Suntik Vaksin Rutin Sebelum Traveling, Pentingkah?

Kesehatan tentunya jadi modal terpenting kamu saat hendak traveling. Kondisi tubuh yang enggak fit kala melakukan perjalanan sudah pasti akan memberikan hasil yang kurang menyenangkan.
Oleh karena itu, sebelum bepergian, terutama ke kawasan-kawasan yang rawan, ada baiknya kamu melakukan suntik vaksin sesuai kebutuhan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjangkitnya virus berbahaya yang 'asing' atau jarang ditemukan oleh tubuhmu.
Dilansir Budget Travel, David Freeman, seorang profesor kedokteran dan epidemiologi di Universitas Alabama di Birmingham menuturkan bahwa traveler seharusnya mendapatkan vaksinasi rutin sebelum bepergian.
Mulai dari DPT (difteria, tetanus, dan pertusis), campak, gondong, rubella, dan imunisasi flu tahunan, bahkan ketika kamu hendak menyambangi Eropa.
Ya, agak mengejutkan memang, karena Eropa dikenal sebagai negara maju dengan sanitasi bersih dan pendidikan kesehatan yang cukup baik. Namun ternyata, kini campak sedang meningkat di Eropa akibat munculnya gerakan anti-vaksin yang membuat orang tua enggan melakukan imunisasi pada anak-anak mereka.
Padahal campak termasuk salah satu jenis penyakit yang berpotensi mematikan. Lantas, bagaimana cara mengetahui jenis vaksin yang tepat ketika hendak traveling sesuai dengan destinasi tujuan?
Kamu bisa mengunjungi laman web seperti Centers for Disease Control (cdc.gov) untuk menemukan jenis vaksin yang direkomendasikan ketika menyambangi sebuah negara. Misalnya saja sebelum ke Afrika Selatan, kamu harus mempertimbangkan vaksin typhus, rabies, dan hepatitis A sesuai anjuran dokter.
Sedangkan untuk traveling ke Kenya, kamu mungkin disarankan untuk mendapatkan suntikan vaksin penyakit kuning selain vaksin lain yang direkomendasikan pada traveler yang berlibur ke Afrika Selatan.
Pasalnya, ada banyak negara berkembang di Afrika sub-Sahara dan lembah Sungai Amazon yang meminta bukti inokulasi demam kuning pada calon pengunjung sebelum memasuki negara tersebut. Selain itu, pengunjung juga diharapkan sudah membawa resep anti-malaria dari daerah asal sebelum melakukan kunjungan.
Dengan melakukan suntik vaksin sebelum keberangkatan, kamu sudah meminimalisir kemungkinan dirimu terjangkit virus mematikan; baik saat berada di negara tujuan, maupun setelah kepulangan di negara asal.
Walau biayanya terhitung relatif mahal, suntik vaksin tentu punya biaya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya perawatan yang mesti dikeluarkan apabila kamu jatuh sakit. Terutama jika kamu sakit di negara asing dengan mata uang yang punya kurs lebih tinggi dibandingkan negara asal.
Bagaimana, masih mau pikir dua kali suntik vaksin sebelum traveling?
