Kumparan Logo

Sandiaga Uno: Aplikasi PeduliLindungi Tetap Dipasang di Hotel dan Restoran

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi aplikasi PeduliLindungi. Foto: Zabur Karuru/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aplikasi PeduliLindungi. Foto: Zabur Karuru/Antara Foto

Presiden Jokowi resmi mencabut status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh kabupaten/kota, sejak Jumat (30/12/2022). Setelah dicabutnya PPKM, tak ada lagi pembatasan kerumunan yang selama ini diterapkan.

"Pada hari ini (30/12), pemerintah memutuskan mencabut PPKM yang tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 50 dan 51 Tahun 2022," ujar Jokowi, melalui Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (30/12).

Tak hanya itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa penggunaan aplikasi PeduliLindungi pun kini tidak lagi wajib, seperti saat PPKM masih diberlakukan.

"Jadi PeduliLindungi, PCR, Antigen apakah dihapus, mungkin yang lebih tepat jawabannya begini, tidak akan menjadi sesuatu yang diwajibkan atau disuruh pemerintah," kata Budi di Istana Negara.

Menparekraf Sandiaga Uno. Foto: Dok. Istimewa

Walau kini aplikasi PeduliLindungi tak wajib lagi digunakan, tetapi hal ini tidak berlaku bagi hotel dan restoran. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mengatakan barcode PeduliLindungi akan tetap dipasang di hotel dan restoran.

"Barcode PeduliLindungi tetap dipasang di hotel dan resto, dan kami harapkan kualitas (pelayanan) semakin meningkat," ujar Sandiaga, dalam The Weekly Brief with Sandi Uno, yang digelar secara daring, Senin (2/1).

Meskipun demikian, Sandi menyambut baik PPKM yang resmi dicabut. Menurutnya, hal ini menjadi angin segar bagi wisatawan dan sangat berpengaruh, terutama dari sisi psikologis.

Tingkat Okupansi Hotel Menyentuh 90 Persen

Ilustrasi lobby hotel di Mercure Jakarta Gatot Subroto. Foto: Dok. Mercure Jakarta Gatot Subroto

Apalagi, tingkat okupansi hotel selama libur Nataru sangat menggembirakan. Bahkan, tingkat keterisian kamar menyentuh angka hampir 90 persen pada momen Nataru lalu.

"Tingkat okupansi hotel selama libur Nataru sangat menggembirakan. Di beberapa destinasi unggulan, seperti Bandung, Yogyakarta, Solo, Bali, hotel favorit dan destinasi wisata full 100 persen (kenaikan). Tingkat keterisian kamar mencapai 80-90 persen," ungkap Sandiaga.

Namun, walaupun tingkat okupansi hotel meningkat dan PPKM telah dicabut, Sandiaga tetap meminta kewaspadaan stakeholder terkait untuk mengantisipasi pergerakan wisatawan di tengah pandemi yang belum berakhir.

"Kami dan PHRI tetap mendukung peningkatan kewaspadaan walaupun di tengah era transisi pandemi menuju endemi," pungkas Sandiaga.