Rayakan HUT ke-74 RI dengan Mengunjungi 5 Bangunan Bersejarah Ini

17 Agustus menjadi hari paling sakral dan bersejarah bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sebab, pada hari itulah rakyat Indonesia berhasil meraih kemerdekaan dan terbebas dari penjajahan Belanda dan Jepang.
Merayakan HUT ke-74 RI, tak ada salahnya bagi kamu untuk berwisata sembari mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan Bangsa Indonesia meraih kemerdekaan. Mulai dari gedung yang mengisahkan perjalanan seputar proklamasi kemerdekaan RI, hingga gedung yang menjadi napak tilas diplomatik para pendiri bangsa untuk mencapai kemerdekaan.
Nah, berikut kumparan rangkum lima tempat yang menarik dikunjungi untuk mengisi kemerdekaan sembari mengenang masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.
1. Gedung Joang '45
Gedung Joang '45 merupakan salah satu bangunan yang menjadi saksi bisu perjuangan Indonesia meraih kemerdekaan. Gedung yang terletak di Jalan Menteng Raya No. 13, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat itu berada tak jauh dari Patung Tugu Tani dan Kawasan Cikini.
Gedung yang dibangun pada 1920-an ini dulunya adalah hotel yang dikelola oleh keluarga LC Schomper, seorang warga keturunan Belanda yang sudah lama tinggal di Batavia.Ketika pendudukan Jepang, hotel ini diambil alih oleh Ganseikanbu Sendenbu (Departemen Propaganda) dan kemudian dikenal sebagai Gedung Menteng 31.
Selanjutnya, Gedung Joang '45 digunakan sebagai tempat diklat, asrama, dan ruang diskusi sejumlah pemuda untuk bertukar pikiran. Seperti Sukarni, Caherul Saleh, Wikana, Achmad Soebardjo, B. M. Diah, Adam Malik, Sayuti Melik, Soerastri Karma Trimurti, Latif Hendraningrat, S. Suhud, dan Trimurti.
Kini, gedung ini pun menjadi sebuah museum yang memamerkan sejumlah lukisan tentang peristiwa seputar proklamasi kemerdekaan RI. Terdapat pula beberapa diorama yang menggambarkan suasana Gedung Menteng 31 pada masa kemerdekaan dan orasi Bung Karno dalam Rapat Besar di Lapangan IKADA pada 19 September 1945. Kemudian, terdapat tiga kendaraan yang digunakan presiden dan wakil presiden pertama RI.
Selain dokumentasi sejarah, museum ini juga dilengkapi berbagai fasilitas, seperti ruang pameran, bioskop Joang '45 yang menayangkan berbagai film bertema perjuangan dan dokumenter, perpustakaan referensi sejarah, dan lainnya.
2. Rumah Pengasingan Bung Karno
Selanjutnya adalah Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu yang ditempati oleh Bung Karno dan keluarganya saat beliau menjadi tahanan politik setelah sebelumnya diasingkan di Ende, Flores. Berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka, rumah ini awalnya milik seorang keturunan Thionghoa bernama Lion Bwe Seng.
Dari segi bangunan rumah ini tidak terlalu besar, tetapi memiliki halaman depan dan belakang yang sangat luas. Di bagian dalam rumah terdapat ruang kerja Bung Karno, lengkap dengan beberapa rak buku yang terisi penuh, yang mayoritas berbahasa Belanda. Selain itu, terdapat juga beberapa foto karya arsitektur yang dibuat Bung Karno kala tinggal di Bengkulu selama kurang lebih empat tahun.
Kamu pun bisa melihat kamar Bung Karno, yang terdapat sebuah ranjang besi yang menjadi tempat istirahat Sang Proklamator. Sementara itu, di bagian ruang tamu kamu juga bisa melihat sepeda ontel yang pernah dipakai oleh Bung Karno.
Berada tidak jauh dari Rumah Pengasingan Bung Karno, kamu bisa berkunjung ke Rumah Kediaman Ibu Fatmawati. Di dalam rumah ini, kamu akan menemukan foto-foto Bung Karno dan Ibu Fatmawati, serta informasi mengenai silsilah Ibu Fatmawati dan keturunannya hingga manekin yang memajang kebaya buatan sang ibu negara.
3. Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Dulunya bangunan ini merupakan tempat kediaman Laksamana Maeda, salah satu orang yang membantu Bung Karno dan Bung Hatta untuk memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia.
Terletak di Jalan Imam Bonjol No. 1 Menteng, Jakarta Pusat, gedung dengan arsitektur Eropa (Art Deco) yang dibangun pada tahun 1920 ini menjadi saksi sebagai tempat perumusan naskah proklamasi pada 17 Agustus 1945 silam.
Pada tahun 1992, gedung ini diubah menjadi sebuah museum yang dibangun untuk mengenang peristiwa proses perumusan naskah proklamasi kemerdekaan di Indonesia.
Saat berkunjung ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi, kamu bisa menyaksikan empat ruangan yang berisi pameran benda-benda bersejarah yang digunakan para tokoh untuk merumuskan naskah proklamasi.
4. Rumah Rengasdengklok
Rumah Djiaw Kie Siong atau yang dikenal Rumah Rengasdengklok juga menjadi salah satu tempat bersejarah yang erat kaitannya dengan peristiwa penculikan Bung Karno dan Bung Hatta oleh para pemuda revolusioner Chaerul Saleh, Soekarni, dan Wikana.
Rumah berwarna hijau yang masih berdiri hingga sekarang ini diketahui milik petani keturunan Tionghoa bernama Djiaw Kie Siong, yang berada di sekitar Sungai Citarum.
Namun, pada tahun 1957, Bung Karno memerintahkan agar rumah ini dipindahkan untuk menghindari luapan lumpur dan erosi. Kini, bangunan bersejarah tersebut terletak di RT 1 RW 9 Kampung Kalijaya, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, persis di belakang tugu proklamasi.
5. Museum Perundingan Linggarjati
Terakhir adalah Museum Perundingan Linggarjati yang menjadi saksi bisu perjalanan Kemerdekaan Indonesia. Pasca-kemerdekaan, gedung yang terletak di Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, ini digunakan sebagai tempat Perundingan Linggarjati pada tahun 1946.
Mengingat peranannya yang penting dalam usaha menciptakan kemerdekaan Indonesia yang sepenuhnya, gedung ini kemudian diresmikan sebagai museum pada tahun 1976.
Museum Perundingan Linggarjati menjadi saksi bagaimana perjuangan diplomatik yang dilakukan oleh para pendiri bangsa, seperti Sutan Syahrir, Soesanto, Tirtoprodjo, Mr. Mohammad Roem, dan Dr. A. K Gani, yang menjadi delegasi Indonesia yang berunding dengan delegasi dari Belanda dan diplomat Inggris kala itu.
Saat memasuki museum, pengunjung seperti dibawa ke dalam napak tilas diplomatik para pendiri bangsa untuk mencapai kemerdekaan. Meja perundingan, berbagai dokumentasi berupa foto, diorama, benda-benda peninggalan lainnya, hingga hasil naskah perjanjian Linggarjati bisa kamu lihat dari dekat di Museum Perundingan Linggarjati.
Siap untuk merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia di tempat bersejarah tersebut?
