Rusak Diserang Rusia, Pesawat Terbesar di Dunia Diperbaiki dengan Biaya Rp 7,7 T
·waktu baca 2 menit

Saat awal invasi Rusia ke Ukraina, hal yang paling tak terduga adalah saat Antonov AN-225 diserang di pangkalannya di Hostomel, dekat Kyiv. Antonov AN-225 merupakan pesawat komersial terbesar di dunia dan dijuluki Mriya yang berarti mimpi, oleh masyarakat Ukraina.
Pesawat besar itu dibangun pada 1980-an untuk membawa pesawat ulang-alik Soviet. Bukan hanya itu, Mriya juga disebut sebagai pesawat pengangkut kargo terbesar di dunia, dengan kapasitas penyimpanan sekitar dua kali lipat dari Boeing 747.
Dilansir CNN, saat Mriya hancur karena serangan Rusia, Pemerintah Ukraina mengatakan bahwa Rusia tidak bisa menghancurkan "mimpi" mereka.
Sekarang sepertinya mereka berpegang teguh pada kata-katanya, perusahaan Antonov mengumumkan rencana untuk memperbaikinya dan saat ini tengah berlangsung.
Perusahaan itu memang tak pernah mengatakan bagaimana kondisi pesawat terbesar di dunia itu saat ini. Namun, jurnalis CNN, Vasco Cotovio, memiliki catatan langsung soal keadaan pesawat tersebut.
"Ada kerusakan parah pada sayap dan beberapa mesin. Bagian ujung ekor terhindar dari benturan besar, dan memiliki beberapa lubang yang disebabkan oleh pecahan peluru atau peluru,” kata Vasco Cotovio.
Melihat kerusakan yang dialami pesawat tersebut, kira-kira berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaikinya?
Perusahaan Antonov memperkirakan biaya perbaikan akan lebih dari 502 juta dolar Amerika atau sekitar Rp 7,8 triliun.
"Proses pembangunan kembali 'Mriya' dianggap sebagai proyek internasional, dengan partisipasi perusahaan penerbangan dari berbagai negara di dunia," kata pihak Antonov.
"Kemungkinan untuk menarik dana dari berbagai sumber sedang dipertimbangkan, dan proposal dari banyak organisasi yang siap untuk bergabung dengan proyek sedang ditinjau," tambahnya.
Kabar perbaikan Mriya menjadi hal yang paling menggembirakan untuk Pemerintah Ukraina. Hal ini disampaikan oleh Duta Besar Ukraina untuk Jerman, Oleksiy Makeiev.
"Mriya tetap menjadi mimpi bagi saya dan saya senang pesawat itu akan kembali. Kami berharap itu akan dipulihkan secepatnya dan kami akan melihat burung perkasa ini di langit lagi," ungkap Oleksiy Makeiev.
