Kumparan Logo

PPKM Level 4, Sriwijaya Air Group Bebaskan Biaya Reschedule hingga Tawari Refund

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air di landasan pacu Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air di landasan pacu Foto: Shutterstock

Sriwijaya Air Group mengambil sikap terhadap langkah pemerintah yang kembali kebijakan PPKM Level 4 guna meredam penyebaran COVID-19.

Direktur Niaga Sriwijaya Air Group, Henoch Rudi Iwanudin, menyatakan pihaknya akan melakukan berbagai penyesuaian dan strategi guna mengantisipasi menurunya jumlah penumpang imbas kebijakan PPKM Level 4.

kumparan post embed
Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air yang tengah mengudara Foto: Shutterstock

"Sriwijaya Air Group telah melakukan berbagai penyesuaian dan strategi, di antaranya adalah strategi penyesuaian produksi dan capacity management dengan mempertimbangkan tingkat permintaan dan kondisi tiap-tiap daerah," ujar Henoch seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima kumparan, Jumat (6/8).

Henoch mengatakan, pihaknya juga akan melakukan penyesuaian rute penerbangan. Hal ini dikarenakan adanya beberapa daerah yang belum dapat memfasilitasi masyarakat dalam memenuhi persyaratan melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara.

kumparan post embed
Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air. Foto: situs resmi Sriwijaya Air

Terkait dengan adanya penyesuaian jadwal penerbangan ini maka Sriwijaya Air Group telah menyiapkan kebijakan tiket yang fleksibel.

"Untuk memudahkan pelanggan, di antaranya adalah dengan membebaskan biaya rebook atau reschedule (penjadwalan ulang," lanjutnya.

Selain itu, Sriwijaya Air Group juga memberikan fasilitas refund dalam bentuk e-voucher yang berlaku untuk satu tahun dan dapat digunakan untuk pembelian tiket atau produk Sriwijaya Air Group lainnya.

Upaya Sriwijaya Air Group untuk tetap bertahan

Ilustrasi Maskapai Garuda dan Sriwijaya Air. Foto: Shutter stock

Selama masa PPKM ini, tak bisa dipungkiri sektor transportasi barang bukan lagi hanya sebatas pendapatan sampingan dalam industri penerbangan. Seperti diketahui, saat ini pemerintah membatasi mobilitas manusia untuk mencegah penyebaran COVID-19. Namun, mobilitas barang (logistik) tetap berjalan.

Untuk itu, Henoch menyebut bahwa pihaknya akan terus memaksimalkan pendapatan perusahaan dari sektor ini.

"Salah satu strategi bisnis kargo Sriwijaya Air Group di masa PPKM ini adalah dengan mendedikasikan pesawat untuk menjadi pesawat khusus kargo dan mengoperasikan beberapa extra flight untuk mengangkut kargo," ujarnya.

Ia pun mengungkapkan bahwa manajemen Sriwijaya Air Group akan terus mendukung setiap upaya pemerintah dalam memerangi pandemi COVID-19.

"Kami optimis kebijakan-kebijakan tersebut akan memberikan hasil yang baik sehingga ekonomi ke depan akan bangkit lagi serta tentunya industri penerbangan pun akan tumbuh kembali," pungkas Henoch.

embed from external kumparan

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)