Usai Kartu Kuning, Danau Toba Kembali Kantongi Green Card UNESCO
·waktu baca 2 menit

Kabar gembira datang dari Sumatera Utara. Danau Toba, salah satu destinasi wisata super prioritas Indonesia, resmi meraih kembali status green card atau kartu hijau sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGGp). Kartu hijau Danau Toba diputuskan dalam Sidang Council UNESCO Global Geoparks yang digelar 5-6 September 2025 di Chile.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut keberhasilan ini berkat kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pengelola pariwisata.
“Danau Toba bisa kembali menjadi green card berkat kerja keras semua pihak yang telah menindaklanjuti rekomendasi tim asesor UNESCO,” ujarnya pada Rabu (10/9) seperti dikutip dari keterangan resminya.
Apa Arti Green Card Danau Toba?
Status green card memastikan bahwa Geopark Danau Toba memenuhi standar global dalam hal konservasi, pendidikan, dan pariwisata berkelanjutan. Bagi wisatawan, ini berarti Danau Toba diakui dunia sebagai destinasi yang tidak hanya indah secara alamiah, tetapi juga aman dan berkelanjutan untuk dikunjungi.
Setiap geopark memang wajib menjalani proses revalidasi setiap empat tahun. Jika mendapat green card, status UNESCO diperpanjang empat tahun. Sementara yellow card hanya memperpanjang dua tahun, sambil memberikan catatan perbaikan. Tahun ini, dari 44 geopark yang dievaluasi, hanya 38 yang berhasil meraih green card, termasuk Danau Toba.
Sebagai kaldera supervulkan terbesar di dunia, Danau Toba bukan hanya menawarkan panorama danau raksasa dengan Pulau Samosir di tengahnya, tetapi juga kaya akan budaya Batak yang hidup hingga kini. Dari tradisi gondang sabangunan, ulos, hingga kuliner khas seperti arsik dan naniura, wisatawan bisa merasakan pengalaman otentik yang berpadu dengan alam spektakuler.
“Status geopark bukan hanya perlindungan, tapi juga peluang untuk membuka ruang pembelajaran dan pariwisata berkelanjutan,” kata Menpar Widiyanti.
Destinasi yang Siap Sambut Wisatawan
Pemerintah juga telah memperkuat promosi Danau Toba lewat konferensi internasional bertajuk Geo Tourism Destination Toba Caldera UNESCO Global Geopark 2025. Upaya ini diharapkan mendorong kunjungan wisatawan mancanegara, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat lokal.
Dengan pencapaian ini, Danau Toba sejajar dengan Geopark Rinjani Lombok (NTB) dan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu (Jawa Barat) yang juga berhasil mempertahankan status green card UNESCO.
