Kumparan Logo

Unik! Desa di Iran Ini Dibangun di Atas Atap Rumah Penduduknya

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Desa Masouleh, salah satu desa unik di Iran. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Desa Masouleh, salah satu desa unik di Iran. Foto: Shutter Stock

Setiap desa di dunia tentu memiliki keunikan tersendiri, seperti kebudayaannya ataupun ciri khas yang tidak dimiliki desa lain. Tapi enggak hanya itu, sebuah desa di Iran ini dikenal dengan arsitekturnya yang unik tak biasa.

Dilansir Archdaily, ialah Desa Masouleh yang dikenal memiliki arsitektur unik, yaitu bangunannya yang dibangun di atas atap. Berbeda dari desa pada umumnya, Desa Masouleh memiliki jalan-jalan raya yang dibangun di atas atap rumah penduduknya.

embed from external kumparan

Meski unik, ada alasan kenapa rumah-rumah penduduk desa dibangun berundak layaknya sebuah tangga. Hal ini dikarenakan lokasi Desa Masouleh yang berada di wilayah pegunungan dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Desa Masouleh berada di lereng Pegunungan Alborz, Gilan, Iran Utara.

Keunikan Arsitektur Desa Masouleh

Suasana di Desa Masouleh, salah satu desa unik di Iran. Foto: Shutter Stock

Pembangunan Desa Masouleh yang demikian itu dilakukan untuk menjaga desa, agar tetap aman dari banjir di lembah di bawahnya dan melindunginya dari angin dingin pegunungan.

Mengutip BBC, selama berabad-abad, para penduduk desa membangun atap rumah-rumah mereka tidak hanya sebagai pondasi rumah saja, melainkan jalan raya ataupun pondasi lainnya untuk bangunan di atasnya.

Mereka menggunakan tanah liat, batu, dan kayu agar rumah-rumah mereka mampu menahan orang-orang yang melintas dan juga bangunan lain yang dibangun di atasnya. Selain itu, atap rumah penduduk juga dibuat sedemikian rupa supaya tahan menghadapi iklim basah.

Aktivitas penduduk Desa Masouleh, salah satu desa unik di Iran. Foto: Shutter Stock

Rumah-rumah di desa ini juga memiliki ciri khas yang tak ditemui di desa lain. Tiap rumah memiliki jendela besar yang membentang di ruang depan. Sehingga sinar matahari bisa masuk lebih banyak dan memberi kehangatan bagi pemilik rumah.

Kamar-kamarnya diletakkan di bagian belakang bangunan, terisolasi dengan dinding tanah liat yang tebal. Sehingga penghuni rumah bisa terhindar dari cuaca ekstrem.

"Orang tidak pernah bosan dengan pemandangan ini," ujar salah satu penduduk desa bernama Safayee.

embed from external kumparan

Meski demikian, pembangunan Desa Masouleh tidak sembarangan dan penuh dengan perhitungan. Seperti halnya, bangunan-bangunan besar seperti penginapan dan bangunan komersil lainnya yang dibangun di bagian bawah. Sedangkan, bangunan dengan konstruksi sedang hingga ringan dibuat secara tersusun ke atas.

Menariknya lagi, seluruh nadi kehidupan penduduk desa bisa berjalan lancar dan seakan tanpa batasan. Di sini kamu bisa menemukan sekolahan, pasar, taman, dan fasilitas lainnya yang dibangun di atap-atap rumah penduduknya.

Desa Masouleh Jadi Salah Satu Situs Warisan Dunia UNESCO

Desa Masouleh, salah satu desa unik di Iran. Foto: Shutter Stock

Karena keunikannya itulah Desa Masouleh juga masuk ke dalam Situs Warisan oleh UNESCO pada 2007 silam. Desa unik ini diperkirakan telah ada sejak 1006 Masehi lalu.

Jejak sejarah desa ini bisa ditemui dari sebuah situs kuno yang terletak sekitar 6 km dari desa yang konon menjadi tempat awal desa tersebut. Tempat tersebut dikenal sebagai Kohneh Masouleh, atau Masouleh Tua, situs kuno itu tidak lebih dari hamparan tanah kosong yang dipenuhi bebatuan, sementara mitranya (yang relatif) modern tinggal di dekatnya.

embed from external kumparan

Selain itu, Gilam yang dulunya menjadi bagian dari Jalur Sutra menjadi saksi dari keberadaan Desa Masouleh.

Terlepas dari hal tersebut, Desa Masouleh memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Traveler yang ingin berkunjung pun bisa memarkirkan kendaraan terlebih dahulu di tempat yang telah ditentukan, sebelum benar-benar masuk desa. Baru setelah itu menanjak ke atas untuk jelajah desa dengan berjalan kaki.

Sebab, desa ini tak memiliki transportasi publik seperti kebanyakan desa lainnya dan hanya dikelilingi dengan jalan setapak yang juga memanfaatkan atap rumah di bawahnya. Meski demikian, pemandangan yang ditawarkan Masouleh sayang untuk dilewatkan begitu saja.

***

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)