Kumparan Logo

Tak Ingin Timbulkan Salah Paham, China Airlines Berencana Ganti Nama

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
China Airlines Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
China Airlines Foto: Shutter Stock

Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) Taiwan mengatakan, China Airlines berencana akan mengganti nama maskapai tersebut. Wacana itu muncul karena Taiwan tersinggung dengan apresiasi yang diberikan negara-negara lain terhadap kinerja maskapai China Airlines.

Dilansir Reuters, sejak maskapai itu didirikan, ada hal yang masih membingungkan bagi penumpang terkait China Airlines. Meskipun Taiwan telah menerbitkan paspor sendiri untuk warganya, maskapai milik negara tersebut masih menggunakan nama China Airlines.

Beberapa politisi di Taiwan mengatakan bahwa nama China Airlines telah menyebabkan kebingungan bagi negara-negara lain, terutama saat maskapai tersebut membawa sumbangan masker yang diberikan Taiwan ke Eropa pekan lalu.

Dua orang kru maskapai China Eastern Airlines mempersiapkan pesawat saat penjemputan turis China Di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Sabtu (8/2). Foto: Dok. Angkasa Pura I

Kala itu, foto-foto kotak masker berbendera Taiwan yang diturunkan dari kargo China Airlines menjadi perbincangan. Sebab, ucapan terima kasih yang diberikan publik tidak sampai ke Taiwan, melainkan ke China.

Hal itu lantaran ada kata 'China' di pesawat China Airlines. Perdana Menteri Taiwan, Su Tseng-chang, mengatakan hal itu membuat kekeliruan publik yang menganggap China Airlines merupakan maskapai milik Negeri Tirai Bambu.

"Karena China Airlines menuliskan kata 'China' di dalam pesawatnya, beberapa negara, orang, dan gambar secara keliru berpikir bahwa China telah mengirimi mereka masker, yang menyebabkan kami sangat sedih," kata Tseng-chang.

China Airlines Foto: Shtter Stock

Partai kecil New Power Party, yang berbagi dukungan dengan Partai Progresif Demokratik, yang berkuasa untuk kemerdekaan formal Taiwan, meminta parlemen untuk menghapus kata "China" dari badan maskapai dan menggantinya dengan kata "Taiwan".

"Bahkan demokrasi dan kebebasan Taiwan dapat disalahtafsirkan oleh komunitas internasional sebagai berasal dari China, karena kata 'CHINA'," ujar Su Tseng-chang.

China Airlines, yang hampir sepenuhnya dikuasi oleh pemerintah Taiwan memang kerap menimbulkan kesalahpahaman, karena mirip dengan maskapai China, Air China.

"Sekarang sedang dalam proses dipelajari dan dibahas secara internal dengan pikiran terbuka," tambah Tseng-Chang.

China Airlines Foto: Shutter Stock

Dilansir Business Traveller, Menteri Transportasi dan Komunikasi Taiwan, Lin Chia-lung, mengatakan mendukung maskapai tersebut untuk mengganti nama. Namun, baginya perubahan nama adalah keputusan besar yang akan melibatkan hak penerbangan dan rute.

Lembaga pemerintahan Taiwan telah mengusulkan nama yang direncanakan mengganti China Airlines. Beberapa nama yang diusulkan antara lain, Formosa Airlines atau Taiwan Airlines.

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!