, dan berlayar. Di perjalanan, kamu akan disuguhi pemandangan indah teluk Little Oberon hingga kelompok kepulauan Anser dan Glennie di Bass Strait.
Tapi salah satu yang paling menarik perhatian tentu bentuk karang di pulau Cleft Island, yang juga dikenal sebagai Skull Rock. Ya, bila diperhatikan dengan saksama, karang ini menyerupai tengkorak yang mengapung di laut lepas.
Jangan sampai melewatkan perjalanan ke Mount Oberon! Dari Telegraph Saddle Carpark, kamu bisa memulai perjalanan sepanjang 7 km hingga ke puncak gunung batu ini. Nikmati indahnya pemandangan Tidal River, pesisir, dan kepulauan lepas pantai Prom yang semakin mempesona saat matahari terbenam. Pastikan memakai pakaian yang hangat karena cuaca di sini cukup berangin sepanjang tahun.
Bila kamu ingin merasakan pengalaman musim dingin di Australia, datang ke Mount Buller adalah keputusan yang tepat. Mount Buller adalah surganya pecinta olahraga salju dengan wahana ski seluas 300 hektare, jalur sepanjang 2,5 kilometer, dan jaringan ski lift terbesar di Victoria.
Mount Buller. Foto: Visit Victoria
Coba pengalaman naik kereta luncur tradisional anjing husky melewati jalur tertutup salju yang pasti disukai anak-anak. Atau bila kamu datang saat musim panas, bersepeda ke Mount Stirling melewati Craig's Hut dan air terjun Bindaree bisa jadi alternatifnya.
Jika hanya ingin bersantai sambil menikmati dinginnya udara di Mount Buller, kamu bisa berkunjung ke Mount Buller Village dan berbaur dengan warga lokal.
Banyak aktivitas yang bisa kamu lakukan, seperti mencicipi hidangan khas lokal di restoran terdekat, jalan santai keliling desa, atau berendam air panas di resort yang berada di pusat pedesaan. Pilihan penginapan pun cukup beragam, mulai dari ski resort, penginapan mewah, pondok, apartemen, hingga hostel yang cocok untuk backpacker.

Nonton pertunjukan teater tak terlupakan

Melbourne juga bukan destinasi yang asing bagi para penikmat seni teater. Bagaimana tidak, setiap tahunnya ada banyak teater dan musikal yang ditampilkan di berbagai gedung pertunjukkan.
Princess Theatre. Foto: Visit Victoria
Princess Theatre menjadi salah satu gedung pertunjukkan terbesar dan paling populer di Melbourne. Berdiri sejak 1854, gedung berkapasitas 500 tempat duduk dan 600 standing ini menjadi lokasi pertunjukkan teater populer, sebut saja ‘Les Miserables’, ‘The Phantom of the Opera’, ‘Mama Mia!’, hingga spin-off saga Harry Potter, ‘Harry Potter and The Cursed Child’ yang baru saja berakhir pada 9 Juli lalu.
Ada juga Regent Theatre yang menjadi rumah bagi banyak pertunjukkan populer seperti 'The Lion King', 'Sunset Boulevard', 'Love Never Dies', dan 'King Kong'. Dibuka kembali pada 1996 setelah sebelumnya mengalami berbagai masalah dan penutupan, teater ini dulunya merupakan bekas istana, sehingga tidak heran, interiornya begitu mewah khas gedung-gedung klasik.
Regent Theatre. Foto: Visit Victoria
Satu lagi gedung teater yang harus kamu kunjungi saat ke Melbourne, yaitu Her Majesty’s Theatre. Dibuka pertama kali pada 1886, gedung ini menonjolkan interior yang elegan khas Art Deco yang populer pada awal 1900-an. Bahkan pada 1986 atau tepat saat peringatannya yang ke-100, Her Majesty's Theatre diklasifikasikan oleh National Trust dan terdaftar di Victorian Heritage Register.
Selain menampilkan pertunjukkan musikal hebat Melbourne, Her Majesty’s Theatre juga kerap menghadirkan pertunjukkan opera, balet, sandiwara, hingga konser musisi kenamaan Australia dan internasional.
Agar liburan kamu ke Melbourne naik level, jangan lupa mempersiapkan rencana perjalanan secara matang, ya! Termasuk memilih maskapai yang tepat.
Maskapai penerbangan peraih penghargaan terbanyak di dunia, Singapore Airlines, akan mengantarmu ke perjalanan tak terlupakan ke Melbourne dari 4 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Medan. Singapore Airlines telah mempersiapkan promo terbaik bagi kamu yang berniat berkunjung ke Melbourne mulai dari Rp 8,6 juta. Temukan informasi lebih lanjut terkait promonya di sini, ya!
Nah, kamu juga bisa menikmati berbagai keuntungan lainnya dengan mendaftar sebagai anggota KrisFlyer. Berbagai keuntungan ini tidak hanya bisa dinikmati saat terbang menggunakan Singapore Airlines saja, namun saat melakukan berbagai aktivitas favoritmu.
Selain untuk tiket dan upgrade penerbangan, kamu bisa menukarkan miles untuk hotel dan rental mobil di KrisFlyer VROOMS agar petualangan selama di Melbourne lebih maksimal. Dengan minimal 1.500 miles, kamu sudah bisa menikmati harga diskon penyewaan mobil di lebih dari 29.000 lokasi di seluruh dunia, serta nikmati hotel dan resort lebih dari 250.000 pilihan!
Kamu bisa mencari destinasi dan atraksi wisata di Melbourne yang ingin dikunjungi lewat Pelago.co. Di sini, kamu juga bisa mengumpulkan miles untuk setiap transaksi (1 SGD dapat mengumpulkan 4 miles). Demikian juga sebaliknya, kamu dapat membayar transaksimu dengan miles, lho!
Untuk pengguna pertama, dapatkan diskon 10 persen dengan memasukkan kode promo PELAGOWELCOME10 yang berlaku hingga 31 Desember 2023. Jadi, tunggu apa lagi? Daftarkan dirimu sebagai anggota KrisFlyer sekarang di sini dan nikmati berbagai keuntungannya!
Advertorial ini dibuat oleh kumparan Studio
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten