Tiket Mahal, 19 Ribu Ekspatriat India Tak Bisa Balik ke Daerah Teluk Persia

18 November 2021 7:59 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Pesawat Foto: Sonny Tumbelaka / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pesawat Foto: Sonny Tumbelaka / AFP
ADVERTISEMENT
Semua tiket penerbangan dari maskapai yang beroperasi antara India dan daerah Teluk Persia menaikkan tarifnya hingga lima kali lipat. Hal tersebut mengakibatkan 19 ribu ekspatriat asal India yang berada di negaranya tidak mampu membeli tiket pesawat karena terlalu mahal.
ADVERTISEMENT
Bahkan beberapa ekspatriat yang kembali ke India dan memang bekerja di daerah Teluk Persia, mengaku sudah tidak berpenghasilan dan tabungan yang dimiliki juga hampir habis.
Dilansir Khaleej Times, UT Khader, yang mewakili Mangaluru di majelis legislatif Karnataka, mengatakan bahwa dirinya sudah mengimbau Menteri Persatuan Penerbangan Sipil, Jyotiraditya Scindia, perusahaan penerbangan, dan Perdana Menteri, Narendra Modi, untuk meminta bank-bank membantu mereka yang sangat membutuhkan uang untuk tiket pesawat.
Ilustrasi ekspatriat India. Foto: dok. Freepik
“Banyak dari mereka akan kehilangan pekerjaan jika tidak melapor tepat waktu. Ini sebagian besar adalah pekerja tidak terampil dan semi terampil yang mencari peluang kerja di negara-negara Asia Barat. Pemerintah negara bagian Kerala, Karnataka, dan Goa harus mencoba untuk membantu pembelian tiket pesawat ke Teluk Persia supaya mereka bisa tetap bekerja,” kata UT Khader.
ADVERTISEMENT
Beberapa ekspatriat juga belum divaksinasi secara lengkap, hal tersebut menambah ketakutan mereka untuk kembali ke negara tempat mereka bekerja.
Namun hal itu sudah diatur oleh Masyarakat Palang Merah India dan administrasi distrik di pesisir Kerala, Karnataka, dan Goa untuk membantu mengatasi masalah tersebut.

Keluh Kesah Ekspatriat India yang Tidak Bisa Kembali ke Daerah Teluk Persia

Daerah-daerah di Teluk Persia. Dokumentasi doto: Wikimedia Commons.
Faheem Ahmed, seorang ekspatriat India yang bekerja di Muscat, Oman mengatakan bahwa dirinya terjebak di India karena tiket pesawat ke Dubai juga naik tiga kali lipat.
Menurutnya ini adalah praktik pencatutan yang tidak adil, karena maskapai hanya memikirkan bagaimana mengurangi kerugian mereka karena pembatasan perjalanan selama COVID-19.
Seharusnya ia kembali ke Muscat pada Jumat (19/11). Akhirnya ia meminjam uang salah satu temannya dan berjanji akan mengembalikannya setelah mendapatkan gaji.
ADVERTISEMENT
Bahkan beberapa ekspatriat yang terdampar telah mendapatkan bantuan keuangan serupa dari teman dan anggota keluarga besar mereka.
Ilustrasi lalu lintas di Dubai. Foto: Pixabay
“Saya mendapat kejutan dalam hidup saya ketika saya melihat tarif sekali jalan antara Kozhikode dan Dubai sekitar 1.6000 Dirham (Rp 6,2 juta) dan ditambah 650 Dirham (Rp 2,5 juta) ketika saya akan berangkat kembali dari Dubai," kata Kunnu salah seorang ekspatriat.
"Sayangnya, saya tidak punya uang, tetapi saya harus kembali ke Dubai pada 1 November 2021 demi mempertahankan pekerjaan saya sebagai penjaga toko di lokasi konstruksi. Jadi, saya tidak punya pilihan selain menjual perhiasan ibu saya. Namun, saya telah berjanji untuk mendapatkannya kembali setelah situasi keuangan saya membaik, ” lanjutnya.
Ilustrasi Air India Express. Dokumentasi foto: Wikimedia Commonns.
Seorang pejabat dari Air India Express yang namanya tak mau diketahui mengatakan, semua tarif maskapai naik sejak pelonggaran pembatasan perjalanan dilonggarkan.
ADVERTISEMENT
Ia memberikan beberapa alasan kenapa bisa naik, hal tersebut menyatu dengan tren seperti lonjakan biaya overhead, perawatan pesawat yang telah di-ground selama setahun, kenaikan biaya bahan bakar turbin udara (ATF), dan hilangnya pendapatan karena moratorium perjalanan udara internasional.
Pejabat itu juga memberikan prediksi bahwa kenaikan tarif kemungkinan akan bertahan hingga Februari 2022.