Food & Travel
·
31 Agustus 2020 15:51

Voluntourism, Tren Wisata Baru untuk Dukung Pengembangan Pariwisata Indonesia

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Voluntourism, Tren Wisata Baru untuk Dukung Pengembangan Pariwisata Indonesia (443778)
searchPerbesar
Ilustrasi wisatawan asing. Foto: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Voluntourism disebut-sebut sebagai tren pariwisata baru yang akan berkembang di waktu yang akan datang. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menilai tren wisata baru yang potensial untuk mendukung pengembangan destinasi wisata di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani, mengatakan ke depan tren pariwisata itu bukan sekadar jalan-jalan santai, tetapi pariwisata yang memberikan kontribusi atau manfaat kepada destinasi wisata yang dikunjungi oleh wisatawan.
Voluntourism, Tren Wisata Baru untuk Dukung Pengembangan Pariwisata Indonesia (443779)
searchPerbesar
Ilustrasi voluntourism Foto: Dok. Kemenparekraf
“Jadi, sekarang trennya adalah anak-anak muda datang sebagai voluntourism dalam rangka menciptakan rasa kepedulian terhadap alam dan budaya destinasi wisata Indonesia. Voluntourism mengandung makna wisatawan yang bertanggungjawab, dengan melakukan kegiatan pariwisata sambil menjadi sukarelawan," kata Rizki dari keterangan resmi yang diterima kumparan, Senin (31/8).
Ia mencontohkan, di Sumba ada voluntourism yang membuat gerakan “shoes for Sumba” yang bertujuan untuk memberikan sepatu bagi masyarakat lokal Sumba.
Voluntourism, Tren Wisata Baru untuk Dukung Pengembangan Pariwisata Indonesia (443780)
searchPerbesar
Ilustrasi voluntourism. Foto: Pixabay
Bentuk lain dari kegiatan voluntourism ialah dengan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anak-anak di suatu destinasi, misalnya dengan mengajari mereka gerakan memungut sampah.
ADVERTISEMENT
“Hal tersebut memperlihatkan bahwa ketika kita jalan-jalan, kita juga bisa sambil menjaga lingkungan yang ada di sekitar destinasi wisata tersebut,” ujar Rizki.
Voluntourism juga dianggap sangat lekat dengan penerapan protokol kesehatan berbasis “cleanliness, health, safety, and environmental sustainability” (CHSE). Sehingga, dengan kegiatan voluntourism dapat meningkatkan kembali kepercayaan wisatawan yang ingin berkunjung ke sebuah destinasi wisata.
“Selain itu, untuk mengembalikan kepercayaan publik dan menandakan bahwa Indonesia sangat peduli dengan kebersihan, kesehatan, dan keselamatan wisatawan, Kemenparekraf telah meluncurkan I DO CARE atau Indonesia Care yang merupakan kampanye untuk mendorong penerapan protokol kesehatan di berbagai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” pungkas Rizki.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)