Sandiaga Uno Ingin Hadirkan Wisata Pendidikan di Bali

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno gerak cepat (Gercep) dalam pemulihan pariwisata yang terdampak COVID-19. Untuk menggeliatkan kembali sektor pariwisata di Bali, Sandi berencana menghadirkan wisata pendidikan atau edutourism di Pulau Dewata.
Inovasi itu ia sampaikan sandi dalam sarapan pagi bersama dengan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dan Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Putu Astawa serta pimpinan Jakarta Intercultural School, Tarek Razik, di kawasan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali pada Jumat (29/1).
Di hari keduanya berkantor harian di Bali, Sandi mengundang para pemangku kebijakan untuk menghadirkan edutorism di masa depan.
"Pagi ini kami mengatur pertemuan dengan Pak Kadis Pariwisata dan Pak Wagub Bali untuk menggagas edutorism atau wisata berbasis edukasi yang kebetulan menjadi peluang dengan protokol kesehatan yang tepat," ungkap Sandi seperti dikutip dari keterangan resminya, Jumat (29/1).
Edutorism yang didukung Jakarta Inter Culture School itu dinilai Sandi sebagai ragam wisata di Pulau Dewata bagi para wisatawan, baik wisatawan Nusantara maupun mancanegara.
"Dengan standar prosedur COVID-19-CHSE, kita bisa menyasar sekolah-sekolah yang bisa memulai penjajakan untuk memulai kampusnya di Bali di tengah COVID-19," tambahnya.
Jakarta Intercultural School yang menjadi pelaksana pilot project tersebut diungkapkan Sandi sengaja dipilih lantaran latar belakang serta riwayat prestasinya.
Selain itu, Jakarta Intercultural School diketahui merupakan salah satu sekolah internasional terbesar dan tertua di Indonesia yang berusia 70 tahun saat ini.
Gagasan untuk menghadirkan wisata pariwisata di Bali pun diakui Sandi telah mendapatkan persetujuan dari Tarek Razik.
Lewat dukungan Pemerintah Provinsi Bali, edutorism juga akan didukung oleh sejumlah pengusaha hotel guna memfasilitasi proyek uji coba wisata pendidikan pertama di Bali.
"Bapak Tarek Razik pimpinan dari Jakarta Intercultural School hadir pagi ini pada rapat breakfast kami, rapat kerja yang diselingi sarapan pagi setelah berlari pagi dengan penuh sensasi," ungkap Sandi.
"Kami sepakat, dengan fasilitasi oleh Pak Wagub dan Pak Kadis, ada beberapa hotel di Bali maupun fasilitas penunjang pariwisata yang bisa digunakan untuk mendukung pilot project dari edutorism yang berstandar protokol tinggi," jelasnya.
Inovasi dengan menghadirkan wisata pendidikan di Bali diyakininya dapat meningkat jumlah kunjungan yang ditargetkannya mencapai 2.000 sampai 3.000 kunjungan wisata.
Kunjungan tersebut diharapkannya dapat mempertahankan sekaligus membuka sebanyak 5.000 sampai 10.000 lapangan pekerjaan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Ini merupakan langkah awal yang kami harapkan menjadi inovasi-inovasi dari Pak Kadis dan Pak Wagub yang kami fasilitasi bersama jejaring dari pendidikan, baik internasional maupun pendidikan yang ada di kota-kota lain di Indonesia," jelas Sandi.
"Saya yakin ini menjadi salah satu langkah inovasi, adaptasi, dan kolaborasi yang kami memang dorong dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," tutupnya.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
