Pulau Terpencil di Jepang Ini Ada di Dalam Kawah Gunung Berapi yang Aktif

6 Desember 2022 8:25
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Pulau Aogashima di Jepang. Foto: Nishi's Images/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pulau Aogashima di Jepang. Foto: Nishi's Images/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Di dunia ini terdapat banyak pulau, tentu saja setiap pulau pasti memiliki keunikannya tersendiri. Namun, apakah pernah terbayang bagaimana pulau di Jepang yang berada di dalam kawah gunung berapi?
ADVERTISEMENT
Sebuah pulau yang jaraknya sekitar 358 km dari Kota Tokyo, Jepang, ini terletak di dalam kawah gunung berapi. Pulau tersebut bernama Aogashima.
Pada 1785, mungkin adalah kejadian yang tak terlupakan. Setidaknya setengah populasi dari 327 penduduk berhasil mengungsi dan sisanya tewas akibat letusan gunung berapi.
Menurut Badan Meteorologi Jepang, Aogashima adalah sebuah gunung berapi yang hingga kini masih aktif. Sampai saat ini gunung tersebut pun masih dipantau karena selalu ada kemungkinan sejarah bisa terulang.
Ilustrasi Pulau Aogashima di Jepang. Foto: Nishi's Images/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pulau Aogashima di Jepang. Foto: Nishi's Images/Shutterstock
Dilansir Smithsonian Magazine, pulau ini terbentuk dari sisa-sisa empat kaldera yang tumpang tindih berabad-abad lalu dan sebagian besar desa terletak di dalam dinding kawah luar.
Di balik kisah yang menyeramkan di pulau tersebut, tentu mereka memiliki hal-hal yang membuat banyak orang kagum. Biasanya, penduduk di sana memiliki hobi memancing karena pulau ini terletak di tengah Laut Filipina.
ADVERTISEMENT
Bukan hanya itu, mendaki gunung, berkemah, dan berenang juga merupakan kegiatan yang populer. Ya, meskipun tebing pulau tersebut curam dan berbatu dapat membuat mengakses air menjadi tantangan di mana saja.
Ilustrasi Pulau Aogashima di Jepang. Foto: KKKvintage/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pulau Aogashima di Jepang. Foto: KKKvintage/Shutterstock
Di sana juga terdapat sauna alami yang berasal dari energi panas bumi gunung berapi. Turis yang mau pergi ke sana, bisa membawa makanan dan memasaknya dengan meletakkannya di atas salah satu lubang uap sauna. Sauna memiliki koleksi panci dan wajan yang siap untuk merebus telur dan makanan ringan lainnya.
Mungkin banyak yang bertanya, lantas penduduknya bekerja sebagai apa? Penduduk di sana sebagian besar bekerja sebagai petani dan nelayan. Sebab, di sana memiliki lahan subur yang sangat luas.
Belum lagi, pulau ini menjadi tempat penyulingan shochu minuman keras yang mirip dengan vodka dan menjadi produsen garam, hingga memiliki toko kelontong.
Ilustrasi Pulau Aogashima di Jepang. Foto: ponpokorin/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pulau Aogashima di Jepang. Foto: ponpokorin/Shutterstock
Meskipun pulau ini berukuran hanya memiliki luas 8,75 km persegi, sebagian besar penduduknya bepergian dengan mobil daripada bersepeda atau berjalan kaki.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Hal tersebut tentu memiliki alasannya. Sebab, orang-orang enggan bepergian dengan sepeda karena angin di sana sangat kencang dan iklim hujan yang tak menentu.
Aogashima memiliki beberapa jalan raya, dengan sebagian besar berliku-liku di sepanjang pusat pulau. Penduduk yang ingin bepergian ke Tokyo, mereka harus menggunakan kapal feri atau helikopter.

Pariwisata di Aogashima, Jepang

Melihat terpencilnya pulau ini, lantas bagaimana pariwisatanya? Apakah berjalan dengan baik dan bisa dikunjungi oleh para turis?
Dilansir Go Tokyo, sebagian besar dari Pulau Aogashina memang masih belum tersentuh oleh pariwisata. Namun, Aogashima adalah tujuan akhir bagi pecinta alam, penjelajah, dan tipe alam terbuka.
Satu-satunya cara untuk mencapai Aogashima adalah melalui Hachijojima, sebuah pulau besar yang berjarak 70 km ke arah utara. Hachijojima memiliki bandara dan dapat dicapai melalui udara atau perahu dari Tokyo.
ADVERTISEMENT
  • Dari Hachijojima dengan kapal: Kapal memakan waktu sekitar 2 jam 30 menit. Perhatikan bahwa layanan dapat dipengaruhi oleh cuaca buruk.
  • Dari Hachijojima dengan helikopter dengan waktu penerbangan selama 20 menit.
Dengan memiliki Topografi yang menakjubkan, pulau ini memiliki pemandangan terbaik jika turis melakukan penerbangan helikopter, tetapi ada jalan setapak untuk didaki dengan pengamatan melintasi kawah dan laut.
Selain itu, ada salah satu sudut pandang terbaik yaitu Taman Observasi Oyama. Dari sini turis dapat melihat kaldera ganda yang spektakuler, dengan Gunung Maruyama di tengahnya, serta titik tertinggi di pulau itu, yang disebut Otonbu. Pada hari yang cerah turis bahkan dapat melihat tetangga Hachijojima di kejauhan.
Di malam hari, ada kesempatan melihat bintang yang berada di luar dunia ini. Ini adalah tempat yang sempurna untuk menikmati kemegahan Bima Sakti. Pada waktu yang tepat, turis mungkin bisa melihat Canopus, bintang paling terang kedua di langit malam, atau hujan meteor Perseid.
Ilustrasi Pulau Aogashima di Jepang. Foto: Nishi's Images/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pulau Aogashima di Jepang. Foto: Nishi's Images/Shutterstock
Di pulau ini hanya ada satu toko, satu kantor pos, dan tiga bar. Di bar, kamu dapat mencoba beberapa hidangan lokal dan mencicipi Aochu, minuman seperti vodka di pulau ini yang terbuat dari ubi jalar.
ADVERTISEMENT
Bar pulau adalah tempat yang tepat untuk bertemu penduduk setempat dan bernyanyi karaoke. Turis juga dapat meluangkan waktu untuk bersantai di Aogashima Fureai Sauna.
Masalah Akomodasi di pulau ini memang terbatas pada beberapa penginapan kecil atau perkemahan pulau gratis. Perkemahan memiliki fasilitas minimal, tetapi ada sauna panas bumi di dekatnya di mana turis juga dapat mandi dan bersantai.
Di luar fasilitas tersebut, terdapat beberapa ventilasi panas bumi untuk memasak telur dan ubi, tersedia di toko pulau. Harap diperhatikan bahwa akomodasi di Aogashima karena jika ingin melakukan perkemahan para turis harus melakukan pemesanan.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020