Kumparan Logo

Sandiaga Uno Usul 25 Persen PNS Tiap Kementerian Work Form Bali

kumparanTRAVELverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keindahan Pura Ulun Danu, Bali  Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Keindahan Pura Ulun Danu, Bali Foto: Shutter stock

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, berencana memboyong PNS 7 kementerian di bawah koordinasinya untuk work from Bali alias bekerja dari Bali.

Luhut menyebut langkah ini sebagai jurus mendongkrak perekonomian dan pariwisata di Pulau Dewata yang sudah terpuruk selama pandemi COVID-19.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Vinsensius Jemadu, mengatakan bahwa ide yang diagungkan Luhut adalah cara tepat untuk meningkatkan nilai okupansi hotel di Bali.

Ilustrasi desa wisata di Bali Foto: Dok. Kemenparekraf

Vinsensius yang mewakili Menparekraf Sandiaga Uno, mengusulkan jumlah PNS yang work from Bali sebesar 25 persen tiap kementerian. Jumlah tersebut dipotong dari kapasitas jumlah karyawan yang melakukan work from office selama pandemi COVID-19.

''25 persen kuota tiap kementerian saya kira dapat menolong okupansi rat yang ada di Bali. Bisa meningkatkan perekonomian Bali. Saat ini kajian kami bekerja di Bali 25 persen, (sisanya) yang bekerja dari Jakarta,'' kata Vinsen dalam diskusi virtual, Sabtu (22/5).

''Jika biaya akomodasi dihitung per bulan, katakanlah 4 juta per bulan, saya kira bisa itu bisa dibuat sedemikain rupa ASN melakukan pergantian WFB hingga akhir tahun,'' imbuhnya.

Ilustrasi Ubud Bali Foto: Shutter stock

Vinsen menyebut kegiatan pekerjaan yang dapat dilakukan secara jarak jauh adalah pekerjaan rutin yang bersifat keseketariatan dan rapat. Sedangkan, pekerjaan yang dilakukan di Jakarta adalah Hybrid offline yang bersifat virtual melalui Zoom.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Odo RM Manuhutu, mengatakan bahwa selama pandemi okupansi hotel di Bali terjun bebas mencapai 10 persen. Jumlah tersebut, kata Odo, tidak cukup untuk membiayai operasional hotel, sepeti gaji karyawan hingga listrik.

Selain dapat meningkatkan okupansi hotel, work from Bali juga dapat menimbulkan rasa kepercayaan wisatawan nusantara untuk kembali liburan di Pulau Dewata dengan durasi yang panjang. Salah satunya dengan cara work form Bali atau bekerja di destinasi.

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).