Rumah 13 Surga di Meksiko: Piramida Batu Berusia 1.500 Tahun

15 Januari 2023 10:43 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi piramida batu, Meksiko  Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi piramida batu, Meksiko Foto: Shutter stock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Piramida ternyata tidak hanya ada di Mesir. Namun, juga terdapat di Cañada de La Virgen, yang merupakan sebuah daerah di luar kota San Miguel de Allende di dataran tinggi Meksiko.
ADVERTISEMENT
Banyak penduduk setempat yang sudah tahu bahwa ada reruntuhan bak piramida yang berada di daerah tersebut. Bahkan, beberapa orang terkubur di piramida batu itu.
"Ini adalah Rumah 13 Surga, dibangun sekitar tahun 540 M oleh orang-orang yang tinggal di sini pada waktu itu," kata Antropolog lokal, Albert Coffee, seperti dikutip dari BBC.
Piramida ini berbeda dari piramida Mesir, karena terbuat dari batu. Di piramida tersebut terdapat dua struktur yang lebih kecil, bernama The House of the Wind dan The House of the Longest Night, yang dibangun dari bahan yang sama.
Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui siapa yang membangun piramida yang berusia 1.500 tahun ini. Apakah masyarakat kuno atau bukan. Hal tersebut membuat para antropolog terus mencari tahu siapa yang membangun piramida tersebut.
Ilustrasi Meksiko Foto: Shutter Stock
Piramida batu yang juga bernama Rumah 13 Surga ini, ternyata meru[akan sebuah kuil yang didedikasikan untuk tugas yang sangat penting di zaman kuno. Pada berabad-abad yang lalu, biasanya digunakan untuk melacak waktu dan musim.
ADVERTISEMENT
Bayangkan betapa sulitnya saat itu orang harus melihat hal tersebut, di mana tidak ada jam dan kalender, sehingga orang-orang melihat ke benda-benda langit untuk tetap mendapatkan informasi.
Direktur Museum Astronomi PraHispanik di San Miguel de Allende sekaligus arkeolog, Rossana Quiroz, menjelaskan bahwa Rumah 13 Surga dibangun sebagai instrumen penanggalan berdasarkan pergerakan matahari sepanjang tahun dan menggunakannya untuk mengidentifikasi tanggal-tanggal penting untuk pertanian.
Ilustrasi arkeolog menggali Foto: Shutter Stock
Empat sudut Rumah 13 Surga berhubungan dengan titik balik matahari musim dingin dan musim panas pada tanggal 21 Desember dan 22 Juni. Kemudian, dua tanggal penting pertanian, yaitu 4 Maret dan 9 Oktober yang menunjukkan kapan waktunya untuk menanam dan memanen.
Para arkeolog terus melakukan eksplorasi pada piramida tersebut, dan menemukan bahwa mereka memang menyimpan barang-barang yang sangat berharga, hanya saja bukan emas. Mereka menemukan 19 mayat lak-laki, perempuan, dan bahkan seekor anjing yang terkubur.
ADVERTISEMENT
Hipotesis awal tim adalah bahwa situs itu dibangun oleh orang Otomi, yang keturunannya tinggal di daerah tersebut. Namun sejauh ini, para arkeolog belum bisa melakukan analisis DNA untuk membuktikannya secara utuh.
Ilustrasi tengkorak. Foto: Shutterstock
Namun, salah satu kerangka ditemukan di bagian paling atas Rumah 13 Surga yang memberikan para arkeolog lebih banyak hal untuk dipikirkan.
Berdasarkan berbagai tanda pada tulangnya, mereka pertama kali menganggapnya sebagai manusia pemburu atau pejuang. Tetapi analisis DNA terbaru mengungkapkan bahwa ia adalah seorang wanita.
Lebih mengejutkan lagi, analisis menunjukkan bahwa tubuh itu jauh lebih tua daripada struktur bangunan sendiri. Sementara piramida ini dibangun pada 540 M, kerangka wanita itu berasal dari tahun 400 SM, hampir satu milenium sebelumnya.
ADVERTISEMENT