Traveler Suka Pusing saat Naik Roller Coaster? Simak Tips dari Dokter

28 November 2022 8:01
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pengunjung mencoba wahana permainan saat berwisata di Dufan, Ancol, Jakarta, Sabtu (20/6). Foto: Nova Wahyudi/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung mencoba wahana permainan saat berwisata di Dufan, Ancol, Jakarta, Sabtu (20/6). Foto: Nova Wahyudi/Antara Foto
ADVERTISEMENT
Saat liburan ke taman bermain, roller coaster menjadi salah satu wahana yang mungkin dihindari sebagian traveler. Selain memacu adrenalin, wahana mirip ular besi ini kerap membuat traveler mabuk atau pusing.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, rasanya sangat sayang kalau kamu tak mencobanya minimal sekali seumur hidup bukan? Ya, buat kamu yang ingin mencoba naik roller coaster, nyatanya ada satu tips yang bisa kamu lakukan agar tidak pusing atau mabuk, lho.
Ilustrasi Roller Coaster. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Roller Coaster. Foto: Shutter Stock
Dilansir The Sun, seorang dokter sekaligus ahli perjalanan mengatakan ada beberapa cara untuk mencegah kamu mabuk saat naik wahana dengan intensitas yang tinggi, seperti roller coaster.
Dokter spesialis perjalanan, Louis J Morledge, mengatakan bahwa ada beberapa kunci untuk mengurangi rasa mual atau mabuk saat naik roller coaster.
Menurut situs Attractionstickets.com, Morledge, menjelaskan beberapa cara yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari konsumsi makanan minuman pemicu mabuk serta memilih tempat duduk yang tepat.
ADVERTISEMENT

Cara Agar Tak Mabuk saat Naik Wahana

Roller Coaster Tivoli. Foto: Daniel Chrisendo/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Roller Coaster Tivoli. Foto: Daniel Chrisendo/kumparan
Sebelum naik roller coaster, pengunjung diimbau untuk menghindari makan berat, makanan bergas, hingga makanan pedas. Selain makanan, kamu juga sebaiknya menghindari minuman yang mengandung alkohol. Adapun, untuk tempat duduk, traveler sebaiknya bisa memilih kursi di bagian tengah yang minim gerakan.
Beberapa traveler biasanya memilih duduk di depan ataupun di belakang. Mereka yang duduk di depan kebanyakan ingin memicu adrenalin sehingga tidak mabuk, sedangkan mereka yang di belakang mungkin merasa "terlindungi" karena berada di belakang seseorang.
Ilustrasi bianglala yang ada di taman hiburan Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bianglala yang ada di taman hiburan Foto: Shutter Stock
Namun, hal itu justru salah karena kamu justru akan merasa lebih mabuk atau pusing saat duduk di depan atau di belakang.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sebelum naik wahana, kamu juga bisa minum-minuman yang menyegarkan seperti jahe atau minuman manis bersoda. Keduanya bisa membantumu terhindar dari mabuk saat naik wahana.
ADVERTISEMENT
"Motion sickness paling sering disebabkan oleh pengulangan gerakan yang tidak biasa dan sering menggelegar, memengaruhi sensor otak seseorang dan mengakibatkan kurangnya keseimbangan," katanya.

Tutup Mata Hilangkan Rasa Mabuk

Pengunjung menikmati wahana roller coaster Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung menikmati wahana roller coaster Foto: Shutter Stock
Sementara itu, cara lainnya adalah dengan menutup mata ketika terasa pusing. Menutup mata bisa mengurangi kebingungan antara mata dan otak untuk mengurangi mabuk perjalanan. Menurutnya, mabuk perjalanan atau naik wahana disebabkan karena otak dan mekanisme keseimbangan tidak sinkron, dan mengirimkan pesan campuran.
Mabuk perjalanan dapat dipicu oleh berbagai macam hal dari bau yang kuat, seperti makanan atau gas, hingga kecemasan," katanya.
Sementara itu, desainer taman hiburan, Brian Morrow, mengatakan pengunjung juga bisa mempertimbangkan waktu terbaik untuk menaiki roller coaster. Di beberapa tempat, roller coaster biasanya akan bergerak lebih lambat saat awal hari.
ADVERTISEMENT
"Sebuah roller coaster yang berjalan di pagi hari bisa berjalan lebih lambat saat (jalurnya) lebih dingin.
Gerakan roller coaster akan semakin cepat ketika sudah ada di pertengahan hari karena telah berbolak-balik.
“Rodanya tidak sehangat (saat di pagi hari) ketika bantalannya memanas. Itu bisa berbeda pada pukul dua siang," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020