kumparan
22 November 2019 15:58

Tips Hadapi Rasa Takut Saat Traveling ke Tempat Baru

Ilustrasi wanita solo traveling
Ilustrasi wanita solo traveling Foto: Shutter stock
Traveling ke berbagai destinasi memberikan kesempatan bagi traveler untuk menjelajahi dan menikmati hal-hal baru. Mulai dari pemandangan, lanskap, kuliner hingga budaya. Namun sering kali traveler juga harus berhadapan dengan beberapa kendala, misalnya merasa asing dengan lokasi atau belum menguasai bahasa setempat.
ADVERTISEMENT
Tapi, bagi sebagian orang, justru di sinilah keseruan traveling yang sesungguhnya. Lebih dari 55 persen traveler di dunia percaya bahwa hal terbaik dari traveling adalah keluar dari zona nyaman, sedangkan 45 persen lainnya menganggap bahwa belajar untuk beradaptasi dengan hal-hal baru mungkin masih sulit untuk dilakukan.
LIPSUS MOBILEMOON, Aplikasi traveling
Ilustrasi menggunakan aplikasi maps saat traveling. Foto: Getty Images
Nah, bagi kamu yang termasuk ke dalam traveler yang takut atau sulit beradaptasi di tempat baru, berikut ini ada beberapa tips dari Booking.com yang dapat membantu serta memudahkanmu menikmati liburan di tempat baru. Yuk, kita simak!
Pertama, pahami sistem transportasi di destinasi tujuanmu. Saat berkunjung ke suatu destinasi baru untuk pertama kalinya, akan lebih baik jika kamu mengenali sistem transportasi di wilayah tersebut. Pengetahuan yang mumpuni soal sistem transportasi akan mendorong kamu untuk menjelajahi sebuah destinasi lebih mendalam.
ADVERTISEMENT
Sekitar 31 persen traveler global mengatakan dengan bisa bernavigasi dan mengetahui sistem transportasi di suatu destinasi, liburan mereka pun makin mudah. Lebih dari itu, mereka juga lebih menikmati perjalanannya.
LIPSUS MOBILEMOON, Aplikasi traveling, Solo traveling
Ilustrasi menggunakan aplikasi maps saat traveling. Foto: Shutter Stock
Sebaliknya, ketidaktahuan tentang sistem transportasi justru bisa berakibat buruk. Sekitar 23 persen traveler global mengaku bahwa mereka kurang menikmati perjalanan karena tidak paham sistem transportasi dan akhirnya tersesat.
Untuk memudahkan memahami sistem transportasi di destinasi tujuan, kamu bisa memanfaatkan layanan taksi online salah satunya yang telah diluncurkan Booking.com. Traveler yang liburan ke Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam kini bisa memesan taksi online melalui aplikasi Booking.com yang telah terintegrasi dengan tiga juta driver Grab.
Kamu pun bisa dengan mudah pergi ke pasar tradisional, liburan ke pantai, ataupun menjelajahi desa terdekat. Selain taksi online kamu juga bisa menjajal moda transportasi setempat. Jika memungkinkan, belilah tiket moda transportasi tersebut secara online. Selain menghemat waktu, ini juga mempermudah kamu saat di perjalanan karena tidak perlu berkutat dengan jadwal asing dan bahasa baru.
Ilustrasi Gen Z traveling di Eropa
Ilustrasi Gen Z traveling di Eropa Foto: Dok. Booking.com
Kamu juga bisa membawa peta kertas untuk jaga-jaga jika baterai smartphone habis atau tidak ada sinyal. Unduh aplikasi terjemahan bahasa supaya kamu bisa mempelajari kosa kata sederhana dalam bahasa stempat seperti cara mengucapkan nama halte bus atau stasiun.
ADVERTISEMENT
Kamu juga bisa mencoba mempelajari kata sederhana misalnya cara mengucapkan ‘halo’, ‘terima kasih’ dan ‘sampai jumpa’. Ini adalah cara yang bagus untuk meninggalkan kesan baik ke warga lokal.
Ilustrasi wisatawan Korea Selatan traveling di Jepang
Ilustrasi wisatawan Korea Selatan traveling di Jepang Foto: Shutter Stock
Nah, untuk mengurangi kendala bahasa, kamu juga bisa mengunduh aplikasi terjemahan yang menawarkan terjemahan real-time dan bekerja dua arah. Aplikasi ini akan membantu kamu untuk bertanya pada warga lokal dan memahami jawaban mereka.
Jangan lupa untuk terus membawa alamat tempat kamu menginap untuk berjaga-jaga seandainya kamu tersesat dan tidak tahu cara menanyakan arah. Terakhir, kalau kamu masih merasa kesulitan atau kurang nyaman, kamu bisa menggunakan jasa pemandu tur lokal yang bisa mengantarkanmu ke destinasi wisata setempat dan tentu saja bisa berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia.
ADVERTISEMENT
Jadi, tak perlu lagi takut traveling ke tempat baru, ya!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan