3 Alasan Sulitnya Mengungkapkan Rasa Sayang pada Ibu lewat Kata-kata
·waktu baca 3 menit

Ladies, apakah kamu pernah merasa kesulitan untuk mengungkapkan rasa sayang kepada orang tua, termasuk ibu, lewat kata-kata? Jika ya, kamu tidak sendirian. Masih banyak perempuan di luar sana yang masih merasa canggung untuk mengatakan “I love you” ke ibunya sendiri.
Tentu, tidak semua hal perlu diungkapkan dengan kata-kata. Kamu mungkin mengungkapkan rasa sayang kepada ibumu lewat cara lain, seperti menemaninya jalan-jalan, membelikan makanan atau barang favoritnya, hingga selalu sigap membantu ketika ibu membutuhkan.
Kendati demikian, mendengar ucapan sayang secara langsung juga sangat menyejukkan hati. Meskipun tidak pernah mengatakannya, mungkin ibumu sebenarnya ingin mendengar tiga kata manis tersebut dari kamu, Ladies. Terlebih, di momen Hari Ibu Indonesia yang jatuh pada 22 Desember ini.
Terdapat beberapa alasan yang bisa menyebabkan kamu kesulitan mengucapkan “I love you” pada ibu. Buat kamu yang penasaran dengan penjelasan di balik fenomena tersebut, simak paparan yang sudah kumparanWOMAN rangkum berikut ini, ya!
1. Mengungkapkan perasaan bisa membuatmu merasa rentan
Bagi sebagian orang, mengucapkan “Aku sayang kamu” kepada sahabat secara main-main terasa mudah. Namun, ketika ucapan tersebut dimaknai dengan dalam sebagai cara untuk mengungkapkan isi hati, “I love you” mampu membuat seseorang merasa rentan.
Dikutip dari Little Things, kerentanan tersebut bisa membuat seseorang merasa kecil dan terlalu terekspos. Ini didukung oleh penyair asal Amerika, Dr Ross Gay, dalam podcast Think About It.
“Mengatakan bahwa kamu menyayangi seseorang adalah bentuk kerentanan yang ekstrem. Sebab, jika apa yang kamu cintai itu terluka atau terambil darimu, maka kamu juga akan merasa sakit dan hilang,” ucap Ross, sebagaimana dilansir Psychology Today.
Itulah mengapa, dalam menghindari merasa rentan, kamu memilih untuk tidak menyatakan “Aku sayang kamu” lewat kata-kata.
2. Kamu jarang mendengarnya dari orang tuamu
Seorang anak biasanya mendapat pengaruh besar dari orang tua dan keluarga. Ini mengingat mereka adalah orang-orang pertama yang tumbuh bersamanya hampir di setiap waktu. Maka dari itu, menurut Little Things, anak yang jarang mendengar ucapan tersebut di lingkungan keluarganya, mungkin akan merasa asing dengan tiga kata manis itu.
Meski demikian, tidak mengucapkan “Aku sayang kamu” itu tidak selalu buruk. Menurut Affinity Magazine, banyak anak di keluarga Asia yang tumbuh besar tanpa mendengar kata “Aku sayang kamu”, tetapi mereka secara langsung merasakan ucapan tersebut lewat berbagai hal dan tindakan.
3. Kamu tumbuh di keluarga yang lebih fokus pada tindakan nyata
Dilansir Little Things, bahasa cinta atau love language orang berbeda-beda. Mungkin, kamu tumbuh besar di keluarga yang lebih mementingkan tindakan nyata ketimbang mengungkapkan lewat kata-kata. Ini bisa membuatmu terbiasa mengenal bahasa cinta tindakan nyata (acts of service), ketimbang kata-kata afirmasi (words of affirmation).
Hari Ibu pada 22 Desember ini menjadi momen yang tepat untuk belajar mengatakan “I love you” kepada ibumu, Ladies. Sebab, kata-kata tulus punya kekuatan luar biasa yang bisa membuat pendengarnya merasa bahagia dan terapresiasi. Jika kamu masih canggung mengatakannya secara langsung, kamu bisa mulai lewat pesan singkat atau tulisan tangan.
Ladies, sudahkah kamu siap menyatakan rasa sayang kepada ibu?
