Serangan Gereja di Prancis: Tiga Orang Tewas, Tak Ada WNI yang Jadi Korban

kumparan Videoverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
video youtube embed

Pemuda Tunisia berusia 21 tahun bernama Brahim al-Aouissaoui, menyerang sebuah gereja di Kota Nice, Prancis, pada Kamis (29/10). Dalam serangan tersebut, tiga orang tewas. Satu di antaranya dipenggal. Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyebut serangan itu berasal dari teroris Islam.

Pernyataan Macron ini pun sontak menuai kecaman dari sejumlah negara Islam. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan warganya memboikot produk Prancis. Sementara di Indonesia, umat Muslim berdemo menuntut Macron minta maaf atas pernyataannya yang dianggap menghina Islam. Demo ini terjadi di Yogyakarta dan Bandung pada Jumat (30/10). Selengkapnya, simak video di atas. #kumparanvideo

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.