Kumparan Logo

Uniknya Wisata di Kampung Ugar, Bisa Pancing Ikan Tanpa Umpan

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menparekraf Sandiaga Uno sambangi Desa Wisata Kampung Ugar.
 Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Menparekraf Sandiaga Uno sambangi Desa Wisata Kampung Ugar. Foto: Dok. Istimewa

Indonesia dianugerahi banyak desa wisata yang indah dan tak kalah unik. Dari sekian banyak desa wisata yang ada, salah satunya bisa kamu jumpai di Desa Wisata Kampung Ugar di Kecamatan Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Selain punya pemandangan indah, ada satu keunikan Kampung Ugar yang tak dimiliki desa wisata lain. Desa wisata yang masuk dalam daftar 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 ini dikenal dengan keunikannya, yaitu memancing ikan tanpa umpan.

Pengalaman itu dirasakan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, saat berkunjung ke desa wisata tersebut beberapa waktu lalu.

Menparekraf Sandiaga Uno sambangi Desa Wisata Kampung Ugar. Foto: Dok. Istimewa

"Kita akan angkat Kampung Ugar ini betul-betul untuk menjadi destinasi berkelas dunia. Ada mancing tanpa umpan. Belum pernah ada di mana-mana. Ini bisa kita branding, desa yang bisa mendapat ikan tanpa harus memberikan umpan," ujar Sandiaga.

Sandiaga mengatakan, keunikan Kampung Ugar itu menjadi daya tarik yang tak bisa ditemui di tempat lain. Untuk itu, ke depannya, keunikan tersebut bisa dipromosikan untuk wisatawan.

"Kita akan kemas sebagai promosi Kampung Ugar. Mudah-mudahan ini menjadi kebangkitan dari pariwisata kita, menggeliatkan ekonomi. Kemudian yang terpenting meningkatkan peluang usaha dan lapangan kerja, dan mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

Pesona Kampung Ugar di Papua Barat

Menparekraf Sandiaga Uno sambangi Desa Wisata Kampung Ugar. Foto: Dok. Istimewa

Bicara potensi wisata, Kampung Ugar juga memiliki beberapa destinasi yang tak kalah menarik, mulai dari gua hingga pantai.

Adapun, gua yang bisa disambangi, seperti Gua Vertika Sariga dan Gua Vertikal Baitabin. Untuk pantainya, Pantai Kidai Magen adalah salah satu tempat yang bisa dikunjungi.

Pantai satu ini terkenal dengan panorama sunset-nya yang memukau. Selain menikmati sunset, wisatawan juga bisa menikmati keindahan alam lain, seperti trekking di bibir pantai.

Menparekraf Sandiaga Uno sambangi Desa Wisata Kampung Ugar. Foto: Dok. Istimewa

Setelah puas menikmati alam, wisatawan juga bisa menyatap suguhan kuliner laut yang lezat, seperti ikan kakap kuah kuning yang terbuat dari ikan kakap segar yang dimasak dengan berbagai jenis rempah, seperti bawang putih, bawah merah, cabe rawit, kunyit, daun salam, serai, dan penyedap rasa.

Dalam kesempatan itu, Mas Menteri --sapaan akrab Sandiaga-- juga menyaksikan Tarian Sawat dan Gaba-Gaba di area pantai. Ia juga disambut semarak grup Hadrat dan antusiasime masyarakat.

Menparekraf Sandiaga Uno sambangi Desa Wisata Kampung Ugar. Foto: Dok. Istimewa

Kemudian, ada pula iringan Tarian Titir Tumor untuk melakukan prosesi adat. Setelah melakukan prosesi adat di Pohon Tua, Sandiaga dan rombongan melanjutkan perjalanan kunjungan kerjanya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Fakfak, Untung Tamsil, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Sandiaga yang telah memberikan berbagai program di Kabupaten Fakfak.

”Harapan kami ada keberlanjutan untuk memelihara daerah kami. Semoga kita akan bangkit menuju Fakfak yang terdepan, sejahtera, nyaman, unggul, dan mandiri,” ujar Untung.