Kumparan Logo

Pulau Salura di Mata Traveler

kumparanTRAVELverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Pantai di Pulau Salura (Foto: kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
com-Pantai di Pulau Salura (Foto: kumparan)

Ketika melihat Pulau Salura dari foto atau postingan di media sosial, kamu pasti akan langsung dibuat terpana dengan keindahannya. Namun, bagaimana realita yang ada di sana?

Penasaran dengan pulau indah di perbatasan RI-Australia tersebut, kumparan (kumparan.com) pun mendapatkan kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Muhamad Habibi, seorang traveler asal Pemalang, Jawa Tengah, yang pernah mengunjungi Pulau Salura.

Dibandingkan dengan beberapa destinasi lain, Salura merupakan sebuah pulau yang cukup sulit untuk dijangkau. Tapi kendala tersebut tak menyurutkan tekad traveler ini untuk menjejakan kaki di Pulau Salura.

com-Traveler di Bukit Salura (Foto: kaskus/abhiebsd)
zoom-in-whitePerbesar
com-Traveler di Bukit Salura (Foto: kaskus/abhiebsd)

Berawal dari solo traveling-nya ke Sumba Timur di tahun 2017 lalu, Abhie, sapaan akrabnya, memutuskan untuk mengunjungi Salura berdasarkan informasi yang ia dapat dari Instagram dan juga guru yang mengabdi dari program SM3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

"Pulau ini unik, multi culture, menggunakan listrik dari solar cell, dan penduduknya mayoritas Islam," jelas Abhie yang dihubungi oleh kumparan.

Mengunjungi Pulau Salura, berarti traveler harus bersiap menyebrang lewat jalur laut dari Waingapu. Ditemani oleh seorang kepala sekolah SMP di Salura, Abhie pun menyebrang dengan menggunakan kapal cumi kecil yang juga bisa di charter oleh para traveler.

"4-5 jam dari Waingpu sampai ke tempat penyebrangan pakai motor, kalau naik mobil mungkin akan lebih lama lagi, karena kondisi jalannya kurang baik," jelasnya.

Ia pun melanjutkan, "Kalau akses jalan banyak yang rusak, tapi view-nya bagus. Mending jangan datang saat musim hujan. Tapi di sana susah sinyal, GSM (geser dikit mati)".

com-Pantai di Salura (Foto: tripadvisor/abhie_mh90)
zoom-in-whitePerbesar
com-Pantai di Salura (Foto: tripadvisor/abhie_mh90)

Walaupun cukup sulit untuk dijangkau, namun keindahan Pulau Salura nampaknya mampu membuat jatuh hati siapa saja yang mendatanginya. Pasalnya, semua keindahan alam yang ada di sana masih asri, bahkan masih belum terkelola. Tak hanya soal keindahan alam, Salura juga memiliki perpaduan wisata alam dan juga budayanya.

“Traveling ke Salura sangat worth it. Nggak hanya pantai dan bukit, culture dan tech juga. Karena di sana 100 persen pakai solar cell untuk listiknya,” terang pemilik akun Instagram @abhie_mh90.

Pantai yang alami, bukit yang indah, budaya yang unik menjadi keunggulan Pulau Salura sebagai sebuah destinasi wisata yang lengkap. Penasaran dengan keindahan Pulau Salura, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur? Tunggu perjalanan Road Trip kumparan All New Vixion-R Peduli Salura pada 10-12 Maret mendatang. Jangan sampai ketinggalan ya!