Wisman Rusia Terbanyak Kedua ke Bali di Januari, Kadispar: Sebelumnya Posisi 10

23 Februari 2023 17:40
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pura Ulun Danu, Bali (PTR) Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Pura Ulun Danu, Bali (PTR) Foto: Shutter stock
Perang Ukraina dan Rusia yang masih belum usai tak hanya memberikan kerugian besar di kedua belah pihak yang bertikai. Adanya korban jiwa, belum lagi bangunan yang hancur, jadi pemandangan sehari-hari.
Selain memberikan banyak duka, perang Ukraina dan Rusia juga disebut berimbas pada sektor pariwisata Bali. Hal itu karena banyaknya warga Rusia dan Ukraina yang plesiran ke Pulau Dewata.
Ilustrasi pemandangan Canggu di Bali. Foto: umikem/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemandangan Canggu di Bali. Foto: umikem/Shutterstock
Bahkan tersiar kabar bahwa Pulau Dewata disebut sebagai tempat pengungsian bagi korban perang Rusia-Ukraina. Namun, hal tersebut dibantah langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjokorda Bagus Pemayun.
Ia mengatakan bahwa Bali jadi favorit wisatawan mancanegara, karena kesiapannya dalam mengendalikan pandemi COVID-19.
"Karena kami tidak mempersoalkan dari mana mereka berasal, tapi kondisi tersebut menjadi banyak warga negara asing suka ke Bali, termasuk Ukraina dan Rusia," ujar Tjokorda Bagus, saat dihubungi kumparan, Kamis (23/2).
Wisatawan mancanegara mengunjungi objek wisata Pantai Berawa, Kuta Utara, Badung, Bali, Selasa (10/1/2023). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan mancanegara mengunjungi objek wisata Pantai Berawa, Kuta Utara, Badung, Bali, Selasa (10/1/2023). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/Antara Foto
Mereka juga menganggap Bali sebagai tempat yang aman dari COVID-19, karena penerapan protokol kesehatan di fasilitas pariwisata maupun tempat umum, vaksinasi, hingga masyarakatnya yang disiplin.
Walau demikian, Tjokorda Bagus tak menampik jika wisman dari Rusia kini jadi salah satu penyumbang terbanyak kedatangan ke Bali.

Geser India, Rusia Posisi Kedua

Berdasarkan data per Januari 2023, jumlah wisatawan Rusia yang datang ke Bali pada bulan Januari 2023 mencapai 22.703 orang.
Jika dibandingkan pada bulan September 2022, jumlah warga Rusia di Bali lebih banyak lagi, yaitu mencapai 58.031 orang.
"Iya nomor dua, tadinya kan masih 10 besar aja atau di posisi 10, ya. Sekarang sudah menyodok India," kata Tjokorda.
Wisatawan mancanegara menikmati suasana objek wisata Pantai Berawa, Kuta Utara, Badung, Bali, Selasa (10/1/2023). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan mancanegara menikmati suasana objek wisata Pantai Berawa, Kuta Utara, Badung, Bali, Selasa (10/1/2023). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/Antara Foto
Meski Rusia berada di posisi kedua, ia menjelaskan bahwa penyumbang wisatawan terbanyak ke Bali masih dipegang oleh Australia.
"Untuk Januari 2023. Pertama, masih Australia. India nomor tiga, tadinya nomor dua. Rusia jauh (naiknya), tadinya nomor 10 di tahun lalu," paparnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Saat ditanyai apakah peningkatan tersebut disebabkan karena imbas perang antara Ukraina dan Rusia, Tjokorda Bagus belum memiliki data yang pasti. Hanya saja, menurutnya mereka para wisman Rusia hingga Ukraina yang datang ke Bali menggunakan visa kunjungan.
"Kalau data yang saya dapat kunjungan tidak ada yang lain," ujar Tjokorda
"Karena memang dilihat bahwa Bali itu, kan, siap untuk dikunjungi wisatawan asing. Rusia melihat Bali sudah tersertifikasi, sudah tervaksin semua, dan rasa aman, nyaman, serta damai dia tinggal di Bali," pungkasnya.
Berikut data wisman terbanyak ke Bali per Januari 2023 menurut data dari Dinas Pariwisata Bali:
1. Australia (94.075 kunjungan)
2. Russia (22.703 kunjungan)
3. India (22.116 kunjungan)
4. Korea Selatan (18.222 kunjungan)
5. Singapura (16.851 kunjungan)
6. Malaysia (14.496 kunjungan)
7. United Kingdom (14.394 kunjungan)
8. Amerika Serikat (13.581 kunjungan)
9. China (10.143 kunjungan)
10. Jerman (9.024 kunjungan)