Kumparan Logo

Wamenpar: Umat Hindu Berharap Presiden Prabowo Hadir di Dharma Santi Bali

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa, saat memberikan sambutan pada acara Saka Yoga Festival 2026 di Lapangan Aldiron Pancoran, Sabtu (11/4/2026). Foto: Dok. Kemenpar
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa, saat memberikan sambutan pada acara Saka Yoga Festival 2026 di Lapangan Aldiron Pancoran, Sabtu (11/4/2026). Foto: Dok. Kemenpar

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa, menyampaikan bahwa panitia resmi mengundang Presiden Prabowo Subianto, untuk menghadiri puncak perayaan Dharma Santi Nasional 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 17 April di Bali.

Menurutnya, undangan telah disampaikan melalui jalur resmi pemerintah dan juga dikomunikasikan secara langsung. Ia menekankan besarnya harapan umat Hindu terhadap kehadiran kepala negara dalam momentum tersebut.

"Undangan sudah kami sampaikan melalui Kementerian Sekretariat Negara, dan juga kami komunikasikan secara langsung. Umat Hindu berharap Presiden dapat hadir dan menyapa dalam perayaan ini,” ujar Ni Luh Puspa.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa (tengah), saat memberikan sambutan pada acara Saka Yoga Festival 2026 di Lapangan Aldiron Pancoran, Sabtu (11/4/2026). Foto: Dok. Kemenpar

Perayaan Dharma Santi Nasional menjadi bagian penting dari rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, yang tidak hanya bermakna religius, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan umat Hindu di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Ni Luh Puspa turut membuka Saka Yoga Festival 2026 di Jakarta, yang menjadi salah satu agenda pendukung perayaan tersebut. Kegiatan ini dinilai tidak sekadar sebagai ajang spiritual, tetapi juga memiliki peran strategis dalam pengembangan pariwisata berbasis kesehatan dan spiritualitas.

Ia menjelaskan bahwa konsep wellness tourism kini semakin relevan dalam arah pembangunan pariwisata nasional. Indonesia dinilai memiliki kekuatan besar dalam menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberi nilai batin bagi wisatawan.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa, saat memberikan sambutan pada acara Saka Yoga Festival 2026 di Lapangan Aldiron Pancoran, Sabtu (11/4/2026). Foto: Dok. Kemenpar

"Wisata spiritual dan kebugaran kini menjadi bagian penting dalam pariwisata berkualitas. Kita punya keunggulan budaya dan kearifan lokal yang mampu menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna," jelasnya.

Pengakuan dunia terhadap potensi tersebut mulai terlihat. Salah satu contohnya adalah paket wisata Astungkara Wellness di Bali yang meraih penghargaan internasional dalam kategori wellness dari National Geographic pada 2026.

Lebih lanjut, pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem wellness tourism melalui berbagai kegiatan dan kolaborasi industri. Saat ini, beberapa destinasi seperti Bali, Yogyakarta, dan Solo menjadi fokus pengembangan, dengan rencana ekspansi ke daerah lain di Indonesia.

Saka Yoga Festival 2026 sendiri menghadirkan berbagai kegiatan, termasuk sesi yoga massal yang terbuka bagi masyarakat luas. Selain itu, pelibatan pelaku UMKM juga menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di sekitar acara.

Dengan rangkaian kegiatan yang menggabungkan nilai spiritual, budaya, dan ekonomi, Dharma Santi Nasional 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momentum penguatan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.