Ramadan Segera Tiba, Ini 7 Wisata Religi di Jakarta yang Menarik Dikunjungi

26 Februari 2025 9:05 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Masjid Ramlie Musofa. Foto: AFP/Adek Berry
zoom-in-whitePerbesar
Masjid Ramlie Musofa. Foto: AFP/Adek Berry
ADVERTISEMENT
Menjelang bulan suci Ramadan, ada banyak kegiatan yang bisa kamu lakukan. Selain beribadah dan mendekatkan diri dengan Allah SWT, kamu juga bisa wisata religi dengan mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan sejarah Islam.
ADVERTISEMENT
Tak perlu jauh-jauh ke luar kota, kamu bisa wisata religi di Jakarta. Mulai dari masjid yang menjadi saksi kemerdekaan Indonesia, hingga masjid dengan arsitektur unik. Berikut tujuh tempat wisata religi di Jakarta.

1. Masjid Istiqlal

Seorang peserta Forum Internasional Humanitarian Islam memotret kubah dalam masjid saat berkunjung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (4/11/2024). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
Berada di bekas Taman Wilhelmina, di timur laut Lapangan Medan Merdeka, Istiqlal merupakan masjid terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Dibangun pada 24 Agustus 1961, Masjid Istiqlal adalah buah gagasan Menteri Agama KH. Wahid Hasyim dan Anwar Tjokroaminoto.
Berlapis marmer, Masjid Istiqlal merupakan perpaduan antara arsitektur Indonesia, Eropa, dan Timur Tengah yang dirancang oleh Frederich Silaban. Mampu menampung kurang lebih 200 ribu orang, tak heran masjid ini setiap tahunnya ramai menjadi lokasi salat Idul Fitri.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari laman Dunia Masjid, Masjid Istiqlal merupakan kebanggaan bangsa Indonesia. Sebab, masjid ini menjadi ungkapan dan wujud dari rasa syukur bangsa, serta rakyat Indonesia setelah berhasil merdeka dari penjajahan. Karena itulah masjid ini dinamakan Istiqlal yang artinya Merdeka.

2. Masjid Agung Sunda Kelapa

Suasana menjelang salat Jumat di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Jumat (6/3). Foto: Lutfan Darmawan/kumparan
Masjid Agung Sunda Kelapa mencerminkan perjalanan panjang pembangunannya sebagai salah satu masjid besar di Jakarta.
Masjid ini bangun pada 1966 oleh swadaya masyarakat Menteng dan dukungan pemerintah daerah DKI Jakarta pada saat itu, yaitu Gubernur Ali Sadikin, dan diresmikan pada 1971.
Pembangunan masjid ini diharapkan dapat menjadi tempat warga sekitar melaksanakan ibadah salat, maupun mengikuti kajian-kajian yang diselenggarakan di dalamnya.
Tak hanya itu, Masjid Agung Sunda Kelapa juga terbilang memiliki arsitektur yang unik, di mana tidak berkubah dan atapnya berbentuk perahu. Masjid ini juga memiliki desain interior dan eksterior yang indah.
ADVERTISEMENT

3. Masjid Perahu Baiturrahman

Masjid Perahu di Tebet Foto: Helmi Afandi/kumparan
Masjid Agung Al-Munada Darussalam Baiturrahman atau Masjid Perahu Baiturrahman terletak di Jalan Raya Casablanca, Menteng Dalam, Jakarta Selatan.
Didirikan pada tahun 1960-an oleh KH Abdurrahman Masum, perahu di masjid ini digunakan sebagai tempat berwudu umat Islam sebelum melakukan ibadah salat.
Menurut imam masjid, perahu ini melambangkan kisah Nabi Nuh dan sebagai pembelajaran untuk mengajak umat Islam beribadah.
Masjid Perahu Baiturrahman juga memiliki beberapa keistimewaan, di mana terdapat Al-Quran raksasa berukuran 2x1 meter dengan ketebalan 30 cm. Selain itu, di bagian puncak masjid juga terdapat emas dengan berat 3 kg yang berjumlah 99, sesuai dengan Asmaul Husnah.

