Kumparan Logo

Tak Tersentuh Malam, Ini Pulau yang Selalu Alami Siang Hari

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Panorama Pulau Girmsey di Islandia. Foto: VicPhotoria/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Panorama Pulau Girmsey di Islandia. Foto: VicPhotoria/Shutterstock

Perputaran Bumi pada porosnya membuat kita mengalami adanya pergantian siang dan malam hari. Meski begitu, nyatanya ada beberapa tempat di dunia yang justru tak pernah mengalami siang atau malam hari, seperti halnya pulau satu ini.

Berbeda dari pulau pada umumnya, penduduk Pulau Grimsey di Islandia justru tak pernah mengalami yang namanya malam hari. Kalau biasanya malam hari sudah bisa kita rasakan pada pukul 19.00 waktu setempat, Pulau Grimsey justru memiliki pemandangan berbeda. Sebab, baik itu pukul 00.00 atau 01.11 dini hari waktu setempat, mereka tetap tersinari matahari layaknya di siang hari.

Panorama Pulau Girmsey di Islandia. Foto: Oleg Senkov/Shutterstock

Lantas pertanyaannya, kenapa Pulau Grimsey tak pernah mendapatkan malam hari? Begini penjelasannya.

Dilansir Akureyri, fenomena unik tersebut disebabkan oleh letak geografis Pulau Grimsey. Berada 40 km di lepas pantai utara Islandia, Pulau Grimsey ternyata ada di Lingkar Arktik.

Saat musim panas, matahari akan menyinari tempat ini selama 24 jam. Tak berbeda dengan musim panas, musim dingin di pulau ini juga sama.

Bedanya, siang hari saat musim dingin terbilang lebih singkat dan biasanya senja akan terjadi pada dini hari. Lantas, bagaimana dengan malam hari? Jawabannya lagi-lagi pulau ini tak mengalami malam hari.

video youtube embed

Sekilas Tentang Pulau Grimsey

Pulau Grimsey, pulau yang tak pernah malam hari. Foto: Andrew Baum/Shutterstock

Masih jadi bagian dari kota Akureyri, Pulau Grimsey memiliki luas 5,3 kilometer persegi. Tercatat, ada 100 orang yang tinggal di pulau ini. Mereka tinggal di pemukiman kecil yang bernama Sandvik.

Dilansir Guide to Iceland, penduduk pulau menggantungkan hidupnya sebagai nelayan atau petani. Namun, enggak hanya itu saja, karena keindahan yang dimiliki, Pulau Grimsey juga menggantungkan kehidupannya di pariwisata.

Hal ini dibuktikan dengan beberapa amenitas yang terdapat di sana yang dibangun untuk menyambut turis, seperti guest houses, cafe, hingga bandara kecil untuk menghubungkan pusat kota.

embed from external kumparan

Selain beberapa amenitas tadi, Pulau Grimsey juga memiliki fasilitas penunjang lainnya, seperti pelabuhan kecil, sekolahan, hingga pusat komunitas.

Pulau Grimsey juga ternyata menyimpan sejarah yang cukup menarik. Pulau tersebut ditemukan oleh seorang petani bernama Grimur yang datang dari Norwegia.

Menurut legenda, pulau ini dihuni oleh raksasa dan troll. Konon, dia berhasil mengalahkan raksasa tersebut dan mempersunting putri dari salah satu raksasa.

Daya Tarik Bagi Turis

Ilustrasi penduduk di Pulau Grimsey di Islandia. Foto: Eva-Maria Demuth/Shutterstock

Selain legendanya yang menarik, Pulau Grimsey juga menyimpan daya tarik tersendiri bagi turis. Pulau tersebut dikenal dengan kehidupan spesies burungnya.

Pulau Grimsey ternyata jadi tempat ideal bagi burung auk dan puffin Atlantik (Fratercula arctica). Hal itu dikarenakan melimpahnya makanan, seperti ikan di sekitar pulau.

Selain itu, pulau ini juga tidak memiliki predator yang mengancam proses pengembangbiakkan burung-burung tersebut. Tikus, cerpelai, dan sebagainya tidak ditemukan di pulau ini, sehingga burung-burung bisa bertelur dengan aman.

embed from external kumparan

Kebanyakan dari traveler datang untuk melihat Puffin Atlantik yang bersarang di pulau ini. Namun, enggak hanya itu, ada pula spesies lain, seperti Kittiwakes Berkaki Hitam, Auks, Razorbills, Murre Berparuh Tebal, dan Fulmar Utara.

Waktu terbaik untuk menyaksikan burung-burung tersebut adalah pada bulan Mei dan September. Di luar dari musim panas, burung-burung ini biasanya akan bermigrasi ke tempat yang hangat.

Pulau Grimsey juga dianugerahi bentang alam yang indah seperti bukit-bukit hijau dan juga pantainya.

embed from external kumparan

Kamu juga bisa mengunjungi gereja tua, salah satu bangunan bersejarah di pulau tersebut. Gereja ini dibangun oleh uskup Katolik Islandia bernama Jon Ogmundsson, pada abad ke-11.

Gereja tersebut telah beberapa kali direnovasi, terakhir pada tahun 1932 dan menampilkan tiruan lukisan Leonardo Da Vinci yang berusia seabad.

Selain itu, Pulau Grimsey juga memiliki monumen Lingkaran Arktik (Arctic Circle) yang terkenal. Monumen bola batu seberat 8 ton tersebut menggambarkan bagaimana pulau ini tak pernah mengalami malam hari.