Kumparan Logo

Warga dan Turis Asing Buat Petisi Canggu Berisik, Sandiaga Uno: Patuhi Adatnya

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pemandangan Canggu di Bali. Foto: umikem/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemandangan Canggu di Bali. Foto: umikem/Shutterstock

Setelah pandemi COVID-19 melandai, semua sektor perlahan bangkit, termasuk pariwisata. Seperti di Bali, khususnya Canggu yang berada di Kabupaten Badung, banyak orang berdatangan ke sana untuk healing atau sekadar liburan semata.

Tapi, baru-baru ini Canggu menjadi viral karena warga dan turis asing di sana mengirim surat terbuka dan petisi yang berjudul "End Extreme Noise in Canggu".

Petisi dan surat terbuka ini ditujukan untuk Presiden Joko Widodo dan sejumlah tokoh dan lembaga, di antaranya Megawati Soekarnoputri, Menparekraf, Gubernur Bali, dan PHDI Pusat.

Saat ini Canggu dipenuhi oleh bar, beach club, hingga night club. Hal tersebut dinilai sangat mengganggu ketenangan di sana.

Ilustrasi DJ memainkan lagu. Foto: Shutter Stock

"Pulau Dewata yang begitu terkenal karena kedamaian, keindahan, dan budaya hingga memenangkan sebagai pulau nomer 1 di dunia itu, kini diganggu suara menggelegar dari bar-bar terbuka di Batu Bolong maupun di Brawa," kata penggagas petisi, P Dian, seperti yang dikutip dari Antara.

Setiap malam selama seminggu saat waktunya orang-orang istirahat diganggu dengan suara berisik dari bar-bar yang dibuka bersebelahan dengan pura.

"Suara menggelegar dari bar-bar terbuka yang bersebelahan dengan pura-pura suci Bali, hingga membuat kaca-kaca jendela dan pintu bergetar. Lebih parah daripada gempa bumi," ujar P Dian.

Ilustrasi Canggu di Bali. Foto: Christian Nugroho/Shutterstock

Gangguan tersebut berlangsung hingga pukul 04.00 WITA. Sebelum pandemi, Satpol PP telah menegur keras dan mengancam penyegelan kepada 9 bar di Canggu yang berisik. Tapi, sayangnya tidak diindahkan oleh bar-bar terbuka ini hingga setelah pandemi justru semakin parah.

Dengan petisi ini warga dan turis asing memohon kepada pemerintah segera membuat aturan yang ketat dan sanksi berat dengan pantauan ketat dari Satpol PP kepada bar-bar yang melanggar aturan.

Respons Sandiaga Uno soal Petisi Canggu Berisik

Menparekraf Sandiaga Uno menjadi pembicara dalam talkshow 'Digitalisasi Musik' di Auditorium Universitas Ciputra, Kota Makassar, Jumat (9/8/2022). Foto: Dok. Istimewa

Petisi yang sejauh ini ditandatangani lebih dari 7 ribu orang ini telah sampai ke telinga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno.

"Kemarin Canggu itu viral. Justru viralnya karena banyak musik-musik yang mengganggu kehidupan dari warga setempat, hotel, dan sebagainya," kata Sandiaga Uno, dalam Weekly Briefing with Sandi Uno, Senin lalu (12/9).

"Kita harapkan dengan Canggu ditetapkan sebagai digital nomad place ini mulai juga bertransformasi bukan hanya untuk musik-musik yang terlalu larut malam hingga mengganggu istirahat. Karena masyarakat juga butuh ketenangan," tambahnya.

Pelaksanaan wisata di beberapa destinasi, termasuk Canggu dan kawasan wisata lain di Bali, seharusnya menyesuaikan dengan aturan yang berlaku di sana. Tidak seenaknya.

Ilustrasi tempat wisata di Bali. Foto: Guitar photographer/Shutterstock

"Hormatilah para masyarakat sekitar. Jadi, agar mereka bisa beristirahat agar mereka yang berwisata juga bisa melakukan dengan penuh suatu kearifan," ujar Sandiaga Uno.

"Ayo junjung tinggi dan patuhi adat istiadat, norma-norma yang berlaku di masyarakat Bali. Sehingga Bali yang sekarang menduduki peringkat pertama sebagai tujuan liburan paling berbahagia di dunia bisa kita pertahankan," tambahnya.

Kemenparekraf juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan meminta para pelaku wisata di sana mematuhi peraturan yang berlaku.

Sandiaga Uno juga akan melakukan kunjungan ke Bali, spesifik untuk membicarakan masalah ini dengan para pelaku wisata tentang bagaimana mengatasi hal tersebut dan diharapkan para aparat berwenang juga ikut bisa membantu.