Kumparan Logo

Robot dalam Balet: Sebuah Kritik atas Kehidupan Manusia

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertunjukan tarian balet kontemporer dari grup Astra Roma Ballet di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis (22/9/2022).  Foto: Institut Kebudayaan Italia
zoom-in-whitePerbesar
Pertunjukan tarian balet kontemporer dari grup Astra Roma Ballet di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis (22/9/2022). Foto: Institut Kebudayaan Italia

Saat dunia semakin canggih, teknologi memenuhi seluruh aspek kehidupan. Termasuk robot yang hidup berdampingan dengan dan layaknya manusia.

Robot memiliki banyak keterampilan dan selalu diandalkan manusia sekitarnya. Tapi ada yang tak tergantikan, yakni nilai-nilai emosional yang otentik milik manusia.

Astra Roma Ballet, sebuah grup tari asal Italia menampilkan karya terbarunya di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis malam (22/9). Acara yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Italia dan Institut Kebudayaan Italia di Jakarta, berusaha mengangkat isu-isu terkini perkembangan teknologi, transisi digital, dan dampak emosionalnya bagi manusia.

Koreografer Fausto Paparozzi menampilkan pertunjukan balet kontemporer bertajuk 'A new world'. Tema ini bercerita tentang sebuah robot yang diciptakan oleh seorang insinyur. Robot itu dicita-citakan mampu menyelamatkan planet bumi.

Pertunjukan tarian balet kontemporer dari grup Astra Roma Ballet di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis (22/9/2022). Foto: Institut Kebudayaan Italia

Pertunjukan dimulai dengan tirai yang membuka ke kiri dan kanan. Ruangan yang gelap perlahan temaram dengan lampu menyoroti dua pebalet yang memerankan sebagai robot dan penciptanya bernama Peter. Peter diceritakan sebagai seorang insinyur hebat di bidang robotik. Robot terakhir yang diciptakan Peter diberi nama Robert.

Tarian mereka mulai dengan menunjukkan gerakan indah balet kontemporer. Robert seolah diajarkan Peter menjadi robot yang paham mana yang benar dan mana yang salah. Robert adalah robot dengan pakaian berwarna biru dan kuning.

Tubuh para penari ini terus melekuk. Robert diceritakan kabur dari Peter. Ia kemudian bertemu dengan robot perempuan lain bernama Loving. Dua robot ini seolah melampaui batas-batas mereka, apakah mereka benar-benar merasakan jatuh cinta?

Dua robot ini ingin membuat manusia dan dunia tempat hidup mereka menjadi lebih baik. Tapi ternyata tak mudah. Mereka harus berurusan dengan manusia yang sangat kompleks. Apalagi berurusan dengan kehidupan manusia perkotaan, soal pekerjaan hingga emosional manusia yang sulit dipahami robot.

Pertunjukan tarian balet kontemporer dari grup Astra Roma Ballet di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis (22/9/2022). Foto: Institut Kebudayaan Italia

Akhirnya, para robot mau tak mau hidup berdampingan dengan manusia. Ini ditunjukkan dengan tarian bersama antara sepasang robot dan dua pasang manusia, yang mungkin menggambarkan bagaimana dunia baru itu akan tiba. Pertunjukan balet bagian pertama kemudian selesai. Tirai kembali menutup.

Pertunjukan kedua sekaligus terakhir bertajuk 'Time score' dengan koreografer Giada Primiano. Tirai kembali terbuka. Lampu menyoroti sebuah seorang penari yang menjadi robot yang diberi nama Ronself.

Para penari lewat gerakannya menceritakan soal kehidupan sebuah keluarga yang terdiri dari ayah yang buta, dan tiga anak perempuan. Ibu mereka telah tiada dibuktikan dengan figura dengan foto portrait seorang perempuan.

Robot Ronself selalu mendampingi keluarga ini sejak babak awal yang menunjukkan anak-anak perempuan masih remaja. Rambut mereka blonde.

Pertunjukan tarian balet kontemporer dari grup Astra Roma Ballet di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis (22/9/2022). Foto: Institut Kebudayaan Italia

Kehidupan keluarga ini berlatar tahun 2062 hingga 2112 yang dipenuhi beragam peristiwa. Para penari balet ini menunjukkan kehidupan remaja perempuan yang bahagia, amarah, dan sedih yang datang bergantian.

Gawai sempat jadi rebutan di antara mereka. Teknologi itu menjadi magnet bagi manusia. Sementara robot Ronself yang menggambarkan kecanggihan teknologi, tetap fokus pada tugasnya membantu keluarga ini. Ronself selalu tak jauh dari kain yang digunakannya untuk bebersih rumah. Ia juga memakai apron yang menunjukkan keahliannya dalam membantu keluarga manusia ini memasak makanan.

Manusia semakin dewasa, salah satu anak perempuan mulai merasakan jatuh cinta, tak lama ia patah hati. Sementara robot Ronself tetap setia pada tugasnya.

Para penari terus berlenggak menunjukkan kisah manusia. Dari patah hati, kebahagiaan, menari dan menyanyi bersama, hingga kemudian bercinta, menikah dan memiliki anak. Sampai pada akhirnya mereka menjadi manusia renta.

Pertunjukan tarian balet kontemporer dari grup Astra Roma Ballet di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis (22/9/2022). Foto: Institut Kebudayaan Italia

Saat yang bersamaan, robot Ronself tetap pada tugasnya mendampingi keluarga ini. Ia juga ikut mendokumentasikan perjalanan hidup keluarga manusia ini lewat foto-foto yang dipajang, dan selalu dibersihkan.

Ronself yang setia mendampingi manusia mempertanyakan soal waktu. Mengapa manusia sangat takut akan berlalunya waktu? Apa yang mau dicapai sehingga manusia berlomba-lomba mencetak skor tertinggi dalam waktu sesingkat mungkin?

Akhirnya, robot Ronself memberikan pertanyaan pamungkas: Apa yang membuat kita menjadi manusia?

Pertunjukan berakhir dengan tarian dan nyanyian para pebalet ini.

Pertunjukan tarian balet kontemporer dari grup Astra Roma Ballet di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis (22/9/2022). Foto: Institut Kebudayaan Italia

Para penari yang menggerakkan tubuhnya sejak bagian awal adalah Laura Guarisco, Giorgia Montepaone, Alessandro Scavello dan Alex Provinciali.

Tarian balet kontemporer ini menjadi kritik akan kehidupan manusia yang mungkin sibuk dengan apa yang ada di luar dirinya. Tanpa menghargai hal-hal berarti seperti waktu yang perlu dinikmati. Juga teknologi yang membantu dan tak jarang menjadi pemicu menurunnya nilai-nilai manusia itu sendiri.

Melalui bahasa tari universal yang berpadu dengan citra, suara, musik dan gambar, pertunjukan grup Astra Roma Ballet ini, merupakan manifestasi dari masalah yang terdapat di masyarakat Barat yang menjalar ke kehidupan orang Timur, serta kebutuhan mendesak untuk memulihkan nilai-nilai emosional manusia.

Reporter: Andika Ramadhan