Resmi Dibuka, Artotel Wanasaba Padukan Seni & Gaya Hidup Modern di Wonosobo

Artotel Group memperluas portofolio hotel butiknya di Jawa Tengah dengan menghadirkan Artotel Wanasaba yang resmi beroperasi pada hari ini, Rabu (14/10). Hotel yang berlokasi di jantung Kota Wonosobo ini menawarkan akomodasi dengan perpaduan seni, desain modern, dan karakter lokal.
Peresmian Artotel Wanasaba dilakukan oleh Bupati Wonosobo, Afif Nur Hidayat, didampingi Direktur PT. Kreasi Lancar Makmur (PT KLM) Anditya Wibawa selaku perwakilan perusahaan pemilik hotel, serta Chief Operating Officer Artotel Group Eduard Rudolf Pangkerego.
Bupati Wonosobo, Afif Nur Hidayat, menyambut kehadiran Artotel Wanasaba dengan baik. Ia berharap kehadiran hotel ini dapat menambah pilihan akomodasi bagi wisatawan sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian dan perkembangan pariwisata di Wonosobo.
Artotel Wanasaba Hadirkan 78 Kamar dan 3 Outlet Kuliner
Berlokasi di Jalan A. Yani No. 112, Wonosobo, Artotel Wanasaba menyediakan 78 kamar yang terbagi menjadi tiga tipe, yakni Deluxe seluas 26 meter persegi, Deluxe Balcony seluas 28 meter persegi, dan Grand Suite seluas 46 meter persegi.
Setiap kamar dilengkapi fasilitas modern dan premium, termasuk LED Smart TV dan mesin kopi instan, untuk menunjang kenyamanan tamu selama menginap.
Pengalaman kuliner juga menjadi bagian dari layanan hotel melalui tiga outlet food and beverage. Parama All Day Dining yang berada di area lobi menyajikan beragam hidangan lokal dan internasional. Sementara itu, Suka Seduh Brew & Sip di lantai mezzanine menawarkan tempat untuk menikmati kopi dalam suasana santai.
Adapun Dekat Awan Rooftop Lounge menghadirkan pengalaman bersantai dengan panorama Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, lanskap Kota Wonosobo, serta gemerlap lampu kota pada malam hari.
Selain fasilitas kuliner, Artotel Wanasaba menawarkan pengalaman kebugaran melalui rooftop heated swimming pool. Berada di area atap hotel, kolam renang dengan air hangat ini memungkinkan tamu berenang sambil menikmati udara sejuk khas pegunungan.
Fasilitas tersebut menjadi salah satu keunggulan hotel dalam menghadirkan pengalaman wellness bagi wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo.
Dilengkapi Ballroom hingga Artspace
Untuk memenuhi kebutuhan bisnis dan kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), ARTOTEL Wanasaba menyediakan satu ballroom dengan kapasitas hingga 320 orang serta empat ruang pertemuan yang dapat menampung 50 hingga 100 orang.
Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan acara, mulai dari pertemuan bisnis dan korporasi, konferensi, hingga kegiatan sosial.
Hotel ini juga menghadirkan ARTSPACE, area galeri seni yang menjadi salah satu fasilitas khas ARTOTEL. Ruang tersebut ditujukan sebagai wadah untuk menampilkan karya para seniman, khususnya seniman muda, sekaligus membuka kesempatan bagi komunitas kreatif untuk berkarya, berkolaborasi, dan berinteraksi dengan masyarakat.
Chief Operating Officer Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego, mengatakan bahwa Wonosobo memiliki potensi besar sebagai destinasi pariwisata, terutama berkat kekayaan alam dan karakter pegunungannya.
“Kami sangat bangga dapat menghadirkan Artotel Wanasaba di Wonosobo karena kami melihat Wonosobo memiliki potensi yang sangat besar sebagai destinasi pariwisata, terutama dengan kekayaan alam dan karakter pegunungannya yang unik. Kami yakin Artotel Wanasaba dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan pariwisata Wonosobo dengan menghadirkan pilihan akomodasi yang tidak hanya nyaman, tetapi juga menawarkan pengalaman yang berbeda,” ujar Eduard.
Ia juga melihat peluang bagi hotel untuk mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal mereka di Wonosobo. Dengan demikian, wisatawan diharapkan tidak hanya mengunjungi berbagai destinasi wisata, tetapi juga menikmati lebih banyak pengalaman yang ditawarkan Kota Wonosobo dan kawasan sekitarnya.
Sementara itu, Direktur PT KLM, Anditya Wibawa, menyampaikan bahwa Artotel Wanasaba dihadirkan bukan hanya sebagai tempat menginap, tetapi juga sebagai ruang yang mempertemukan masyarakat, wisatawan, komunitas, dan pelaku kreatif.
“Artotel Wanasaba kami hadirkan bukan hanya sebagai tempat menginap, tetapi juga sebagai ruang yang mempertemukan masyarakat, wisatawan, komunitas, dan pelaku kreatif. Kami berharap hotel ini dapat menjadi tempat untuk berkumpul, bertemu, dan bertumbuh bersama, sekaligus memberikan manfaat yang positif bagi lingkungan sekitar dan perkembangan pariwisata Wonosobo,” kata Anditya.
Dalam rangka periode pembukaan, Artotel Wanasaba menawarkan harga kamar spesial mulai dari Rp688.000 nett per malam. Penawaran tersebut mencakup menginap di kamar pilihan dan sarapan untuk dua orang.
Perpaduan Manis antara Seni dan Wellness Lifestyle
Assistant PR Manager Artotel Group, Azalea Aniendita Natasya, menjelaskan bahwa Artotel mengusung konsep yang memadukan seni, desain modern, dan gaya hidup. Konsep tersebut juga menjadi bagian dari identitas Artotel Wanasaba yang hadir di Wonosobo, dengan menyesuaikan karakter alam dan potensi pariwisata daerah setempat.
“Kami menggabungkan tiga elemen, yaitu seni, modern, dan gaya hidup. Kami melihat Wonosobo memiliki potensi keindahan alam yang luar biasa, sehingga ada peluang besar bagi Artotel untuk hadir di sini,” ujar Azalea.
Menurut Aniendita, seni menjadi salah satu elemen penting yang membedakan Artotel dari hotel lainnya. Melalui ARTSPACE, Artotel menyediakan ruang bagi seniman untuk memamerkan karya mereka kepada publik. Fasilitas ini juga diharapkan dapat membuka kesempatan bagi seniman lokal untuk memperluas jangkauan audiens, sekaligus mempertemukan karya seni dengan para tamu hotel.
“Artotel merupakan gabungan dari art dan hotel. Kami sangat mendukung seniman, terutama seniman lokal. Mungkin selama ini ada seniman yang belum memiliki wadah untuk memamerkan karyanya. Karena itu, kami menghadirkan ruang bagi mereka untuk menggelar pameran,” jelasnya.
Artotel Wanasaba mengusung desain modern minimalis dengan sentuhan artistik melalui karya dua seniman asal Yogyakarta, Wisnu Ajitama dan Indo B. Satria. Karya mereka tersebar di berbagai area publik hingga kamar tamu, dengan inspirasi yang banyak diambil dari karakter alam sekitar, khususnya hutan.
Salah satu filosofi yang diangkat adalah Tree Ring Dating, metode penentuan usia pohon melalui lingkaran pertumbuhannya. Filosofi tersebut merefleksikan lapisan pertumbuhan, keterhubungan, dan warisan yang terbentuk seiring berjalannya waktu.
