Sirnanya Pesona Pantai Talise Pasca Hantaman Tsunami dan Gempa

Gempa bumi dan tsunami yang mengguncangkan Palu dan Donggala pada Jumat (28/9) membuat berbagai tempat mengalami kerusakan, termasuk Pantai Talise. Pantai yang menjadi salah satu terdampak tsunami ini berada sekitar 2 km ke arah utara Kota Palu, sejatinya menawarkan pemandangan apik dan indah.
Sayangnya, pantai yang membentang dari Kota Palu ke Donggala turut terkena imbas gempa dan tsunami. Informasi yang diterima kumparanTRAVEL dari Kementerian Pariwisata, pantai yang sekaligus menjadi venue event di Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah ini mengalami kerusakan.

Saat dikonfimasi ke Guntur Sakti selaku Kepala Biro Komunikasi Publik, Kementerian Pariwisata mengaku belum mengetahui bagaimana kondisi Pantai Talise. Sebab, timnya belum bisa melihat secara langsung lantaran adanya kendala transportasi dan telekomunikasi.
"Seperti apa bentuk kerusakannya kita belum tahu, (itu berdasarkan) laporan yang kita dapat dari beberapa korespondensi kita di Palu. (Sayangnya) kita belum bisa ke Palu karena kendala transportasi dan telekomunikasi. (Namun) hari ini Kemenpar akan menurunkan tim dari Politeknik Pariwisata Makassar sebagai PIC kita di sana dan melakukan fact finding pariwisata yang terdampak di sana," ujarnya saat dihubungi kumparanTRAVEL melalui Whatsapp, Senin (1/10).

Tak hanya berdampak pada wisata alam saja, seluruh event festival budaya yang rencananya akan diselenggara pun dibatalkan. Seperti Festival Palu Nomoni dan Rangkaian Peringatan Hari Habitat Dunia 2018 yang rencananya diselenggarakan tanggal 29 September hingga 3 Oktober 2018.
"Jalur untuk jalan lintasan event balap sepeda TdCC (Tour de Central Celebes) yang rencana dilaksanakan pada 14-18 Oktober 2018 juga mengalami kerusakan,” ujar Guntur Sakti, ketua Tim TCC.

Sementara untuk situs bersejarah atau peninggalan dan cagar budaya hingga saat ini masih dalam koordinasi pendataan dengan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Makassar. Namun laporan terakhir menyatakan jika beberapa peninggalan sejarah juga mengalami kerusakan.
Selain itu, TCC Kemenpar juga mencatat beberapa amenitas ikut terdampak akibat gempa 7,4 magnitudo disertai tsunami itu. Seperti, Hotel Roa-Roa dengan 80 kamar, Santika Palu Hotel yang memiliki 140 kamar, Mercure Palu Hotel 130 kamar, dan Swissbell Hotel Silae Palu dengan 126 kamar alami kerusakan.
