Singapura Berencana Buka Lagi Pelayaran Kapal Pesiar Antar-negara
ยทwaktu baca 3 menit

Pandemi sangat berdampak terhadap sektor pariwisata di banyak negara, tak terkecuali Singapura. Industri kapal pesiar di Negeri Singa juga jadi salah satu yang terkena imbasnya.
Sempat 'tertidur' sejenak, kini Singapura bersiap menggairahkan wisata kapal pesiar yang jadi salah satu andalannya. Salah satunya adalah dengan membuka kembali pelayaran antar-negara tetangga, seperti Thailand, Malaysia, dan Indonesia.
Area Director Singapore Tourism Board di Indonesia, Mohamed Firhan Abdul Salam, mengatakan bahwa mereka akan menghidupkan kembali rute-rute pelayaran kapal pesiar dari Singapura. Misalnya saja dengan Royal Caribbean International Ltd, sebagai salah satu perusahaan kapal pesiar terkemuka di dunia.
"Jadi ini (Spectrum of The Seas) adalah contoh yang bisa kita tawarkan. Kan kita sudah beberapa hari di kapal ini dan merasakan beragam atraksi wisata, serta kapal yang memang ditujukan untuk pasar wisatawan Asia. Cruising itu memang product original Singapura," ujar Firhan, saat ditemui kumparan di atas kapal pesiar Spectrum of The Seas, Minggu (3/4).
Tak hanya itu, Firhan mengatakan bahwa salah satu strategi lain Singapura untuk membangkitkan kembali pasar kapal pesiar mereka adalah dengan meyakinkan para operator kapal pesiar, bahwa Singapura sudah siap untuk disandari kapal-kapal besar.
"Salah satu strateginya kita mau established Singapore as cruising hub in Southeast Asia atau attract world class ship in Singapore (meyakinkan bahwa Singapura sebagai hub kapal pesiar di ASEAN), dengan adanya Marina Bay Cruise Center yang bisa service and welcome quantum class ship (dan menerima kapal-kapal kelas quantum) atau all the big ship ( semua kapal-kapal besar) yang lebih dari 2 ribu sampai 4 ribu orang," imbuh Firhan.
Singapura Berencana Buka Pelayaran dengan Negara-negara Tetangga
Selain mempersiapkan pelabuhan atau ports untuk kapal-kapal pesiar berlabuh, Firhan mengatakan cara lainnya adalah dengan membuka pelayaran dengan negara-negara tetangga. Pelayaran ini tentunya dilakukan dengan aman dan nyaman, serta tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.
"Jadi buat waktu sekarang sailing-nya (pelayarannya) untuk Singapore water (perairan Singapura saja) yang kita sebut dengan 'overnight sailing'. Namun, ke depannya dengan harmonized sailing dari Singapura ke Malaysia, Thailand, dan Indonesia," papar Firhan.
Mengutip Travel Weekly Asia, STB dan Kedutaan Besar Singapura di Thailand telah mengkonfirmasi adanya diskusi dengan pemerintah Thailand terkait protokol pelayaran tersebut.
Keduanya hendak melanjutkan ports of call, tempat persinggahan kapal untuk membongkar kargo atau mengisi bahan bakar di Phuket. Ports of call tersebut dapat secara efektif membangun jalur pelayaran tervaksinasi bilateral di antara kedua negara itu.
Terdapat beberapa persyaratan dalam rencana tentatif jalur pelayaran tervaksinasi tersebut. Dibutuhkan pengujian Alat Tes Antigen (ATK) yang diambil dalam waktu 24 jam sebelum keberangkatan. Selain itu, jumlah wisatawan dibatasi setiap pelayarannya dan penumpang kapal harus sudah mendapatkan vaksin lengkap.
Sementara itu, Cruise Director Singapore Tourism Board (STB), Annie Chang, mengatakan bahwa Singapura terus berhubungan dengan asosiasi kapal pesiar internasional atau Cruise Lines International Association.
"Kami juga terus menjaga komunikasi dengan Cruise Lines International Association. Selain itu, kami juga mengajak para agen perjalanan untuk bergabung dengan kami," ujar Annie, ditemui di tempat terpisah.
Untuk itu, ia pun berharap bahwa dalam waktu mendatang akan banyak lagi kapal-kapal pesiar yang berlabuh di Singapura, seperti saat sebelum pandemi.
"Di masa sebelum pandemi, ada hampir 400 kapal pesiar yang berangkat dari Singapura. Kami harap di masa pasca-pandemi atau new normal akan ada lebih banyak kapal yang datang dan kami sangat yakin dan percaya bahwa kami bisa mendatangkan dan menyambut kembali kapal-kapal pesiar (dari seluruh dunia) untuk berlabuh di Singapura," pungkasnya.
