Food & Travel
·
12 Agustus 2020 7:59

Unik! Tempat Wisata di Kediri Ini Suguhkan Miniatur Khas ala Kampung Suku Indian

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Unik! Tempat Wisata di Kediri Ini Suguhkan Miniatur Khas ala Kampung Suku Indian (274124)
Kampung Indian Kediri Foto: Instagram @@tiara.fdilaaa
Suku Indian dikenal sebagai salah satu suku asli yang ada di Amerika Serikat. Selain keunikan budaya yang dimilikinya, Suku Indian juga terkenal akan pakaiannya yang khas.
ADVERTISEMENT
Tak perlu jauh-jauh ke AS, kamu ternyata juga bisa menyaksikan bagaimana kehidupan Suku Indian lewat tempat wisata di Kediri ini, lho.
Unik! Tempat Wisata di Kediri Ini Suguhkan Miniatur Khas ala Kampung Suku Indian (274125)
Objek wisata Kampung Indian di Kediri Foto: Instagram @kampungindian
Terletak di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kampung Indian Kediri menyuguhkan berbagai miniatur khas Suku Indian.
Owner Kampung Indian, Joko ibrahim, menuturkan Kampung Indian Kediri menawarkan sebuah tata bangunan ataupun miniatur dari perkampungan Indian yang unik.
"Pengunjung yang ingin tahu tentang Suku Indian tidak perlu jauh-jauh ke Amerika, cukup datang dan melihat miniaturnya di Kediri. Jadi perpaduannya adalah seni tata bangunan yang menyerupai Kampung Indian beserta taman-taman pendukungnya," kata Joko, saat dihubungi kumparan melalui sambungan telepon, Selasa (11/8).
Joko menjelaskan, salah satu keunikan Kampung Indian yang tak bisa ditemukan di tempat lain adalah wisatawan bisa merasakan langsung sensasi menjadi bagian dari salah satu Suku Indian.
ADVERTISEMENT
"Jadi pengunjung tidak hanya mengetahui tentang bangunan rumahnya, tetapi perilaku atau kebiasaan orang Indian dalam menari . Tapi kita padukan dengan kearifan lokal bentuknya adalah senam-senam Nusantara, Maumere, Poco-poco, atau yang kekinian lainnya," jelas Joko.
Tempat wisata yang dibuka pada tanggal 20 Agustus 2017 tersebut juga memiliki beragam wahana menarik yang bisa dijajal para pengunjung. Selain perkampungan Indian, pengunjung juga bisa menemukan berbagai macam spot selfie, kolam renang (dewasa dan anak) hingga arena outbound.
"Kemudian ditambah kampung primitif, itu sebuah wahana lokal yang menyerupai perkampungan-perkampungan Nusantara semacam di NTT atau di Irian Jaya yang kita padukan dengan wisata agro sebagai wahana edukasi untuk pengunjung," kata Joko.
Joko juga menjelaskan ide awal pembuatan destinasi wisata ini tercetus karena ia ingin menciptakan sebuah tempat wisata yang unik dan berbeda dari yang lainnya.
ADVERTISEMENT
"Kalaupun kenapa Indian karena basic saya adalah awalnya produksi barang-barang Indian. Seiring waktu saya diminta teman-teman untuk membuat spot-spot foto Indian di beberapa tempat. Kemudian saya timbul untuk mengembangkan kegiatan ini dalam bentuk wisata," ungkap Joko.
Di masa pandemi ini, Joko juga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai simulasi dan protokol kesehatan baru bagi pengunjung.
"Kalaupun ada pelayanan kunjungan ini adalah simulasi atau pun untuk mengecek simulasi protokol yang sebelumnya. Kunjungan wisata domestik masih bisa, tetapi masih simulasi, ya. Jadi kita menerapkan protokol dengan status simulasi pengunjung," imbuh Joko.
Selain itu, khusus untuk penyewaan kostum, Joko mengatakan bahwa ada peraturan baru yang diberlakukan di masa pandemi.
"Sewa kostum disediakan full mulai dari anak-anak hingga dewasa, karena di masa pandemi, sewa kostum hanya berlaku satu kali dan langsung dicuci. Kalau dulu bisa bergantian sekarang tidak," lanjut Joko.
ADVERTISEMENT
Joko juga mengatakan, ke depannya pihaknya akan membuat sebuah paket wisata baru bagi wisatawan dengan memanfaatkan potensi yang ada di lereng kaki Gunung Kelud.
"Kita punya ide untuk membuat pabrik pengelolaan buah-buahan yang ada di kampung Indian dan masyarakat juga. Artinya pengunjung nanti masuk ke dalam paket namanya live in, pengunjung bisa berkunjung ke Kampung Indian, dan melihat pengelolaan buah dan keliling-keliling melihat produksi buah," tuturnya.
Buat kamu yang ingin mengunjungi Kampung Indian, harga tiketnya dipatok Rp 10 ribu per orang. Belum termasuk berbagai wahana di dalamnya, seperti outbound yang dikenakan biaya tambahan Rp 10 ribu.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)