Kumparan Logo

Sepatu Besi di Hungaria: Mengenang Pembantaian Yahudi di Pinggir Sungai Danube

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi the shoes on the danube bank di Hungaria. Foto: k_samurkas/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi the shoes on the danube bank di Hungaria. Foto: k_samurkas/shutterstock

Setiap negara pasti memiliki kisah yang patut dicari tahu, termasuk cerita satu ini yang berasal dari Hungaria. Tak banyak yang tahun di Hungaria ada sebuah sungai yang di pinggirannya terdapat 60 pasang sepatu besi.

60 sepatu besi itu berada di tepi sungai Danube atau Donau, Hungaria. Sungai ini berada di depan depan Gedung Parlemen Hongaria. Saat berkunjung ke sana, akan terlihat sepatu-sepatu tersebut menghadap ke sungai.

Sepatu-sepatu tersebut menceritakan tentang kisah tragis di baliknya. Ratusan orang kehilangan nyawa akibat kekejaman yang dilakukan oleh Salib Panah Budapest selama Perang Dunia Kedua.

Dilansir Culture Trip, saat Perang Dunia II memasuki tahun-tahun terakhirnya, Partai Salib Sosialis nasional mengambil kendali di Hungaria.

Dipimpin oleh Ferenc Szálasi, partai tersebut terbagi menjadi sejumlah keyakinan dengan Partai Nazi Jerman, termasuk Antisemitisme.

Ilustrasi the shoes on the danube bank di Hungaria. Foto: MarkoV87/shutterstock

Dari 15 Oktober 1944 hingga 28 Maret 1945, Partai Salib Panah memerintah negara itu, bekerja sama dengan Nazi, ribuan warga sipil (kebanyakan Yahudi) dideportasi, dikirim ke kamp kerja paksa atau dibunuh.

Pada saat yang sama, milisi Arrow Cross melarikan diri di Budapest sehingga mendatangkan malapetaka dan kehancuran. Selama pemerintahan lima bulan partai, diperkirakan setidaknya 10 ribu orang tewas di jalanan dengan 80.000 lainnya dikirim ke kamp konsentrasi.

Selama ini, orang Yahudi di Budapest sering ditangkap di tepi sungai Donau sebelum ditembak ke air yang kemudian akan membawa mereka pergi. Lebih mengerikannya lagi, mereka dipaksa melepas sepatunya sebelum dibunuh karena alas kaki tersebut dianggap sebagai komoditas berharga selama perang.

Bukan hanya itu setelah pemiliknya dibunuh, sang pembunuh mereka kemudian akan menjual atau menggunakannya sendiri.

Ilustrasi the shoes on the danube bank di Hungaria. Foto: Davor Flam/shutterstock

Maka dari itu, untu mengenang mereka yang kehilangan nyawa selama pemerintahan Arrow Cross, peringatan "Sepatu di Danube" ditetapkan pada 16 April 2005.

Sepatu-sepatu tersebut dibuat oleh sutradara film Can Togay dan pematung Gyula Pauer. Gaya dan ukuran yang berada di sana berbeda-beda.

Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak ada yang aman baik pria, wanita, atau anak-anak. Di sana juga terdapat lilin yang ditempatkan di sepatu dan bunga diletakkan di sampingnya bersama dengan sebuah plakat bertuliskan:

Untuk mengenang para korban yang ditembak ke Danube oleh milisi Arrow Cross pada tahun 1944–45. Didirikan 16 April 2005”