Tiga Dewa Adventure Bantah Booking Lahan Camp Gunung, Bakal Tempuh Jalur Hukum
ยทwaktu baca 4 menit

Operator tur wisata pendakian gunung, Tiga Dewa Adventure memberikan klarifikasi soal dugaan booking lahan area camping yang terjadi di gunung. Dalam klarifikasinya, operator tur tersebut menyampaikan tidak pernah melakukan monopoli, atau penguasaan lahan area camping atau camping grounds.
Melalui surat klarifikasi yang dikeluarkan pada Selasa (2/6) yang ditandatangani oleh Muh Rifqi Maulana, pemilik Tiga Dewa Adventure, pihaknya membantah hal tersebut.
"Menanggapi dinamika pemberitaan di sosial media, kami Tiga Dewa Adventure dengan ini menyampaikan permintaan maaf atas apa yang menjadi sorotan publik dan atas kegaduhan yang terjadi serta berimbas kepada nama baik Tiga Dewa Adventure," tulis surat tersebut, seperti dikutip dari akun Instagram @tigadewaadventureindonesia.
Dalam surat klarifikasi itu, Tiga Dewa Adventure juga telah melakukan investigasi dan evaluasi terhadap sistem dan kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) dimulai dari jajaran pengurus, guide, maupun porter lokal pada kegiatan pemanduan terhadap tamu dalam melakukan pendakian di beberapa daerah.
Hal tersebut untuk memastikan bahwa sistem dan kinerja pelayanan yang diberikan berjalan dengan baik, dan tidak didapati hal-hal yang beredar di media sosial.
"Kami memahami bahwa gunung adalah area yang sama-sama ingin kita nikmati dan harus dijaga bersama. Karena itu Tiga Dewa Adventure selaku organisasi, tidak pernah melakukan monopoli atas area camp dan tidak pernah pula melakukan booking area lahan," lanjutnya.
Tiga Dewa Adventure juga mengatakan bahwa pihaknya menggunakan jasa porter lokal untuk mendahului pendakian, di antaranya untuk mendirikan tenda, membawa logistik utama seperti bahan makanan, dan peralatan camping lainnya.
Apabila di kemudian hari ditemukan bukti di mana guide atau porter melakukan hal yang dituduhkan, maka pihaknya akan mengambil langkah tegas sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Pada kesempatan ini, kami juga membuka contact person 0895-3280-93337 untuk konfirmasi terkait pemberitaan tersebut yang merugikan Tiga Dewa Adventure," imbuhnya.
Pihaknya juga meminta konten kreator dan akun-akun media sosial yang telah memposting atau membagikan berita yang tidak benar tersebut, untuk meng-take down konten-konten yang dapat merugikan Tiga Dewa Adventure.
"Kami melindungi hak hukum kami untuk menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab karena telah menyebarkan berita bohong hoax yang menimbulkan kegaduhan di berbagai kalangan," tutup surat klarifikasi tersebut.
Owner Tiga Dewa Adventure Buka Suara
Kepada kumparan, Owner Tiga Dewa Adventure, Muhammad Rifki Maulana, juga mengatakan bahwa video yang viral di media sosial yang menyatakan pihaknya melakukan pengusiran terhadap pendaki lain adalah tidak benar.
"Kita juga sudah menanyakan ternyata bukan pihak dari tim kami. Tapi orang-orang, netizen menganggapnya seolah-olah Tiga Dewa yang mengusir segala macam. Kita juga sudah riset segala macem mengklarifikasi semuanya, video-video yang memang beredar itu dengan viral banget ternyata bukan dari pihak kami," ujar Taufik saat dihubungi kumparan pada Rabu (4/6).
Taufik mengatakan bahwa pihaknya memiliki bukti-bukti kuat yang menyatakan memang bahwasannya bukan Tiga Dewa Adventure yang melaakukan booking area camp atau pengusiran terhadap pendaki.
"Kita enggak hanya omong begini, tetapi kita memang sudah mempunyai bukti-bukti yang memang konten-konten itu bukan dari pihak Tiga Dewa," lanjut Taufik.
Pihaknya juga tidak pernah mempersilakan pendaki yang ingin membuat tenda di dekat area camp peserta Tiga Dewa seperti yang dinarasikan di media sosial.
Adapun dalam unggahan di Facebook yang memperlihatkan area camp yang dipenuhi banner Tiga Dewa Adventure. Taufik juga memberikan penjelasan bahwa banner atau papan informasi yang disajikan adalah untuk memudahkan para peserta camp Tiga Dewa untuk menemukan tenda-tenda mereka.
"Dari sebelum-sebelumnya itu bahkan bukan kita saja. Bendera ataupun penanda itu bahwasannya itu untuk menandakan tempat area camp kita. Bukan memang disebutnya kita mem-booking atau apa. Namanya kita nge-set tenda biar bagus dan tertata gitu," ungkap Taufik.
"Jadi ini ya mas ya, kita namanya sebagai EO atau penyelenggara lah kita kan mau semua tamu-tamu kita itu kan menggunakan fasilitas kita dengan nyaman dan aman," lanjutnya.
Proses Pendirian Tenda
Taufik menjelaskan bahwa memang setiap trip atau pendakian, pihaknya akan mempersilakan porter lokal untuk naik terlebih dahulu. Hal ini agar para saat peserta tiba di atas mereka sudah bisa beristirahat di dalam tendanya.
Jadi, prosesnya setiap ada pendakian si porter naik bawa tenda, bawa perlengkapan segala macem, pasang tenda. Begitu selesai turun tenda dicuci dan dirapikan.
"Kita kerjasama sama tim lokal. Kita sudah taruh tendanya itu, memang kita titipkan ke para porter lokal kita agar tendanya itu bisa dirawat habis dipakai itu dicuci terus nanti minggunya mau naik lagi kita naikin lagi lebih dahulu gitu," paparnya.
Tiga Dewa Adventure juga telah melakukan investigasi dan evaluasi kepada tim terkait. Berkaitan dengan hal itu, Taufik mengatakan bahwa memang pihaknya tidak melakukan apa yang seperti dituduhkan.
"Dari semua gunung yang ada di Indonesia kita udah rapatin dari misalkan dari yang viral-viral kan yang disebutkan dari Gunung Lawu, terus Gunung Slamet via Bambangan, terus di Sindoro, terus di Sumbing, sama di Prau, Kerinci segala macem, itu kita menyatakan bahwa dari tim lokal yang ada di lapangan kita itu tidak ada yang mengusir tenda dan mem-booking area lahan camp," pungkasnya.
