Setahun Lalu Jadi Awal Mula Corona, Kini Wuhan 'Merdeka' dan Undang Wisatawan

6 Desember 2020 11:13 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Parade Halloween di taman hiburan di Wuhan, Hubei, China, Sabtu (31/10). Foto: Stringer/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Parade Halloween di taman hiburan di Wuhan, Hubei, China, Sabtu (31/10). Foto: Stringer/Reuters
ADVERTISEMENT
Pandemi corona kini menyebar hampir ke seluruh negara dunia. Virus yang bermula dari Wuhan, Hubei, China akhir Desember 2019 ini membuat beberapa negara memutuskan melakukan karantina atau lockdown untuk mencegah penyebaran.
ADVERTISEMENT
Kini di saat beberapa negara masih menghadapi gelombang kedua, bahkan ketiga penularan corona, Wuhan justru sudah pulih.
Kota tersebut diklaim telah ''merdeka'' dari pandemi corona. Wuhan bahkan belum lama ini meluncurkan video promosi wisata terbaru sebagai upaya untuk kembali menarik kedatangan wisatawan.
Judul video tersebut diterjemahkan menjadi "Mari Bertemu di Wuhan." Diunggah di situs media sosial Biro Kebudayaan dan Pariwisata Wuhan, video itu mengulas objek wisata terbaik seperti hutan apung surealis di Lahan Basah Danau Zhangdu, Menara Yellow Crane bersejarah yang menyala, bersama gambar penduduk Wuhan yang sedang makan mie.
Masyarakat menonton parade Halloween di taman hiburan di Wuhan, Hubei, China, Sabtu (31/10). Foto: Stringer/Reuters
Video ini awalnya diunggah di akun Visit Wuhan dalam media sosial Weibo menggunakan bahasa Mandarin pada 13 November, yang kemudian diunggah lagi di Facebook menggunakan bahasa Inggris dengan pesan serupa.
ADVERTISEMENT
"Wuhan tidak pernah ragu untuk menunjukkan keindahannya, dan mereka yang mencintainya sangat berharap lebih banyak orang dapat memahaminya," tulis kalimat dalam unggahan di Facebook tersebut.
"Dari segudang lampu berkelap-kelip di sepanjang Sungai Yangtze dan tarian serta musik yang menakjubkan dari pelayaran Zhiyin, hingga cahaya berkilauan dan suara indah dari panggung keseniannya... Kami menanti Anda untuk berkunjung ke Wuhan."
Sebagai episentrum awal wabah virus Corona, Wuhan menerapkan penguncian wilayah selama 76 hari dari 23 Januari hingga 8 April. Lebih dari 50 ribu infeksi Covid-19 dan lebih dari 3.800 kematian dilaporkan.
Pemandangan Yangtze Great Bridge scenic dan Menara Yellow crane Foto: Shutterstock
Penguncian wilayah tidak hanya memperlambat tingkat infeksi secara signifikan-kota tersebut belum melaporkan kasus lokal sejak Mei-tetapi secara mengejutkan meningkatkan daya tarik kota.
ADVERTISEMENT
Menurut sebuah studi bersama yang dilakukan pada bulan April oleh Pusat Penelitian Pariwisata Akademi Ilmu Sosial Tiongkok dan Pusat Penelitian Industri Pariwisata dan Kebudayaan Tencent, Wuhan adalah destinasi wisata nomor satu yang ingin dikunjungi penduduk Tiongkok setelah krisis mereda.
Banyak netizen Tiongkok memuji penduduk Wuhan atas kedisiplinan mereka selama lockdown. Beberapa pengguna Weibo berkomentar bahwa video tersebut diambil dengan indah dan menunjukkan berbagai sudut kota yang belum banyak diketahui orang.
"Saya merinding. Keindahan Wuhan telah dipamerkan dengan sempurna. Saya suka Wuhan," kata salah satu pengguna Weibo yang berbasis di Wuhan.
Kota Wuhan Pasca Lockdown Virus Corona Foto: Getty Images
Yang lain setuju dengan pilihan lokasi syuting-dan mengatakan bahwa video itu mencakup beberapa informasi yang tidak biasa.
"Saya melihat Tongxing Lane (dalam video). Ini gang terindah di Wuhan," kata komentar yang paling disukai (pada saat tulisan ini ditulis) di video tersebut.
ADVERTISEMENT
"Banyak pelancong dan penduduk lokal tidak mengetahuinya-mereka hanya tahu Distrik Jalan Li Huangpi tetapi tidak tahu bahwa ada Jalur Tongxing dan Jalur Taixing yang sangat dekat. Dua gang yang terhubung ini memiliki beberapa seni dan budaya yang unik, pertokoan, dan kafe."
Penumpang menggunakan alat pelindung terlihat di Bandara Internasional Tianhe, Wuham Hubei, China, Rabu (8/4). Foto: REUTERS / Aly Song
Namun, banyak yang merasa video itu terlalu melebih-lebihkan Wuhan dan bukan representasi sebenarnya dari kota tersebut. Ini bukan upaya pertama Wuhan untuk meningkatkan industri pariwisatanya sejak wabah COVID-19.
"Itu tidak realistis," kata yang lain. "Apakah kakekmu berpakaian sangat rapi untuk makan mie kering panas (khas Wuhan)?."
Untuk memikat wisatawan, kota ini juga membangun museum anti-corona yang berisi beragam potret dan perlengkapan terkait penanganan COVID-19. Museum yang dibuka sejak 15 Oktober lalu ini telah dikunjungi sekitar 3.000 orang setiap harinya.
Pengunjung Museum Anti-COVID-19 di Wuhan, Provinsi Hubei. Foto: M. Irfan Ilmie/Antara Foto
Di dalam museum, para pengunjung akan mendapatkan gambaran secara detail dan sesuai urutan peristiwa saat virus mulai mewabah. Ada foto dan video yang menggambarkan situasi menegangkan di salah satu rumah sakit saat Ibu Kota Provinsi Hubei itu kala dilanda wabah yang sangat tiba-tiba menjelang perayaan Imlek.
ADVERTISEMENT
Sejak Agustus, kota ini memperkenalkan serangkaian kampanye yang menargetkan wisatawan domestik, menawarkan akses masuk gratis ke tempat-tempat wisata utama dan tur malam ke Menara Bangau Kuning Wuhan selama liburan minggu emas, yang menjadi hari libur penting di China.
***
Saksikan video menarik di bawah ini.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).