Kumparan Logo

Tarif Hotel di NTB Diklaim Masih Normal Jelang MotoGP Mandalika 2025

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembalap Gresini Racing MotoGP Marc Marquez melambaikan tangan setelah berhasil meraih posisi ketiga pada balapan sprint MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (28/9/2024). Foto: Bay Ismoyo/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pembalap Gresini Racing MotoGP Marc Marquez melambaikan tangan setelah berhasil meraih posisi ketiga pada balapan sprint MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (28/9/2024). Foto: Bay Ismoyo/AFP

Menjelang perhelatan MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, pada 3-5 Oktober mendatang, wisatawan tidak perlu khawatir dengan biaya akomodasi yang melonjak tajam.

Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (Dispar NTB) memastikan tarif hotel di kawasan Lombok dan sekitarnya masih terkendali.

Alhamdulillah, sampai dengan saat ini tarif hotel masih terkendali. Normal, natural, dan tidak ada yang signifikan,” tutur Kepala Dinas Pariwisata NTB, Muhammad Nur Aulia, seperti dikutip dari Antara.

Pantai Kuta Mandalika. Foto: Sony Herdiana/Shutter Stock

Menurut Aulia, terkendalinya harga kamar hotel tidak lepas dari kesadaran pelaku industri pariwisata, untuk menjaga citra NTB sebagai destinasi unggulan.

Meskipun ada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9 Tahun 2022 tentang batasan tarif hotel dan transportasi, Aulia menilai faktor utama justru terletak pada komitmen pelaku usaha agar tidak menaikkan harga berlebihan.

“Kesadaran pelaku industri pariwisata sudah mulai tumbuh untuk menjaga citra pariwisata NTB,” ujarnya.

Patroli Daring untuk Pantau Harga

Foto udara destinasi wisata Pantai Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (7/6/2021). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTO

Untuk mencegah adanya lonjakan tarif yang tidak wajar, Dispar NTB juga menyiapkan patroli daring. Melalui pemantauan digital, pihaknya akan terus mengawasi pergerakan harga hotel dan ketersediaan kamar. Wisatawan pun didorong melapor jika menemukan harga akomodasi yang tidak wajar.

“Kita pantau harga yang dinilai tidak wajar, dan masyarakat pun bisa melapor jika ada kenaikan terkait akomodasi ini,” tambah Aulia.

Ilustrasi kamar hotel. Foto: Edvard Nalbantjan/Shutterstock

Meski jumlah pasti belum diumumkan, Dispar NTB memastikan ketersediaan kamar hotel masih mencukupi untuk menampung wisatawan yang ingin menonton MotoGP. Pihak hotel disebut biasanya masih menyimpan kamar untuk kebutuhan mendadak.

“Kalau soal data kita belum bisa sampaikan, sampai benar-benar ada data pasti. Tapi biasanya hotel sudah saving,” kata Aulia.

Ajang MotoGP Mandalika sejak 2022 telah menjadi magnet utama pariwisata NTB, mendatangkan puluhan ribu wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan tarif hotel yang tetap terkendali, perhelatan tahun ini diharapkan semakin memperkuat posisi Mandalika dan Lombok sebagai destinasi sport tourism dunia.