Taiwan Izinkan Wisatawan Asing Masuk, Negara yang Diizinkan Dibagi 2 kategori

Taiwan telah membuka kembali pintu pariwisata untuk wisatawan asing secara bertahap mulai 1 Oktober 2020. Keputusan tersebut disampaikan oleh Kementerian Perhubungan dan Komunikasi Taiwan (MOTC).
Dilansir Travel on Tour, pembukaan pariwisata dan transportasi di Taiwan akan dibuka dalam tiga tahap. Yang pertama, relaksasi larangan makan dan pembatasan di Taiwan. Kedua, subsidi pariwisata.
Dan terakhir, merupakan langkah untuk membuka pariwisata untuk wisatawan asing yang dilakukan mulai 1 Oktober hingga 31 Desember.
Pada tahap ketiga, pariwisata Taiwan juga akan bekerja sama dengan Pusat Komando Epidemi (CECC) dan Kementerian Luar Negeri (MOFA). Kerja sama ini untuk mencapai pemulihan dan mengamankan peluang pertumbuhan pariwisata internasional di Taiwan.
Menurut laporan eTurboNews, hingga saat ini Taiwan secara keseluruhan telah memiliki 500 kasus positif dengan 7 kematian akibat virus corona. Selain itu, penduduk Taipei terbilang cukup tenang mengetahui satu kasus yang diduga terkait dengan penularan lokal di kota tersebut sejak pertengahan April.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Taiwan memberanikan diri membuka pintu untuk wisatawan asing dalam waktu dekat. Berdasarkan keterangan pers dari Taiwan Centers for Disease Control (CDC) pada 26 Agustus 2020, CECC mengumumkan daftar negara yang diizinkan masuk dibagi menjadi dua kategori, yakni negara atau kawasan berisiko rendah dan menengah.
Untuk kategori negara atau kawasan dengan berisiko rendah, yakni Selandia Baru, Macau, Palau, Fiji, Brunei Darussalam, Thailand, Mongolia, Bhutan, Laos, Kamboja, Myanmar, Sri Lanka, Nauru, Timor Leste, Mauritius. Sementara itu, untuk kategori negara atau kawasan berisiko menengah seperti Malaysia, Singapura, dan Vietnam.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).
