Kumparan Logo

Setelah Melobi 30 Tahun, Babilonia Akhirnya Jadi Situs Warisan Dunia

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Babilonia, Irak Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Babilonia, Irak Foto: Wikimedia Commons

Terhitung sejak tahun 1983, Irak tak pernah letih dan bosan untuk memasukkan kota kuno Babilonia ke dalam situs Warisan Dunia UNESCO. Setelah penantian panjang selama lebih dari tiga dekade, perjuangan negara dengan ibu kota Bagdad itu membuahkan hasil.

Sebab, dalam pertemuan Komite Situs Warisan Dunia UNESCO di Baku, Azerbaijan, diputuskan bahwa Babilonia yang berada di kawasan Mesopotamia menjadi Situs Warisan Dunia. Adapun situs warisan dunia keenam ini dikenal sebagai tempat lahir peradaban.

embed from external kumparan

"Apa artinya warisan dunia tanpa Babilonia? Bagaimana cara memberitahu sejarah kemanusiaan tanpa bab-bab awal Babilonia?," ujar perwakilan Irak kepada Komite Warisan Dunia UNESCO, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Setelah pemungutan suara berakhir, delegasi Irak mengundang seluruh delegasi untuk mengunjungi Babilonia, yang mereka sebut sebagai tempat lahirnya peradaban.

embed from external kumparan

Kota Babilonia sendiri membelah Sungai Efrat, sekitar 100 km arah selatan Bagdad. Kota ini merupakan pusat Kerajaan Babel kuno berusia lebih dari 4 ribu tahun.

Dahulunya, Babilonia merupakan pusat kerjaan yang terkenal dengan menara dan kuil mudbrick. Bahkan taman-taman gantungnya juga masuk ke dalam salah satu dari tujuh keajaiban kuno.

Pengunjung yang datang ke Babilonia dapat melihat sisa-sisa bangunan yang membentang sepanjang 10 km persegi. Kemudian melihat patung Singa Babilonia yang terkenal, serta Gerbang Ishtar asli. Uniknya, ketika matahari mulai terbenam, para aktivis dan penduduk berbondong-bondong datang ke replika gerbang Ishtar untuk merayakan ‘momen’ bersejarah.

embed from external kumparan

Membentang sejauh 10 km persegi, sayangnya baru 18 persen saja yang digali. Sementara ekskavasi di kawasan itu dimulai pada awal 1800-an dan artefaknya dikirim ke luar negeri.

Sementara itu, dilansir Antara, Presiden Irak, Barham Salih, mengatakan bahwa Babilonia merupakan reruntuhan arkeologis yang akhirnya dikembalikan ke tempat yang layak dalam sejarah, setelah bertahun-tahun diabaikan oleh para pemimpin sebelumnya. Untuk itu, pemerintah akan mengalokasikan dana demi mempertahankan dan meningkatkan upaya konservasi.

Selamat Babilonia!