Kumparan Logo

Tembok Besar China Kembali Dibuka, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Wisatawan

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah turis mengenakan masker saat mengunjungi Tembok Besar China di Badaling, Beijing, China, Selasa (24/3/2020). Foto: REUTERS/Thomas Peter
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah turis mengenakan masker saat mengunjungi Tembok Besar China di Badaling, Beijing, China, Selasa (24/3/2020). Foto: REUTERS/Thomas Peter

Selama hampir 2 bulan lamanya, China menutup aksesnya bagi wisatawan dan beberapa objek wisatawan karena pandemi virus corona atau COVID-19. Kini, perlahan tapi pasti China kembali mulai membuka diri bagi wisatawan.

Terlihat dari transportasi di Provinsi Hubei yang mulanya diberhentikan, sekarang sudah mulai beroperasi lagi. Bahkan, tak hanya itu, China juga telah membuka kembali salah satu objek wisata terpopulernya yaitu Tembok Besar China pada Selasa (24/3) kemarin.

Sejumlah turis mengenakan masker saat mengunjungi Tembok Besar China di Badaling, Beijing, China, Selasa (24/3/2020). Foto: REUTERS/Thomas Peter

Dilansir CNN Travel, meski telah dibuka tak semua wisata Tembok China dibuka kembali. Terdapat dua bagian dari Tembok Besar China yang sudah dibuka kembali, yaitu bagian Badaling dan bagian Beijing.

Dengan dibukanya Tembok Besar China menunjukan bahwa perlahan-lahan kehidupan di China setelah wabah virus corona.

Dalam pernyataannya, Pemerintah China mengatakan bahwa Area Badaling hanya boleh disii oleh 30 persen pengunjung dari jumlah pengunjung biasanya. Hal tersebut guna mengindari kepadatan di tempat wisata tersebut.

Sebelum berkunjung ke Tembok Besar China, pengunjung juga harus melewati pemeriksaan yang ketat.

Sejumlah turis mengenakan masker saat mengunjungi Tembok Besar China di Badaling, Beijing, China, Selasa (24/3/2020). Foto: REUTERS/Thomas Peter

Pertama, pengunjung harus terlebih dahulu memesan tiket melalui situs resmi Tembok Besar China atau aplikasi WeChat China. Kamu juga harus memiliki kode QR yang berisi kesehatan badan kamu. Sistem pengecekannya terhubung dengan aplikasi AliPay atau WeChat yang terhubung ke situs Tembok Besar China.

Setelah itu sistem akan menunjukkan warna yang menunjukkan kesehatan kamu, seperti warna hijau berarti sehat. Pengunjung juga diwajibkan menggunakan masker dan menjaga jarak dengan pengunjung lain minimal 1 meter.

Menariknya, staf medis dan anggota militer akan mendapatkan tiket masuk secara gratis sampai tanggal 30 Maret 2020. Namun, tetap harus mengikuti serangkaian aturan yang telah berlaku. Kalau tidak mengikuti aturan, akan dikenakan biaya 35 Yuan Tiongkok atau setara dengan Rp 80 ribu.

Seorang turis mengenakan masker saat mengunjungi Tembok Besar China di Badaling, Beijing, China, Selasa (24/3/2020). Foto: REUTERS/Thomas Peter

Kamu bisa mengunjungi Tembok Besar China bagian Badaling, yang membentang dari Bei Liu Lou ke Nan Wu Lou Ban. Tempat ini akan dibuka setiap harinya, mulai pukul 09.00 sampai 16.00 waktu China.

Selain itu, kamu juga bisa mengunjungi Tembok Besar China bagian Beijing. Berjarak sekitar 70 km dari pusat Kota Beijing. Bagian Beijing ini merupakan bagian yang paling populer dari Tembok Besar China.

Selebihnya, seluruh bagian lain di area Tembok Besar China tetap ditutup utuk wisatawan, seperti halnya jalur kereta gantung dan Museum Tembok Besar China di Badailing.

Sebelum pandemi virus corona terjadi di China, lebih dari 10 juta wisatawan berkunjung ke Tembok Besar China setiap tahunnya. Karena penyebaran virus corona di China yang kian masif, Tembok Besar China pun ditutup sementara untuk wisatawan.

Kini, angka pasien positif corona di China sudah semakin sedikit dari yang sebelumnya. Karena hal tersebut sektor-sektor kehidupan di China mulai kembali normal.

Laporan Fikriyah Nurshafa

kumparan post embed

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!