Kumparan Logo

Unik! Desa Ini Punya Tradisi Tanam Ratusan Pohon Tiap Kelahiran Bayi Perempuan

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi desa atau penduduk desa di India. Foto: Tukaram.Karve/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi desa atau penduduk desa di India. Foto: Tukaram.Karve/shutterstock

Ada banyak tradisi kelahiran yang masih dilakukan hingga saat ini. Seperti halnya sebuah desa di India, yang punya tradisi unik dengan menanam ratusan pohon untuk menyambut bayi yang baru lahir.

Dilansir Procaffenation, desa kecil bernama Piplantri ini punya tradisi unik yang mewajibkan para penduduknya untuk menanam 111 pohon,p saat seorang bayi perempuan lahir di desa tersebut.

Tradisi ini dilakukan untuk menyambut dan merayakan bayi perempuan tersebut. Sekaligus sebagai bentuk syukur bahwa penduduk desa tersebut telah bertambah.

Ilustrasi desa atau penduduk desa di India. Foto: CRS PHOTO/shutterstock

Selain menginspirasi karena turut menjaga kelestarian lingkungan, tradisi unik yang ada di Desa Piplantri sempat menghebohkan jaga internasional. Bagaimana tidak? Menanam 111 pohon dianggap menjadi hal yang tidak mudah. Namun, penduduk desa sanggup melakukan hal tersebut untuk menghormati bayi perempuan yang telah lahir.

Lalu, bagaimana tradisi ini bermula?

Asal-usul Tradisi Menanam Ratusan Pohon di Desa Piplantri

embed from external kumparan

Dilansir The Guardian, tradisi tersebut pertama kali digagas oleh mantan kepala desa Piplantri, Shyam Sundar Paliwal. Awalnya, putri Paliwal pada saat itu meninggal di usia 16 tahun. Untuk menghormati putrinya, ia pun menanam sebuah pohon.

Pohon ini dianggap sebagai simbol duka cita yang mendalam Paliwal kepada putrinya. Sejak saat itu, tradisi menanam 111 pohon dilakukan untuk menyambut setiap bayi perempuan yang baru lahir.

Ilustrasi desa atau penduduk desa di India. Foto: cornfield/shutterstock

Selain itu, desa teraebut juga memiliki tradisi unik lainnya. Pihak keluarga yang melahirkan bayi perempuan diwajibkan memberi dana sebesar 500 dolar Amerika atau sekitar Rp 7 juta kepada pihak desa.

Hal ini untuk masa depan sang bayi perempuan tersebut. Selain itu, uang tersebut dianggap sebagai simbol bahwa sang bayi bukanlah sebuah beban bagi keluarga.

Akibat tradisi ini, wilayah Desa Piplantri memiliki hutan luas karena setiap tahunnya bayi perempuan pasti lahir di desa tersebut.

Bahkan, kabarnya setiap tahunnya 60 lebih bayi perempuan lahir di desa tersebut. Dengan arti, desa itu telah menanam hampir 7.000 pohon untuk merayakan kelahiran bayi perempuan.

***

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)