Sempat Hilang, Ini 5 Tempat Wisata yang Ditemukan Kembali

Berkunjung ke tempat wisata yang berkaitan dengan sejarah atau warisan kebudayaan masa lalu memang selalu menarik. Lewat peninggalan itu kita dapat mempelajari kearifan generasi pendahulu.
Namun, tahukah kamu ternyata ada beberapa tempat wisata di dunia yang justru tersembunyi bagi wisatawan selama beberapa waktu, lho. Keberadaanya tetap tak diketahui hingga akhirnya ditemukan oleh peneliti atau penjelajah.
Yordania hingga China, berikut tempat wisata yang sempat hilang, lalu ditemukan kembali yang berhasil kumparan rangkum dari berbagai sumber.
1. Petra, Yordania
Petra di Yordania adalah salah satu situs arkeologi paling terkenal di dunia. Bangunan arsitektur yang dipahat pada bebatuan ini diperkirakan dibangun sekitar 2.000 tahun lalu.
Sebelum menjadi tempat wisata dan salah satu situ dari tujuh keajaiban dunia, Petra sering disebut sebagai kota yang hilang selama ratusan tahun. Ya, Petra tetap tersembunyi setidaknya hingga tahun 1812, setelah ditemukan oleh seorang penjelajah asal Swiss yang bernama Johann Ludwig Burckhardt.
Petra dulu juga pernah menjadi pusat perdagangan yang berkembang dan ibu kota Kerajaan Nabatea pada 400 SM.
Ada 800 monumen di Petra, yang sebagiannya mewakili perpaduan gaya arsitektur batu-batuan Nabatia dan Helenistis. Bebatuan tersebut disusun hingga membentuk sebuah dinding yang kemudian diyakini di dalamnya terdapat tiga makam yang berasal dari kerajaan besar di Yordania.
Situs bersejarah yang ada di kota Ma'an, Yordania, ini memiliki sebutan lain, di antaranya yaitu Kota Mawar.
Meski masa kejayaan Petra telah lama berlalu, kota batu ini tetap menjadi situs terindah sepanjang sejarah. Selain itu, meski telah ditemukan, Petra masih menyimpan banyak rahasia yang harus dipecahkan di masa depan.
2. Machu Picchu, Peru
Selain Petra, Machu Picchu merupakan salah satu tempat wisata atau situs bersejarah yang keberadaanya pernah tidak diketahui.
Sebelum diketahui luas oleh publik dan menjadi tujuan wisata andalan Peru, tidak banyak yang mengetahui keberadaan kota tua di atas gunung yang sering tertutup awan ini. Bahkan, banyak teori yang berusaha menjelaskan mengapa kota ini sempat terlupakan.
Salah satu pendapat menyatakan bahwa Machu Picchu ditinggalkan oleh Suku Inka karena ditaklukkan oleh bangsa Spanyol. Namun, pendapat lain mengatakan bahwa ketika Spanyol datang ke sana, kota itu sudah sepi. Diduga lebih dari 50 persen penduduknya meninggal karena wabah cacar yang menyerang pada tahun 1527.
Machu Picchu kemudian terbengkalai selama ratusan tahun di antara hutan-hutan lebat. Berada di dalam lembah dan dikelilingi hutan, membuat Machu Picchu tak tersentuh oleh tangan-tangan kolonialis.
Hingga 1911, kota kuno itu ditemukan kembali oleh professor Universitas Yale, Amerika Serikat, Hiram Bingham. Ia kemudian mempublikasikan temuannya, sehingga Machu Picchu populer hingga sekarang.
Situs itu juga telah ditasbihkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO sejak 1983. Machu Picchu juga merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
3. Ciudad Perdida, Kolombia
Ciudad Perdida atau Lost City adalah situs kuno yang tersembunyi di hutan belantara Kolombia yang lebat.
Mengutip CNN Travel, Cuidad Perdida terletak di pedalaman hutan kawasan pegunungan Sierra Nevada de Santa Marta.
Diperkirakan kota ini dibangun oleh Suku Tairona, lebih dari 1.000 tahun yang lalu atau lebih tua 600 tahun ketimbang Machu Picchu. Namun, Ciudad Perdida baru ditemukan pada tahun 1970-an.
Untuk menuju tempat ini, jangan pernah berharap akses yang mudah, karena satu-satunya jalan adalah menembus hutan belantara dengan berjalan kaki selama berhari-hari.
Ketika sampai di Ciudad Perdida, kamu akan kontak langsung dengan keindahan nyata kota tua yang hilang.
4. Pompeii, Italia
Sejarah mencatat pada 24 Agustus tahun 79 Masehi, Gunung Vesuvius meletus dahsyat. Awan panas, batuan, dan abu membara menghujam ke dua kota, Pompeii dan Herculaneum.
Lapisan debu tebal menutupi dua kota yang lokasinya dekat dengan kaki Gunung Vesuvius, sehingga kedua kota ini menjadi hilang dan terlupakan.
Lalu, sekitar 1.600 tahun kemudian, secara tak sengaja keberadaan Pompeii ditemukan. Ada jasad-jasad manusia yang membatu oleh abu dengan segala pose.
Kota Herculaneum ditemukan kembali pada 1738, dan Pompeii pada 1748. Kedua kota ini digali kembali dari lapisan debu tebal dengan membebaskan semua bangunan-bangunan dan lukisan dinding yang masih utuh.
Sebenarnya, kota ini telah ditemukan kembali pada 1599 oleh seorang arsitek bernama Fontana yang menggali sebuah jalan baru untuk sungai Sarno, tetapi membutuhkan lebih dari 150 tahun hingga upaya serius dilakukan untuk membebaskan kota ini dari timbunan tanah.
Para arkeolog pun berhasil menyelamatkan sisa-sisa sejarah yang ada di Kota Pompeii dari kehancuran. Kini, reruntuhan kota kuno Pompeii jadi destinasi kedua paling banyak dikunjungi wisatawan setelah Colosseum di Roma, Italia.
5. Pasukan Terakota, China
Terakhir, tempat wisata yang sempat hilang dan ditemukan kembali bisa kamu temukan di China. Negeri Tirai Bambu ini juga menyimpan objek wisata sejarah. Bukti peradaban berbagai dinasti tersebar di berbagai penjuru Negeri Tirai Bambu, salah satunya ialah Terracotta Army.
Terracotta Army menampilkan peninggalan sejarah kekaisaran pertama di China berupa ribuan patung tentara, ratusan kuda, dan kereta perang. Ada juga senjata-senjata para prajurit.
Patung prajurit dan kuda tempur ini berada dalam kompleks Emperor Qinshihuang's Mausoleum Site Museum. Lokasinya bertempat di Kota Xi’an, Provinsi Shaanxi.
Prajurit Terracotta atau dalam Bahasa Mandarin disebut Bīng Mǎ Yǒng merupakan peninggalan kerajaan pertama di China, Qin Emperor 210-209 tahun sebelum Masehi. Bukti sejarah yang ditaksir berusia 2.200 tahun ini juga masuk ke dalam warisan budaya dunia UNESCO.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
