Kumparan Logo

Tingkatkan Keselamatan, TNGR Gunakan Aplikasi untuk Lacak Pergerakan Pendaki

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pendakian Gunung Rinjani, Lombok. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pendakian Gunung Rinjani, Lombok. Foto: Shutter Stock

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengumumkan penggunaan aplikasi untuk melacak pergerakan wisatawan secara berkala saat melakukan pendakian. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan pendakian di gunung tersebut.

Kepala Balai TNGR Budhy Kurniawan mengatakan aplikasi ponsel pintar bernama Rinjani Beacon tersebut digunakan oleh seluruh pendaki, termasuk pemandu dan pramubarang sejak proses check-in sebelum memulai aktivitas pendakian.

"Ketika sudah login, maka saat itu juga pergerakan mereka dapat kami deteksi di command center," ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Ilustrasi pendakian Gunung Rinjani, Lombok. Foto: Shutter Stock

Budhy menjelaskan pemantauan berbasis aplikasi Rinjani Beacon adalah salah satu langkah transformasi layanan pendakian yang sebelumnya masih bersifat manual menjadi lebih terintegrasi dan berbasis teknologi.

Aplikasi itu mengadopsi prinsip Personal Locator Beacon (PLB) yang selama ini dipergunakan oleh tim Basarnas saat melakukan aktivitas pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan atau bencana alam.

Saat ini petugas Balai TNGR dapat memantau titik koordinat dan pergerakan pendaki secara berkala selama berada di jalur pendakian Gunung Rinjani.

"Selama ponsel pintar menyala, kami bisa melihat titik-titik bergerak. Ketika ponsel padam, titik koordinat tidak terlihat, sehingga infrastruktur pendukung untuk pemasangan sinyal menjadi sangat penting," kata Budhy.

Gelang Pintar untuk Pendaki

Ilustrasi gelang RFID. Foto: ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS

Selain memantau pergerakan pendaki secara berkala melalui aplikasi Rinjani Beacon, Balai TNGR juga menerapkan gelang Radio Frequency Identification (RFID) yang digunakan secara kolektif dalam setiap kelompok pendaki.

Menurut Budhy, setiap regu pendaki mengutus satu atau dua orang untuk memakai gelang tersebut agar petugas memantau pergerakan selama melakukan pendakian.

Gelang RFID terhubung dengan sejumlah titik pemeriksaan yang disiapkan di jalur pendakian. Setiap kali pendaki melintas dan melakukan pemindaian, maka data pergerakan dapat langsung tercatat dan terpantau di pusat kendali yang berada di Kantor Balai TNGR.

"Dua teknologi itu (Rinjani Beacon dan gelang RFID) kami terapkan dalam musim pendakian tahun ini," pungkas Budhy.