4. Masjid Ramlie Mustofa

Masjid Ramlie Musofa. Foto: AFP/Adek Berry
Keunikan masjid ini adalah bangunannya yang terinspirasi dari salah satu bangunan ikonik India, yaitu Taj Mahal. Hal itu bisa kamu temukan di bangunannya yang didominasi dengan warna putih bersih.
ADVERTISEMENT
Diresmikan pada 2016 lalu, Masjid Ramlie Musofa didirikan oleh seorang mualaf keturunan Tionghoa yang berasal dari Aceh bernama H. Ramli Rasidin.
Warna putih yang mendominasi Masjid Ramlie Musofa merupakan lambang cinta H. Ramli Rasidin, pada Allah SWT dan Islam. Bangunannya dihias pilar berukuran besar dan tinggi, serta kaligrafi Al-Quran yang dipahat dengan memadukan tiga bahasa di dindingnya, yaitu bahasa Indonesia, Arab, dan Mandarin.
Masjid Ramlie Mustofa dibangun dengan megah di seberang Danau Sunter, Jakarta Utara.

5. Jakarta Islamic Center

Menara Masjid Jakarta Islamic Center Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Jakarta Islamic Center merupakan tempat yang enggak hanya mengajak kamu untuk berwisata religi, tetapi juga wisata edukasi untuk menambah pengetahuanmu tentang sejarah Islam.
Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta yang berada di Kramat Tunggak, Jakarta Utara ini merupakan karya dari Ahmad Noe-man, arsitek yang juga mendesain Masjid At-Tin di Taman Mini Indonesia Indah.
ADVERTISEMENT
Selain beribadah, kamu juga bisa mengikuti berbagai seminar, kajian, dan program pemberdayaan di sana.

6. Masjid Cut Meutia

Warga berjalan menuju Masjid Cut Meutia di Menteng, Jakarta, Selasa (12/3/2024). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Berdiri di atas tanah seluas 5.000 meter persegi, Masjid Cut Meutia mampu menampung sekitar 3.000 orang jemaah. Keunikan Masjid Cut Meutia adalah bangunan arsitekturnya yang masih dipertahankan hingga sekarang.
Berdiri sejak masa kolonial, bangunan masjid dihiasi dengan seni kaligrafi Islam. Sebelum menjadi masjid, bangunan ini pernah menjadi gedung pemerintahan Belanda, kantor pos Belanda, kantor jawatan kereta api Belanda, dan kantor angkatan laut Jepang.
Di masa setelah kemerdekaan, bangunan yang berada di Jalan Cut Mutiah, Menteng, Jakarta Pusat ini pernah menjadi kantor urusan perumahan, kantor urusan agama, hingga Sekretariat Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS). Karena sejarahnya yang panjang, tak mengherankan jik masjid ini juga ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya di Jakarta.
ADVERTISEMENT

7. Masjid Si Pitung

Terakhir, masjid satu ini sangat lekat dengan sosok pahlawan Betawi, Si Pitung. Ya, masjid ini juga dikenal dengan nama Masjid Al-Alam.
Meski erat kaitannya dengan Pitung, namun masjid ini tidak dibangun oleh Pitung atau keluarganya. Masjid ini justru menjadi saksi sejarah masa kecil Si Pitung.
Dibangun pada tahun 1600-an, Masjid Si Pitung terletak di tepi Pantai Marunda, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara. Arsitektur masjid mirip-mirip Masjid Demak di Jawa Tengah, namun dengan ukuran yang lebih kecil.
Atap Masjid Si Pitung berbentuk joglo, ditopang empat pilar bulat, seperti kaki bidak catur. Sejak 1975, Masjid Si Pitung dinyatakan sebagai cagar budaya.
Bagaimana, sudah siap wisata religi saat Ramadan nanti?
ADVERTISEMENT