kumparan
26 Maret 2020 14:04

Wajib Tahu! Ini 5 Mitos Unik yang Masih Banyak Dipercaya di Vietnam

TRAVEL-Mausoleum Ho Chi Minh
Turis menggunakan masket berkunjung di mausoleum Ho Chi Minh di Hanoi, Vietnam. Foto: AFP/Manan VATSYAYANA
Kalau kamu mengira mitos dan takhayul cuma ada di Indonesia, rasanya kamu salah. Banyak negara punya mitos masing-masing.
ADVERTISEMENT
Asia terutama punya beragam mitos yang bisa dibilang unik, dan Vietnam adalah salah satu di antaranya. Mulai dari tidak boleh potong rambut menjelang ujian, hingga mengenakan helm bisa bikin pertumbuhan otak terhambat.
Dilansir Culture Trip, berikut lima mitos yang masih banyak dipercaya masyarakat Vietnam hingga saat ini.

1. Potong Rambut Sebelum Ujian Bikin Hilang Ingatan

Potong rambut
Ilustrasi potong rambut Foto: Pixabay
Salah satu mitos masyarakat Vietnam yang masih banyak dipercaya adalah memotong rambut sebelum ujian bisa bikin mereka hilang ingatan. Memotong rambut pada waktu yang tak tepat bisa buat mereka lupa terhadap segala sesuatu yang pernah dipelajari.
Oleh karena itu, sebaiknya memotong rambut dijadwalkan setelah ujian berakhir. Supaya bisa melewati ujian dengan baik.

2. Datang ke Pemakaman Saat Hamil Bisa Buat Anak Jadi Cengeng

Ilustrasi ibu hamil bekerja
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutter Stock
Ada banyak takhayul yang berlaku bagi wanita hamil di Vietnam. Wanita hamil di Vietnam dianggap bisa memberikan nasib buruk bagi pasangan yang baru menikah apabila mereka datang ke acara pernikahan.
ADVERTISEMENT
Wanita hamil juga dilarang datang ke acara pemakaman. Karena dengan datang ke pemakaman, masyarakat setempat percaya anaknya akan jadi anak yang cengeng dan mudah menangis.
Bukan cuma itu saja, wanita hamil juga 'disarankan' tidak melangkahi hammock, supaya anaknya tak jadi pemalas. Lalu ada pula mitos yang mengatakan bahwa ibu hamil tak boleh memasuki kuil dan pagoda untuk menghindari kemarahan arwah yang ada di dalamnya. Waduh, jadi ibu hamil di Vietnam susah juga, ya.

3. Pengunjung Pertama di Tahun Baru Jadi Penentu Keberuntungan

Bertamu
Ilustrasi datang bertamu ke rumah teman Foto: Shutter Stock
Tahun Baru Imlek di Vietnam atau yang dikenal pula sebagai Tet dianggap sebagai waktu yang paling menentukan. Tamu yang pertama kali datang ke rumah dianggap sebagai penentu keberuntungan sepanjang tahun.
ADVERTISEMENT
Kalau yang datang adalah orang-orang yang dicintai atau diinginkan, maka keberuntungannya akan bagus. Demi mendapatkan hal ini, beberapa keluarga bahkan berani berbuat 'licik'.
Misalnya saja menyuruh anggota keluarganya keluar dan kembali beberapa saat setelah pukul 00.00 waktu setempat. Kadang ada pula keluarga yang sengaja mengatur agar teman dekat mereka dapat tiba di rumah tak lama setelah pergantian tahun.

4. Helm Bisa Menghambat Pertumbuhan Otak Anak

Pinggiran, Hanoi, Vietnam
Seorang pengendara motor melintas di sekitar jalan raya, Hanoi, Vietnam. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Salah satu pemandangan yang mengejutkan di Vietnam adalah ada banyak anak kecil yang mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm. Padahal, pemerintah setempat telah menjadikan helm sebagai salah satu kewajiban dalam berkendara sejak 2007 silam.
Usut punya usut, ternyata alasan orang tua di Vietnam punya kepercayaan yang agak unik soal ini. Mereka percaya bahwa helm akan menghambat perkembangan otak anak.
ADVERTISEMENT
Selain itu, mereka juga beralasan bahwa ukuran helm anak akan mudah berubah karena masih dalam masa pertumbuhan.

5. Total Belanja Pelanggan Pertama Menentukan Nasib Toko

Ilustrasi ketagihan belanja
Ilustrasi ketagihan belanja. Foto: Shutter Stock
Banyak pemilik toko di Vietnam percaya bahwa total belanja pembeli pertama akan menentukan keberuntungan toko dalam sehari. Kalau pelanggan pertama mereka belanja dalam jumlah banyak, maka hari itu mereka akan beruntung.
Tetapi, apabila pelanggan pertama mereka di hari tersebut tidak berbelanja apa pun, maka itu dianggap sebagai pertanda buruk.
Ternyata mitos dan takhayul di Vietnam enggak kalah unik dengan yang ada di Indonesia, ya.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan