Kumparan Logo

Seborga, Desa Kecil di Italia yang Mau Merdeka dan Ingin Jadi Negara

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Desa Seborga di Italia. Foto: pixelshop/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Desa Seborga di Italia. Foto: pixelshop/Shutterstock

Keanekaragaman budaya dan alam di Italia memang tidak bisa dibantah lagi. Seperti halnya terdapat sebuah desa kecil di Riviera Italia yang memiliki impian, yaitu merdeka dan menjadi negara sendiri.

Nama desa itu adalah Seborga. Bagaimana tidak, desa ini sudah memiliki sudah memiliki bendera sendiri, lagu kebangsaan, paspor, prangko, dan mata uang.

Bahkan mereka sudah memproklamirkan sebagai kerajaan, dan tentunya memiliki raja. Desa ini sudah mengupayakan kemerdekaannya sejak tahun 1960-an dan mereka berharap akan mendapatkan pengakuan hukum atas kedaulatannya.

Desa Seborga di Italia. Foto: Bart Poelaert/Shutterstock

Dikutip dari CNN, namun untuk saat ini, Seborga hanya desa kecil yang indah di Italia Utara. Desa yang dekat dengan Prancis ini memiliki lebih dari 300 penduduk.

"Para pengacara sedang mengerjakan dan mengusahakan pengakuan hukum, itulah sebabnya saya terpilih sebagai Putri," kata Yang Mulia Putri Nina dari Seborga.

Berbicara tentang kerajaan tentu ini bukan monarki yang turun-temurun. Raja atau putri akan melalui pemilihan yang berlangsung setiap tujuh tahun sekali.

Putri Nina adalah wanita pertama yang memegang jabatan tersebut. Putri yang memiliki nama asli Nina Döbler Menegatto ini menemukan desa ini 15 tahun yang lalu.

Desa Seborga di Italia. Foto: Marco Bongera/Shutterstock

"Awalnya saya pikir seluruh cerita itu cukup lucu dan saya tidak menganggapnya serius, tetapi kemudian saya membacanya dan itu semua benar," kata Putri Nina tentang klaim kemerdekaan Seborga.

Klaim kemerdekaan Seborga berasal dari awal tahun 1960-an. Konon pada tahun 1729 seorang biarawan menjualnya ke Kerajaan Sardinia dan menjadi bagian dari Kerajaan Italia. Namun, bukti sejarah penjualan itu tidak ada. Dan artinya Seborga tidak pernah secara sah menjadi bagian dari Italia.

Namun, perjuangan kemerdekaan itu tidaklah mudah, karena Mahkamah Konstitusi Italia dan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa sebelumnya telah menolak permintaan Seborga untuk merdeka.

Giorgio Carbone sebagai pangeran pertama Seborga terus memperjuangkannya. Karena pada tahun 1960-an dirinya menutup perbatasan, menolak bayar pajak ke Italia, dan memiliki pelat nomor Seborga di mobilnya.

Desa Seborga di Italia. Foto: Marco Bongera/Shutterstock

Biarpun indah, Seborga memang memiliki pesona yang jauh berbeda dari Monaco.

"Seborga adalah kebalikan dari Monaco dalam banyak hal sangat membumi, tenang dan magis, dan orang-orang yang tinggal di sana sangat berorientasi pada alam dan ramah," kata seorang penduduk Desa Seborga yang berasal dari Estonia, Kaidi-Katariin Knox.

Pemerintah Italia sendiri telah menyatakan kalau mereka tidak akan memberikan gelar bangsawan kepada siapa pun. Namun, gelar pangeran dan putri adalah berasal dari undang-undang yang dibuat oleh Seborga. Meskipun tidak ada kekuatan hukum sama sekali.