Sang Penempa Pusaka Jawa

21 Juni 2019 18:15 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Proses pembuatan keris. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Proses pembuatan keris. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
ADVERTISEMENT
"Tang tang tang...," suara dentang logam yang sedang ditempa terdengar lantang dari bangunan berukuran 6x4 meter. Suara itu memecahkan kesunyian salah satu sudut di Dusun Gatak, Desa Sumberagung, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Di ruangan yang panas tersebut terlihat tiga pria tengah menempa besi.
ADVERTISEMENT
Salah satu dari ketiga pria itu bernama Sungkowo Harumbrojo, beliau bukan seorang pandai besi biasa, melainkan seorang empu. Ia juga merupakan generasi ke-17 dari Empu Supadriyo, perajin keris dari Kerajaan Majapahit pada abad ke-14.
Empu Sungkowo Harumbrojo menunjukan salah satu keris. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Proses pembuatan keris. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Baja pilihan bahan baku pembuat keris. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Meski memiliki darah keturunan empu, gelar itu tak serta merta didapatkan Sungkowo begitu saja. Gelar itu ia dapatkan setelah menekuni profesi sebagai perajin keris bertahun-tahun.
Keris adalah senjata tikam golongan belati yang dibuat dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Terbuat dari baja, besi, nikel dan batu meteorit, keris menjadi lambang kewibawaan pemiliknya.
Proses pembuatan keris. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Proses pembuatan keris. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Sejumlah jenis palu untuk pembuatan keris. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Keris. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Dalam proses pembuatan keris banyak tahapan yang harus dilalui para empu, baik secara spiritual hingga teknik pembuatan kerisnya.
Saat ini Sungkowo satu -satunya empu di Yogyakarta yang konsisten pada bidangnya membuat keris Jawa yang sakral.
ADVERTISEMENT
Empu Sungkowo memiliki kekhawatiran akan habisnya keturunan pembuat keris di keluarganya. Dari ke tiga anaknya, tak ada yang tertarik untuk meneruskan profesinya sebagai pembuat keris. Sungkowo berharap ada generasi muda di DIY yang bisa menjadi empu keris. Karena keris merupakan budaya Jawa yang harus dilestarikan keberadaannya.
Foto mpu Jeno Harumbrojo. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Seorang anak melihat proses pembuatan keris. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan