Food & Travel
·
18 Januari 2021 15:46

Ramai Bule Ajak Pindah Wisatawan Asing ke Bali, Begini Aturan WNA Tinggal di RI

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ramai Bule Ajak Pindah Wisatawan Asing ke Bali, Begini Aturan WNA Tinggal di RI (192512)
Keindahan Pura Ulun Danu, Bali Foto: Shutter stock
Jagat Twitter dihebohkan oleh cuitan akun @kristentootie milik Kristen Gray, seorang warga negara asing (WNA) asal Amerika yang menceritakan pengalaman hidupnya di Bali secara "ilegal". Dalam 20 cuitannya itu Gray mengajak para bule untuk pindah ke Bali saat pandemi virus corona dengan 'mengakali' aturan imigrasi.
ADVERTISEMENT
Sejak tahun 2019, bermodalkan visa liburan, Kristen Gray memutuskan untuk pindah ke Bali selama enam bulan bersama pacarnya. Dalam cuitannya, alasan Kristen Gray pindah ke Bali karena ia mengaku sulit mendapat pekerjaan di asal negaranya, Amerika Serikat. Tidak hanya itu, biaya hidup yang tinggi di Amerika, semakin membulatkan tekadnya untuk segera pindah ke Bali.
Gray bahkan membagikan tutorial untuk melakukan hal serupa bagi WNA yang ingin menikmati hidup mewah di Bali. Dalam cuitannya itu, ia mengungkapkan bahwa tinggal di Bali memberikan keuntungan seperti aman, biaya hidup murah, gaya hidup mewah, ramah LGBT, dan adanya komunitas orang kulit hitam.
Ramai Bule Ajak Pindah Wisatawan Asing ke Bali, Begini Aturan WNA Tinggal di RI (192513)
Ilustrasi turis Bali saat berada di Ubud Foto: Shutter stock
Kristen mengaku tinggal di sebuah rumah pohon di Bali yang memiliki harga sewa sekitar 400 dolar Amerika atau sekitar Rp 5,6 juta per bulan. Harga ini diakuinya jauh lebih murah ketimbang ia menyewa apartemen di Los Angeles yang dibanderol sekitar 1.300 dolar Amerika atau setara Rp 18,4 juta.
ADVERTISEMENT
Namun, utas tersebut kini sudah dihapus oleh Gray setelah pernyataannya diserang warganet lantaran ia diduga tinggal di Bali secara ilegal. Adapun bagi WNA yang datang berkunjung ke Indonesia menggunakan visa kunjungan, ada batasan waktu tinggal yang diberikan pemerintah.
Dilansir dari laman resmi Indonesia.go.id, visa kunjungan diberikan kepada orang asing yang melakukan perjalanan ke wilayah Indonesia untuk jangka waktu singkat dalam rangka kunjungan. Masa berlaku visa ini hanya berlaku selama 60 hari dan dapat diperpanjang 4 kali untuk durasi masing-masing 30 hari yang dilakukan di kantor Imigrasi terdekat di Indonesia.
Izin tinggal kunjungan tersebut hanya diberikan kepada dua kategori, yang pertama orang asing yang masuk wilayah Indonesia dengan visa kunjungan, dan anak yang baru lahir di wilayah Indonesia dan pada saat lahir ayah dan/atau ibunya pemegang Izin Tinggal Kunjungan. Kategori tersebut juga berlaku untuk WNA yang bertugas sebagai awak kapal atau berada di wilayah Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, visa kunjungan diberikan kepada orang asing dalam rangka:
  1. Wisata
  2. Keluarga
  3. Sosial
  4. Seni dan budaya
  5. Tugas Pemerintahan
  6. Olahraga yang tidak bersifat komersial
  7. Studi banding, kursus singkat dan pelatihan singkat,
  8. Memberikan bimbingan, penyuluhan dan pelatihan dalam penerapan dan inovasi teknologi industri untuk meningkatkan mutu dan desain produk industri serta kerja sama pemasaran luar negeri bagi Indonesia.

WNA juga harus melengkapi persyaratan, seperti:

  1. Paspor dengan masa berlaku minimum 6 bulan.
  2. Aplikasi Visa yang diisi dengan lengkap,
  3. Foto wajah ukuran 4x6 cm dengan latar belakang putih,
  4. Salinan Surat Ijin Tinggal bagi WNA yang bukan warga negara Italia, Malta, Siprus, dan San Marino,
  5. Bukti reservasi penerbangan pulang-pergi dari Indonesia,
  6. Bukti reservasi akomodasi atau hotel selama berada di Indonesia.
Ramai Bule Ajak Pindah Wisatawan Asing ke Bali, Begini Aturan WNA Tinggal di RI (192514)
Ilustrasi junior milenial backpacking ke Bali Foto: Shutter Stock
Selain visa, WNA perlu menyiapkan izin tinggal yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia. Izin tinggal sendiri terdiri dari beberapa jenis, hal ini tertuang dalam Pasal 48 ayat (3) Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
ADVERTISEMENT

Izin Tinggal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:

  1. Izin Tinggal diplomatik
  2. Izin Tinggal dinas
  3. Izin Tinggal kunjungan
  4. Izin Tinggal terbatas
  5. Izin Tinggal Tetap
Jika seseorang yang memiliki visa kunjungan tentu akan diberikan izin tinggal kunjungan dari pemerintah dengan maksimal izin tinggal selama 6 bulan. Sementara itu, WNA yang memiliki izin tinggal terbatas memiliki waktu tinggal yang lebih lama, yaitu maksimal 2 tahun dan dapat diperpanjang dengan keseluruhan Izin Tinggal di Wilayah Indonesia tidak lebih dari 6 tahun.
WNA yang mendapatkan Izin Tinggal Terbatas di antaranya yang memang sudah memiliki visa tinggal terbatas sebelum keberangkatan atau WNA yang diberikan alih status dari Izin Tinggal Kunjungan. Orang-orang tersebut meliputi:
  1. Orang asing dalam rangka penanaman modal
  2. Bekerja sebagai tenaga ahli
  3. Melakukan tugas sebagai rohaniawan
  4. Mengikuti pendidikan dan pelatihan
  5. Mengadakan penelitian ilmiah
  6. Menggabungkan diri dengan suami atau istri pemegang Izin Tinggal Terbatas
  7. Menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu bagi anak berkewarganegaraan asing yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayah dan/atau ibu warga negara Indonesia
  8. Menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu pemegang Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal Tetap bagi anak yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin
  9. Orang asing eks warga negara Indonesia.
  10. Wisatawan lanjut usia mancanegara.
ADVERTISEMENT

Izin Tinggal Kunjungan berakhir karena pemegang Izin Tinggal kunjungan:

  1. Kembali ke negara asalnya
  2. Izinnya telah habis masa berlaku
  3. Izinnya beralih status menjadi Izin Tinggal terbatas
  4. Izinnya dibatalkan oleh Menteri atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk
  5. Dikenai Deportasi
  6. Meninggal dunia
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).